PIALA DUNIA 2026

Argentina Vs Austria: Pelarian Patah Hati Messi

Austria harus sangat berhati-hati karena akan menghadapi Lionel Messi yang sedang patah hati. Ketika dalam masa sulit, Messi bisa semakin sulit ditandingi.

21 Jun 2026 12:48 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP

Oleh Kelvin Hianusa

ARLINGTON, MINGGU — Tangisan, trigol, dan kontroversi mewarnai penampilan perdana Lionel Messi di Piala Dunia 2026. Dia terlihat seperti dewa dan manusia biasa pada saat bersamaan. Keagungan dan kerentanan itu menunjukkan versi terbaru Messi yang sedang berlari dari patah hati terdahsyat.

Sepekan sebelum berusia 39 tahun, Messi mencetak trigol untuk Argentina pada laga pertama versus Aljazair. Dia masih berada di level tertinggi walaupun tiga tahun terakhir bermain di Liga Amerika Serikat yang dikenal tidak kompetitif. Konsistensinya terasa absurd untuk level manusia.

Saat bersamaan, sosok yang dinilai setara dewa oleh warga Argentina itu menangis setelah gol pertama. Banyak spekulasi, Messi menangis karena terharu soal sepak bola. Namun, isu itu ditepis sendiri olehnya. Messi sedih karena sang ayah, Jorge, sedang mengalami masalah kesehatan.

Hanya Lionel Messi yang berbeda warna saptu dalam foto ini. Mereka merayakan merayakan gol kedua Argentina melawan Aljazair di Stadion Kansas City di Kansas City pada Selasa (16/6/2026).

AFP/ROBERTO SCHMIDT

Jorge merupakan sosok yang mendampingi Messi sejak uji coba di akademi Barcelona, La Masia, sampai berstatus pemain terhebat sejagat. ”Tangisan setelah gol pertama? Saya melewati hari-hari yang berat. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan, staf pelatih, dan delegasi yang membantu saya,” ucap Messi.

Absurd rasanya, seorang pemain justru bertambah hebat ketika sedang ada masalah pribadi. Meskipun begitu, itu terasa masuk akal bagi Messi. Sebab, dia bisa berlari sejenak di permainan yang dicintai sejak kecil, bersama anggota tim yang seperti keluarga, dan penggemar yang mendewakannya.

Penampilan itu juga bukan semata untuk diri sendiri, tetapi untuk banyak orang, termasuk sang ayah. Wajar jika Messi seolah bisa melampaui usia primanya dengan fisik yang sudah memasuki usia pensiun. Adapun pada awal Juni, sang pemain Inter Miami itu masih berlatih terpisah akibat cedera.

Dari pelajaran itu, lawan Argentina selanjutnya patut berhati-hati. Tim ”Tango” akan ditantang Austria dalam laga kedua Grup J di Stadion AT&T, Arlington, Texas, AS, Selasa (23/6/2026), pukul 00.00 WIB. Austria datang dengan keyakinan berkat kemenangan 3-1 atas Jordania.

Kapten Austria David Alaba mengantisipasi sekaligus mengagumi kecemerlangan Messi. ”Sungguh luar biasa apa yang mampu dilakukan Messi. Sungguh istimewa melihatnya bangkit dan berlari seperti itu, dengan trigol, di turnamen seperti ini, yang tidak lain adalah Piala Dunia,” ujarnya.

Berbicara pengalaman, Messi dan Austria terpaut jarak bagai lapisan atmosfer dengan kerak bumi. Saat sang GOAT atau greatest of all time sudah memainkan Piala Dunia keenam, Alaba dan rekan-rekan baru kembali tampil setelah absen selama 28 tahun. Austria terakhir tampil di edisi Perancis 1998.

Pendukung Argentina mengikat bendera bergambar Lionel Messi ke pohon saat para pendukung berkumpul di Mill Creek Park, Kansas City, Missouri, Senin (15/6/2026).

Michael Steele/Getty Images/AFP (Foto oleh MICHAEL STEELE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

KANSAS CITY - JUNE 15: Argentina supporters tie a flag showing Lionel Messi to a tree as supporters gather at Mill Creek Park on June 15, 2026 in Kansas City, Missouri.   Michael Steele/Getty Images/AFP (Photo by MICHAEL STEELE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Masalahnya, bukan hanya Messi yang akan menjadi ancaman bagi Austria. Seisi skuad Argentina juga berbahaya sebab mereka berstatus juara bertahan. Banyak pemain kelas dunia di tim asuhan Pelatih Lionel Scaloni, antara lain penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, dan gelandang Chelsea, Enzo Fernandez.

”Kami melihat kualitas Argentina. Mereka tim klasik yang mendasarkan permainannya pada penguasaan bola. Kami telah memulai dengan baik dan sekarang kami akan mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Argentina. Ini adalah langkah besar,” kata Pelatih Austria Ralf Rangnick.

Laga nanti berpotensi menjadi momen bersejarah bagi Messi dan dunia sepak bola. Mantan pemain Barcelona itu berpotensi memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Saat ini, dia memiliki jumlah gol yang sama dengan pemegang rekor sebelumnya, Miroslav Klose (16).

Tentunya, Messi juga harus berhati-hati agar tidak terlalu emosional dan kehilangan fokus. Dia hampir saja diusir dari lapangan dalam laga sebelumnya karena tekel yang sangat tinggi kepada pemain Aljazair. Beruntung, wasit masih bermurah hati kepadanya.

Saat ini, belum ada informasi soal masalah kesehatan yang dihadapi Jorge. Pihak keluarga Messi meminta agar publik memberikan ruang untuk pria 68 tahun tersebut. ”Kesehatan seseorang dan ketenangan pikiran orang yang mereka cintai tidak boleh menjadi subyek spekulasi atau kepentingan media yang tidak bertanggung jawab,” jelas mereka dalam rilis.

Sebelumnya, pembawa acara televisi dari Argentina Florencia Pena membuat blunder dengan memberikan informasi palsu di tengah siaran langsung Luzu TV. Dia mengklaim ayah Messi telah meninggal di tengah-tengah laga pertama Argentina. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji