Api Membara Pelari Muda dalam Bank Jateng Young Talent

Semangat membara dipancarkan para pelari muda peserta Borobudur Marathon kategori Bank Jateng Young Talent. Siapakah yang akan bersinar di trek lomba?

30 Nov 2024 07:00 WIB · Olahraga

Oleh Nino Citra Anugrahanto

Antusiasme pelari muda menyambut Bank Jateng Young Talent 2024 seakan tak pernah surut. Segala persiapan telah dilakukan sematang mungkin. Dengan waktu pergelaran yang semakin dekat, semangat mereka bagaikan dibakar bara api yang menyala-nyala. Semuanya bersiap mengincar catatan waktu terbaik. 

Hujan deras mengguyur sebuah lapangan sepak bola di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/11/2024) sore. Seorang remaja laki-laki berambut cepak berlari menyusuri trek lari yang mengitari lapangan itu. Satu putaran ke putaran lainnya dilahap tanpa keluhan. Guyuran hujan seakan tak membuat spiritnya padam.

Sang remaja itu bernama Muhammad Hawin Ahada (16). Ia adalah salah seorang pelari muda asal Magelang yang nantinya bakal terjun dalam lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 pada Minggu (1/12/2024) di Kabupaten Magelang.

Hawin akan berlomba pada kategori Bank Jateng Young Talent yang merupakan program khusus untuk pembinaan pelari muda. Kategori lomba sejauh 10 kilometer itu dikhususkan untuk para atlet muda berusia 15-18 tahun. Para peserta Bank Jateng Young Talent harus menjalani seleksi terlebih dulu dan mendapat sejumlah pembekalan.

”Panas atau hujan tidak masalah buat saya. Tetap harus latihan. Ini waktunya sudah semakin dekat, rasa-rasanya malah semakin semangat,” kata Hawin, sesudah berlatih. 

Muhammad Hawin Ahada (16) berlatoh untuk persiapan ajang Borobudur Marathon 2024 di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (13/11/2024). Hawin Ahada, remaja asli desa sekitar Candi Borobudur ini terpilih mewakili Kabupaten Magelang untuk tampil sebagai salah satu atlet muda Young Tanlent Borobudur Marathon 2024. Sebanyak 38 atlet muda dari berbagai daerah yang terpilih ini akan mengikuti ajang lari Borobudur Marathon 10K pada 1 Desember 2024 nanti. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 14-11-2024

Hawin telah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba itu sejak enam bulan lalu. Tiga bulan pertama, sang pelatih memberikan menu berupa lari jarak jauh atau long run. Sepekan sekali, ia diminta sang pelatih untuk berlari sejauh 12 km hingga 23 km. Jaraknya terus bertambah dari pekan ke pekan.

Pada hari-hari lainnya, ia disuguhi menu interval. Jarak sekali interval cukup jauh, tetapi sudah sesuai dengan lomba yang akan diikuti, yakni 10 km. Dalam satu set interval, ia mesti berlari sejauh 1-2 km yang diulang sebanyak 5-10 kali.

”Itu latihan fondasinya sudah di tiga bulan awal kemarin. Jadi, waktu itu yang mau dibentuk endurance (daya tahan). Soalnya saya sebelumnya dari nomor jarak menengah. Ini pindah ke jarak jauh cukup menantang,” kata Hawin tersenyum.

Tiga pekan jelang lomba, intensitas latihan Hawin tidak berkurang. Hanya menu latihan saja yang bergeser. Sang pelatih mulai memberikan menu-menu khusus untuk meningkatkan kecepatan. Itu dilakukan lagi-lagi lewat latihan interval. Yang membedakan, ia tidak harus lari jarak jauh sepekan sekali.

Hujan rintik menemani sesi latihan sejumlah pelari salah satunya Muhammad Hawin Ahada (16) untuk persiapan ajang Borobudur Marathon 2024 di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (13/11/2024). Hawin Ahada, remaja asli desa sekitar Candi Borobudur ini terpilih mewakili Kabupaten Magelang untuk tampil sebagai salah satu atlet muda Young Tanlent Borobudur Marathon 2024. Sebanyak 38 atlet muda dari berbagai daerah yang terpilih ini akan mengikuti ajang lari Borobudur Marathon 10K pada 1 Desember 2024 nanti. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 14-11-2024

Dalam sehari, Hawin berlatih sebanyak dua kali, yakni pagi dan sore hari. Sesi latihan pagi dimulai pukul 04.00. Biasanya, ia akan jogging sejauh 5 km. Itu dilakukannya untuk menjaga kondisi agar terus prima. Sore harinya, Hawin baru akan melahap menu-menu latihan serius untuk persiapan lombanya. 

Hawin memiliki motivasi berlebih untuk mengikuti pergelaran tahun ini. Setahun lalu, ia mesti menjalani rawat inap akibat mengalami tifus dua pekan jelang lomba Bank Jateng Young Talent. Alhasil, performanya kurang optimal. Ia terpaksa finis dengan catatan waktu 44 menit. Padahal, catatan waktu terbaiknya adalah 38 menit 46 detik. 

”Waktu itu semacam over training. Saya juga kurang menjaga pola makan dan pola istirahat. Itu sekarang sudah saya perbaiki semua. Malah saya sekarang pukul 21.00 sudah tidur. Semoga nanti bisa lebih baik di lomba,” tutur Hawin. 

Semangat yang sama besarnya terpancar pula dari pelari muda asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, Yad Hapizudin (18). Apalagi, lomba nanti akan menjadi pertama kalinya ia mengikuti ajang Bank Jateng Young Talent. Ia ingin memberikan penampilan terbaiknya. Untuk itu, latihan dipersiapkannya secara serius. 

Para atlet peserta Bootcamp Bank Jateng Young Talent 2024 tengah mengikuti tes kebugaran, di Stadion Sriwedari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (15/10/2024). Total ada 35 atlet yang terjaring dalam seleksi tahap kedua. Jumlah atlet akan dikerucutkan menjadi 20 untuk berlaga dalam nomor 10 Km pada Borobudur Marathon 2024, Desember nanti.

Berbeda dari Hawin, Yad masih melahap menu latihan berupa long run hingga tiga pekan sebelum lomba. Sekali long run, ia harus menempuh jarak sejauh 21 km. Menurut dia, menu itu akan membantunya menjaga daya tahan menempuh lari jarak jauh. Menu-menu lari interval juga disisipkan untuk melatih kecepatan pelari muda tersebut.

”Lari jarak jauh ini, kan, butuh ketahanan. Karena saya sebelumnya di jarak menengah, ini sangat perlu untuk melatih ketahanan. Biar semakin kuat,” kata Yad.

Bahkan, Yad ditargetkan sang pelatih untuk mencatatkan total jarak lari sejauh 100 km. Jarak itu dihitung dari berbagai menu latihannya, baik yang berupa long run maupun interval. Intervalnya juga tergolong berjarak jauh. Satu setnya ia mesti berlari sejauh 1,6 km. Jarak itu kemudian dikalikan delapan dengan intensitas istirahat hanya 90 detik hingga 2 menit.

Untuk nomor 10 km, catatan waktu terbaik Yad ialah 33 menit. Angka itu diperolehnya sewaktu mengikuti lomba di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 2023. Ia juga meraih peringkat kedua untuk nomor tersebut. Tahun ini, lomba yang sama digelar lagi. Namun, ia tak mengikutinya dan memilih fokus mempersiapkan Bank Jateng Young Talent.

”Target saya nanti semoga PB (personal best/catatan waktu personal terbaik) saya bisa pecah. Itu saja. Fokus ke diri sendiri. Kalau paling tidak bisa sama PB, siapa tahu bisa dapat juara,” kata Yad. 

Para atlet peserta Bootcamp Bank Jateng Young Talent 2024 tengah mengikuti tes kebugaran, di Stadion Sriwedari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (15/10/2024). Total ada 35 atlet yang terjaring dalam seleksi tahap kedua. Jumlah atlet akan dikerucutkan menjadi 20 untuk berlaga dalam nomor 10 Km pada Borobudur Marathon 2024, Desember nanti.

Tak sabar menanti

Dari nomor putri, nyala bara semangat ditunjukkan oleh Shiren Febrianty (16), pelari asal Riau. Ia mengaku persiapannya sudah cukup matang sehingga tak sabar menanti datangnya hari lomba. Ia segera ingin melaju dan menuntaskan rute lari sejauh 10 km itu. 

Saat ini, Shiren mengaku tinggal menjaga kondisi saja. Fokus latihannya untuk meningkatkan kecepatan. Oleh karenanya, sang pelatih lebih kerap memberikan menu latihan berupa interval.

”Sekarang sudah tinggal mengejar speed. Aku juga enggak ada lomba-lomba lain. Jadi, mau fokus di Bank Jateng Young Talent saja,” kata Shiren.

Tahun ini adalah kedua kalinya Shiren mengikuti lomba tersebut. Pengalaman pertamanya itu juga cukup manis. Ia berhasil naik podium setelah finis tercepat ketiga. Catatan waktunya ketika itu 44 menit 45 detik. 

Pelari peserta Bootcamp Bank Jateng Young Talent melemaskan otot sebelum mengikuti lari uji Balke di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/10/2023). Sebanyak 25 pelari berusia 15 - 18 tahun dari sejumlah daerah mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut untuk mengasah berbagai kemampuan mereka agar kelak dapat dapat menjadi atlet profesional. Peserta kegiatan ini akan ikut berlomba pada ajang Borobudur Marathon kategori Young Talent 10K tanggal 19 November 2023 mendatang di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Meski naik podium, ternyata catatan waktu itu bukan capaian terbaik Shiren. Ia pernah membukukan catatan waktu lebih baik, yakni 43 menit 4 detik. Hasil itu diperolehnya sewaktu mengikuti lomba lari 10 km di Bintan, Kepualauan Riau, awal November lalu. Capaian itu meningkatkan optimismenya dalam lomba nanti. 

”Minimal amankan podium yang didapatkan di tahun kemarin. Namun, ini kondisi juga sedang baik setelah bisa memperbaiki PB. Semoga bisa optimal dalam lomba nanti,” kata Shiren. 

Bentuk persiapan lain dilakukan oleh pelari putri lainnya, yakni Dewi Aryanti (17). Pelari asal Malang, Jawa Timur, itu bukan hanya latihan rutin. Ia juga masih mengikuti lomba-lomba lari lainnya dalam rentang waktu hingga dua pekan sebelum Bank Jateng Young Talent. 

Quote

Panas atau hujan tidak masalah buat saya. Tetap harus latihan. Ini waktunya sudah semakin dekat rasa-rasanya malah semakin semangat.

Meski demikian, ia mengaku lomba-lomba itu tidak akan memecah fokus persiapannya. Ia justru merasa akan semakin matang. Sebab, ia menilai fisiknya sudah berada dalam kondisi siap berlomba. Dia pun berharap tidak tertimpa musibah berupa cedera. 

”Ini materi latihannya tinggal speed saja. Kondisinya memang sudah siap. Tinggal tancap gas saja. Semoga sehat terus sampai waktunya race,” ujar Dewi.

Seluruh peserta sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Dimulainya lomba juga tinggal menghitung hari. Mari kita tunggu menyalanya bara semangat itu di sepanjang rute lari saat lomba nanti….


Kerabat Kerja

Penulis:

Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra