BULU TANGKIS

Apriyani Rahayu Pindah ke Ganda Campuran

Perombakan pemain ganda terjadi di pelatnas bulu tangkis. Apriyani Rahayu bahkan berpindah sektor dari ganda putri ke ganda campuran.

25 Jun 2026 17:50 WIB · Olahraga

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Perubahan di sektor ganda kembali terjadi di pelatnas bulu tangkis Indonesia untuk pasangan dengan performa stagnan. Perubahan kali ini bahkan terjadi lintas sektor, yaitu ketika Apriyani Rahayu pindah ke ganda campuran.

Apriyani memang pernah menggeluti nomor ganda campuran, tetapi itu terjadi saat dia masih bermain di kategori yunior. Saat memasuki level lebih tinggi, yaitu mulai 2017, Apriyani difokuskan di ganda putri. Puncak prestasinya terjadi saat meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii.

Setelah Greysia pensiun sebagai atlet pada 2022, Apriyani bergonta-ganti pasangan bersama atlet lebih muda. Harapan melihat Apriyani kembali ke persaingan papan atas ganda putri muncul saat berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka meraih tiga gelar dari lima final pada rentang 2022-2023.

Ketika performa Apriyani/Fadia stagnan, terutama dalam bersaing dengan pasangan-pasangan top dunia, perubahan formasi dilakukan. Terakhir, dia bermain bersama Lanny Tria Mayasari.

Mereka bermain dalam delapan turnamen pada 2026 dari turnamen kecil berlevel Super 100 hingga level tinggi Super 1000 dengan hasil terbaik semifinal Indonesia Masters Super 500, yaitu pada Januari lalu.

Pebulu tangkis ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti berpose setelah latihan menjelang turnamen All England 2023 di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/3/2023). Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan menurunkan 16 wakil yang akan bertarung dalam turnamen bulu tangkis tertua tersebut. All England yang merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000 akan berlangsung 14-19 Maret di Birmingham, Inggris. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 1-3-2023

Setelah hampir sembilan tahun bersaing di ganda putri, Apriyani berpindah ke ganda campuran. Berdasarkan pengumuman yang disampaikan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada Kamis (25/6/2026), atlet berusia 28 tahun itu akan berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah di ganda campuran.

Turnamen pertama mereka telah ditentukan, yaitu Taiwan Terbuka Super 300, 28 Juli-2 Agustus.

”Awalnya memang ada permintaan dari Dejan untuk berpasangan dengan Apri di ganda campuran dan Apri pun bersedia untuk pindah sektor. Saya berdiskusi dengan Karel (Mainaky, pelatih ganda putri), kepala pelatih, dan Kabid Binpres, akhirnya disetujui,” kata Rionny Mainaky, pelatih ganda campuran Indonesia.

Apriyani pun berlatih di ganda campuran sejak Senin, 22 Juni. ”Saya melihat keinginan, semangat, dan fokus dia sangat baik. Dengan waktu persiapan yang cukup, saya rasa adaptasi dan pembiasaan bermain di ganda campuran bisa berjalan cepat. Apalagi, dia punya kemampuan bermain di lapangan belakang pada ganda putri dan saya pun ingin pemain putrinya bisa kuat di belakang. Apri sudah punya modal itu,” ucap Rionny kemudian.

Pasangan Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu gagal melaju ke babak 16 besar turnamen Polytron Indonesia Terbuka 2026, Rabu (3/6/2026) di Istora Senayan, Jakarta. Mereka kalah Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto 18-21, 19-21.

Formasi Dejan/Apriyani akan menambah materi ganda campuran yang selama ini mengandalkan tiga pasangan pada turnamen level tinggi, tetapi dengan performa yang tidak konsisten.

Quote

Perubahan formasi juga terjadi di ganda putra dengan akan dipasangkannya Muhammad Rian Ardianto dengan pemain berusia 22 tahun, Daniel Edgar Marvino.

Mereka adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil.

Buka ”coba-coba”

Rionny menegaskan, Dejan/Apriyani bukanlah pasangan ”coba-coba” karena akan ada target tinggi di depan, apalagi mereka adalah pemain yang memiliki pengalaman bersaing di level atas.

Saat bermain bersama Gloria Emanuelle Widjaja, Dejan mencapai semifinal Malaysia Terbuka 2023 dan China Terbuka 2024 yang merupakan turnamen Super 1000. Pada 2024 pula, mereka menembus turnamen elite di akhir tahun, Final BWF World Tour.

Pasangan ganda campuran Indonesia Bernadine Anindya Wardana/Dejan Ferdinansyah berhadapan dengan pasangan ganda campuran China Zhang Chi/Cheng Xing dalam babak 32 besar Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Pasangan ganda campuran Indonesia Bernadine Anindya Wardana/Dejan Ferdinansyah gagal melaju ke babak 16 besar usai kalah dari pasangan ganda campuran China Zhang Chi/Cheng Xing dengan poin 10-21, 9-21. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 02-06-2026

”Dejan pernah bersaing di level atas. Sementara hadirnya Apri, dengan semua pengalaman dan pencapaiannya, saya berharap bisa meningkatkan motivasi dan persaingan positif untuk pasangan-pasangan lainnya,” ujar Rionny.

Dengan digabungkannya Dejan dan Apriyani, partner Dejan sebelumnya, yaitu Bernadine Anindya Wardana (20 tahun), akan dipasangkan dengan sesama pemain muda, Verrel Yustin Mulia (21). Mereka pun akan menjalani debut di Taiwan Terbuka. Sementaran itu, PBSI belum mengumumkan pasangan baru Lanny di ganda putri.

Rian dan pemain muda

Perubahan formasi juga terjadi di ganda putra dengan akan dipasangkannya Muhammad Rian Ardianto dengan pemain berusia 22 tahun, Daniel Edgar Marvino. Seperti halnya Dejan/Apriyani dan Verrell/Bernadine, uji coba pertama Rian/Daniel dalam turnamen akan terjadi di Taiwan Terbuka.

Sebelum dipasangkan dengan Daniel, Rian bermain bersama Rahmat Hidayat, sedangkan Daniel bersama Taufik Aderya. Duet Rian/Rahmat muncul setelah pasangan Rian selama 12 tahun, Fajar Alfian, bermain bersama partner baru, Muhammad Shohibul Fikri. Namun, performa Rian/Rahmat, yang berduet sejak Oktober 2025, terbilang stagnan.

Pasangan ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat berhadapan dengan ganda putra Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam babak 32 besar Polytron Indonesia Terbuka 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Pasangan ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat gagal melaju ke babak 16 besar usai kalah dari ganda putra Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 8-21, 13-21.


KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 03-06-2026

Mereka hanya bisa menjuarai turnamen kecil level International Challenge dan tersisih sebelum semifinal pada turnamen di atas Super 500. Pada lima turnamen terakhir, yaitu pada Maret hingga Juni, Rian/Rahmat selalu tersingkir pada babak pertama.

”Di awal-awal berpasangan, Rian/Rahmat cukup menjanjikan, tapi di beberapa turnamen hasilnya kurang baik. Jadi, saya mencoba opsi lain,” kata Antonius Budi Ariantho, pelatih ganda putra Indonesia.

Sementara Antonius melihat adanya potensi Daniel yang bisa dikembangkan. Dia berharap Rian yang memiliki banyak pengalaman bisa menaikkan level kemampuan Daniel.

”Kombinasi senior dan yunior ini tujuannya memang lebih kepada mematangkan pemain-pemain muda untuk siap melangkah ke level yang lebih tinggi, tapi tidak menutup kemungkinan untuk bersaing di level atas,” ujar Antonius kemudian.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra