Apriyani/Febi kalah pada semifinal turnamen Malaysia Masters. Mereka akan menguji kemampuan pada turnamen berikutnya, Indonesia Terbuka.
24 Mei 2025 20:09 WIB · Olahraga
KUALA LUMPUR, SABTU — Langkah Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum dihentikan ganda putri nomor satu dunia pada semifinal turnamen bulu tangkis Malaysia Masters. Meski kalah, pengalaman pada turnamen itu menjadi bekal mereka untuk perjalanan berikutnya.
Setelah mengalahkan dua unggulan untuk tampil di semifinal, kemampuan Apriyani/Febi diuji oleh ganda putri nomor satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (24/5/2025). Apriyani/Febi bisa membuat Liu/Tan kebingungan dalam menerapkan pola permainan pada gim pertama, tetapi pada akhirnya kesulitan mengimbangi kecepatan dan kekuatan lawan hingga kalah dengan skor 21-12, 7-21, 9-21.
Dengan kekalahan Apriyani/Febi, Indonesia tak menempatkan wakil di final, sama seperti pada empat dari 10 turnamen BWF World Tour lain. Dari 11 turnamen Super 300, 500, 750, dan 1000, termasuk Malaysia Masters, Indonesia baru meraih dua gelar juara dari level Super 300, yaitu dari Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari di Thailand Masters dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu pada Taiwan Terbuka.
Walaupun kalah di semifinal, Apriyani/Febi mendapat pengalaman bertemu pemain-pemain top dunia di Malaysia Masters. Pengalaman tersebut tak hanya berharga bagi Febi yang masih minim pengalaman bersaing dalam turnamen BWF World Tour, tetapi juga bagi Apriyani.
Febi adalah pemain berusia 21 tahun yang baru bersaing di arena BWF World Tour sejak 2024. Hasil terbaiknya adalah saat mencapai final Taiwan Terbuka Super 300 pada 2024 bersama Jesita Putri Miantoro.
Sementara Apriyani sudah meraih prestasi tertinggi atlet ketika mendapat medali emas Olimpiade Tokyo 2020 (bersama Greysia Polii). Namun, dia didera cedera lutut kanan hingga absen dari turnamen setelah bertanding di Olimpiade Paris, Agustus 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/e09b740cf0fe52b90c419a2eee8c569a-WhatsApp_Image_2025_05_24_at_19.59.57_1_.jpeg)
Apriyani baru bertanding kembali pada Maret 2025. Setelah bergabung kembali bersama Fadia dalam dua turnamen, Apriyani dipasangkan dengan Febi sejak awal Mei.
Duet baru itu menjalani debut pada turnamen Taiwan Terbuka dan kalah pada babak kedua, tersingkir pada babak pertama Thailand Terbuka, lalu menembus semifinal Malaysia Masters. Mereka mencapai tahap tersebut sambil membangun komunikasi dan kekompakan sebagai pasangan baru.
Sebelum berhadapan dengan Liu/Tan, yang mencapai final dalam tiga kejuaraan terakhir, Apriyani/Febi bertemu ganda putri peringkat 10 besar dunia lainnya, yaitu Li Yi Jing/Luo Xu Min (China). Pasangan ranking keenam itu menjadi lawan pada babak pertama. Pasangan lain yang dikalahkan adalah pemain Taiwan ranking ke-17 dunia, Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun, pada perempat final.
Pertandingan-pertandingan tersebut menjadi bekal Apriyani/Febi dalam menjalani lebih banyak tantangan di depan, termasuk pada turnamen di depan publik sendiri, Indonesia Terbuka. Turnamen berlevel Super 1000 tersebut akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 3-8 Juni.
Apriyani/Febi akan menjadi salah satu dari enam ganda putri Indonesia yang difokuskan pada turnamen bulu tangkis terbesar di Tanah Air tersebut. Untuk itu, skuad ganda putri ”Merah Putih” tak bertanding pada turnamen Singapura Terbuka yang digelar pada 27 Mei-1 Juni.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/24/62abf7df8399cde7fb566d28a2fd84fd-WhatsApp_Image_2025_05_24_at_19.59.57_3_.jpeg)
Indonesia hanya memiliki tujuh wakil dari nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran yang akan berangkat ke Singapura pada Minggu (25/5/2025) tersebut. Mereka adalah Jonatan Christie pada nomor tunggal putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani (ganda putra).
Adapun dari nomor ganda campuran ada Jafar/Felisha, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.
Hari terakhir turnamen Malysia Masters, Minggu, akan diwarnai empat final yang mempertemukan atlet dari satu negara. Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Man Wei Chong/Tee Kai Wun menciptakan ”perang saudara” di antara sesama pemain Malaysia pada ganda putra.
Didampingi pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi, kedua pasangan membuat all Malaysian final untuk pertama kalinya di ganda putra sejak Malaysia Masters menjadi bagian dari turnamen BWF World Tour pada 2018. Dalam struktur turnamen pada 2017 dan sebelumnya, sejak Malaysia Masters digelar pada 2009, telah terjadi tiga kali final sesama pemain Malaysia di ganda putra, yaitu pada 2009, 2012, dan 2013.
Pemain-pemain China juga akan bersaing dengan rekan senegara pada final tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Adapun gelar juara tunggal putra akan diperebutkan Li Shi Feng (China) dan Kidambi Srikanth (India).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/04/09/4f595048-fa06-4e7a-94b9-86083a6155a2_jpg.jpg)
Bagi Srikanth, final ini menjadi yang pertama dalam rentang empat tahun. Final terakhir bagi atlet berusia 32 tahun itu terjadi pada Kejuaraan Dunia 2021 saat dia dikalahkan Loh Kean Yew. Adapun final terakhir (dan satu-satunya) dalam turnamen BWF World Tour terjadi di India Terbuka 2019 (kalah dari Viktor Axelsen).
Srikanth pernah menjadi tunggal putra nomor satu dunia pada 2018. Akan tetapi, karena performa yang terus menurun, rankingnya ikut turun. Saat ini, Srikanth menempati peringkat ke-65 dan harus mengikuti Malaysia Masters sejak fase kualifikasi.
”Saya berusaha sangat keras. Kemenangan ini pun sangat bermakna. Saya sudah sering bermain sejak babak kualifikasi dan sering kalah, mungkin karena sudah kehilangan sentuhan. Tetapi, kali ini ternyata berhasil,” ujar Srikanth dalam laman resmi BWF.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko Prihananto