Apriyani/Febi Berproses Menjadi Pasangan Baru

Indonesia hanya memiliki satu wakil pada semifinal turnamen Malaysia Masters. Satu wakil itu adalah Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum.

23 Mei 2025 18:45 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

KUALA LUMPUR, JUMAT — Bagi atlet bulu tangkis nomor ganda, bermain bersama partner baru membutuhkan proses lama di dalam dan luar lapangan agar bisa menjadi pasangan yang solid. Hal itu pula yang dilakukan Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum, formasi baru ganda putri Indonesia, yang berpasangan sejak awal Mei.

Dibentuknya duet pemain senior dan pemain muda itu menjadi bagian dari pencarian ganda putri baru di pelatnas bulu tangkis Indonesia pada awal masa kerja PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2024-2025. Apriyani, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii, kali ini mendapatkan tanggung jawab mendampingi Febi (21) yang belum banyak pengalaman bersaing pada level atas BWF World Tour.

Sejak bertanding bersama pada Mei ini, Malaysia Masters di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, 20-25 Mei, menjadi turnamen ketiga bagi Apriyani/Febi. Mereka melangkah ke semifinal seusai mengalahkan pasangan Taiwan yang menjadi unggulan kedelapan, Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun, dengan skor 18-21, 21-16, 21-9 pada perempat final, Jumat (23/5/2025).

Sebelum menang atas Hsu/Lin, Apriyani/Febi menyingkirkan unggulan lainnya pada babak pertama, yaitu Li Yi Jing/Luo Xu Min (China/4), 11-21, 21-17, 21-19. Pada babak semifinal, Sabtu, mereka akan menantang ganda putri nomor satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.

Semifinal dalam turnamen berlevel Super 500 ini menjadi perjalanan terjauh Apriyani/Febi dibandingkan dengan ketika mereka tersingkir pada babak kedua Taiwan Terbuka dan babak pertama Thailand Terbuka, dua pekan beruntun sebelumnya. Meski demikian, seperti dikatakan Apriyani, dia dan Febi terus menjalani proses untuk menjadi ganda putri yang lebih baik, apalagi mereka masih berada di awal fase berpasangan.

Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum memenangi perempat final turnamen Malaysia Masters di Kuala Lumpur, Jumat (23/5/2025).

Selain di lapangan, melalui latihan dan pertandingan, proses itu dijalani pula di luar lapangan. ”Proses kami untuk menjalin ikatan bukan hanya sebulan-dua bulan dan itu tidak hanya dilakukan saat pertandingan. Komunikasi dilakukan juga saat latihan dan sekarang lumayan intens karena kami tinggal sekamar,” kata Apriyani setelah memenangi perempat final di Axiata Arena.

Sebagai senior yang memiliki sembilan gelar juara BWF World Tour dan menjadi finalis Kejuaraan Dunia 2023, Apriyani (27) kali memiliki tanggung jawab ganda. Selain berusaha bangkit setelah didera cedera lutut kanan, ia punya tugas menularkan ilmu dan pengalaman dengan menjadi partner bagi pemain yang lebih muda.

Maka, saat memiliki waktu bersama di luar pertandingan, dia dan Febi berdiskusi. ”Saya banyak memberi tahu ke Febi dan Febi pun berusaha berkomunikasi dengan saya. Saya mencoba untuk tahu apa yang harus Febi ketahui,” kata Apriyani.

Di Malaysia Masters, upaya membangun ikatan ini mengantarkan mereka ke semifinal. Momen ini bahkan menjadi semifinal pertama Febi dalam level Super 500 setelah pernah mencapai final Taiwan Terbuka Super 300 pada 2024 bersama Jesita Putri Miantoro.

”Saya bersyukur bisa masuk semifinal turnamen Super 500, tetapi belum puas karena masih ada pertandingan,” kata Febi.

Apriyani Rahayu (kiri) dan Febi Setianingrum

Apriyani/Febi akhirnya menjadi satu-satunya semifinalis dari Indonesia. Dua ganda putri lainnya kalah pada perempat final. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi kalah dari pemain tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, 14-21, 14-21.

Adapun Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari memaksa pasangan China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, bermain tiga gim, tetapi akhirnya kalah 15-21, 21-15, 14-21. Jia adalah salah satu pemain ganda putri top dunia yang merupakan peraih emas ganda putri Olimpiade Paris 2024 saat berpasangan dengan Chen Qing Chen.

Perjalanan melelahkan Fadia tak hanya berakhir di ganda putri. Pada perempat final sesi pertama, penampilannya pada ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah dihentikan pemain China lainnya, Cheng Xing/Zhang Chi, 21-12, 20-22, 14-21. Dejan/Fadia sebenarnya memiliki peluang besar menang ketika unggul 14-7 pada gim kedua, tetapi peluang tersebut melayang karena mereka banyak melakukan kesalahan.

Putri Kusuma Wardani, sebagai wakil tersisa pada sektor tunggal, juga kalah pada perempat final. Untuk kelima kali, dia kalah dari pemain China, Han Yue, dengan skor 12-21, 13-21.

”Permainan saya kurang konsisten dan banyak membuat kesalahan. Han Yue sama seperti pemain ranking sepuluh besar dunia lainnya, tidak gampang melakukan kesalahan,” kata Putri.

Putri Kusuma Wardani kalah pada perempat final turnamen Malaysia Masters di Kuala Lumpur, Jumat (23/5/2025).

Setelah ini, Putri, Dejan/Fadia, Febriana/Amalia, dan Lanny memiliki waktu sepekan untuk mempersiapkan diri sebelum tampil dalam turnamen lebih besar, Indonesia Terbuka Super 1000, di Jakarta, pada 3-8 Juni. Demi bisa tampil lebih baik di Indonesia Terbuka, Dejan/Fadia pun batal bertanding di Singapura Terbuka, 27 Mei-1 Juni.

Apalagi, Fadia telah bertanding dalam empat kejuaraan secara beruntun sejak Piala Sudirman di China, 27 April-4 Mei, yaitu pada nomor ganda putri dan campuran.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto