BerandaOlahragaAries Susanti Mendaki ke ...

Aries Susanti Mendaki ke Puncak Dunia

28 Agt 2018 04:18 WIB · Olahraga

Oleh Syahnan Rangkuti

 Aries Susanti

Kalau saja ada adu panjat dinding dengan peserta cecak, kadal, laba-laba, dan Aries Susanti Rahayu, niscaya Aries yang akan menjadi juara. Tentu saja pertandingan itu tidak akan pernah terlaksana. Namun kalau Anda melihat langsung atau rekaman video, aksi Aries memanjat dinding nomor kecepatan (speed) putri pada Asian Games 2018, di Palembang, Kamis (23/8/2018), kemungkinan Anda bakal setuju dengan perumpaan di atas.

Kiasan itu hanya untuk menggambarkan bagaimana putri Indonesia bertubuh mungil itu dapat memanjat dinding tegak setinggi 15 meter dengan kemiringan 85 derajat hanya dalam kisaran waktu 7,6 detik. Nyaris tidak ada kesalahan yang dibuat gadis 23 tahun itu sejak penyisihan sampai final. Ia merebut medali emas setelah bertarung melawan seniornya di pelatnas, Puji Lestari.

Medali Aries menjadi catatan sejarah, karena itulah emas pertama Indonesia dari cabang panjat tebing di Asian Games. Panjat tebing pun baru pertama kali dipertandingkan di pesta olahraga terbesar di Asia ini.

Sebenarnya bukan sekali itu ia membuat sejarah. Mei lalu, Aries mendapat medali emas pada seri Kejuaraan Dunia di Chongqing, China. Ia mengalahkan pemanjat Eropa ternama asal Rusia, Elena Timofeeva di final.

Video rekaman pertandingan itu sempat menjadi viral di Indonesia. Tiada yang menyangka anak dari sebuah desa kecil di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah itu mampu mengalahkan atlet top kelas dunia.

 Atlet panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu (kiri), berhasil menyumbangkan medali emas setelah di final mengalahkan rekannya, Puji Lestari, dalam final kecepatan putri cabang panjat dinding Asian Games 2018 di Arena Panjat Tebing, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/8/2018).

Namun harus dipahami, prestasi Aries itu bukanlah kisah Loro Jonggrang ketika Pangeran Bandung Bondowoso yang sakti mandraguna berhasil membuat 1.000 candi hanya dalam semalam. Kiprah Aries menjadi anak kebanggaan bangsa ini penuh lika-liku, ombak pasang surut, onak berduri, turun naik, jatuh bangun, bahkan berdarah-darah.

Ia rela mengorbankan masa remajanya. Basah kuyup berpeluh setiap hari dan jauh dari keluarga yang disayang. Lima hari dalam sepekan, ia harus berlatih ekstra keras.

Angkat beban adalah menu latihan sehari-hari untuk meningkatkan kekuatan otot alat gerak atas dan bawah. Lari, melompat, dan memanjat adalah pekerjaan rutin. Semua itu harus diulang beberapa kali dalam sehari, tanpa mengeluh. Hasil kerja keras itu kini sudah berbuah manis.

Memanjat pohon

Sejak kecil, Aries memang sudah ”berbeda” dengan anak perempuan lainnya. Sewaktu di sekolah dasar, ia lebih senang memanjat pohon daripada bermain boneka dengan teman sebaya.

“Dulu waktu kecil di lapangan dekat rumah ada banyak pohon mahoni yang masih kecil. Saya sering memanjat pohon dan langsung berpindah ke pohon yang lain dari atas. Nggak nyangka sekarang saya masih memanjat juga,” ujar Aries sembari tertawa saat berbincang dengan Kompas di sebuah hotel di Palembang Jumat (24/8/2018). Ia ditemani pelatih kepala panjat tebing Indonesia, Caly Setiawan.

 Atlet panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu, berhasil menyumbangkan medali emas setelah di final mengalahkan rekannya, Puji Lestari, dalam final speed putri cabang panjat dinding Asian Games 2018 di Arena Panjat Tebing, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/8/2018).

Aries senang berolahraga, terutama lari. Ketika duduk di sekolah menengah pertama, ia menjadi juara lomba lari tingkat kecamatan dan kabupaten. Berkat lari, ia mendapat beasiswa dari Sampoerna.

Ketika naik kelas II SMP tahun 2007, guru olahraga yang dipanggilnya Pak Yuli, menawari Aries berpindah ke panjat dinding. Secara kebetulan, Ari keponakan Yuli yang merupakan pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Grobogan, sedang mencari atlet muda untuk dipersiapkan dalam Pekan Olahraga Daerah Jawa Tengah.

Aries pun tertarik. Ia menjadi atlet panjat dinding termuda di Grobogan dalam usia 14 tahun. Tidak sampai dua tahun berlatih, Aries meraih medali emas dalam ajang Porda Jateng tahun 2009.

Setelah lulus SMP, Aries sengaja bersekolah di SMAN 9 Semarang agar dapat mengasah kemampuan dalam panjat dinding. Di Grobogan, ia sudah tidak memiliki lawan setara. Waktu itu, ia mendengar kabar bahwa FPTI Jateng sedang menyeleksi atlet untuk PON 2012 di Riau.

Namun Aries tidak langsung masuk ke tim inti. Ia menjadi pemain cadangan untuk lawan tanding atlet PON. Ternyata, Aries justru mengalahkan seluruh atlet pelatda dan masuk ke tim inti Jateng untuk PON.

Ketika bertanding di PON Riau, nama Aries tenggelam. Padahal, Jateng menjadi pengumpul medali emas terbanyak. Kiprah Aries kandas di babak delapan besar. Penyebabnya, Aries turun dalam nomor beregu speed track. Padahal, sewaktu latihan ia lebih banyak berlatih kecepatan.

Usai PON, dalam suasana sedih, Aries pulang ke kampung halamannya. Namun ia tidak melupakan panjat dinding. Ia kerap berkeliling di Jawa Tengah untuk mencari lawan tanding. Pada PON 2016 di Jawa Barat, Aries sudah bermain di nomor kecepatan beregu dan mengantarkan timnya merebut emas. Namun, ia belum turun di nomor perorangan, karena kalah kemampuan dari senior.

 Aries Susanti

Langkahnya masuk ke tim nasional Asian Games tidak lebih dari faktor kebetulan. Pada awal 2017, Aries diminta untuk memberi pelatihan singkat panjat tebing untuk tim Kopassus di Jakarta. Di situ ia bertemu dengan Hendra Basir, pelatih nasional panjat tebing.

Hendra ternyata terkesan melihat kemampuan Aries. Hendra pun mengajak Aries berlatih bersama atlet top nasional yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018. Syaratnya, Aries harus membiayai sendiri akomodasi selama latihan. Statusnya hanya sebagai lawan latih tanding atau cadangan. Namun dalam tiga kali pertandingan simulasi dengan atlet pelatnas, justru Aries yang menjadi juara. FPTI pun memasukkan Aries menjadi atlet inti pelatnas.

Pada debut internasional di Kejuaraan Asia di Iran, September 2017, Aries hanya mendapat perunggu dari nomor spesialisasinya. Ia kalah dari pemanjat China, Song Yiling di semifinal. Di final, atlet Indonesia Puji Lestasi mengalahkan Song, untuk merebut emas.

Di Asian Games 2018, Aries kembali menghadapi Song Yiling di babak semifinal. Kali ini, Aries membalas telak kekalahannya atas Song. Di final, Aries mengalahkan seniornya Puji Lestari yang sebelumnya menang melawan atlet China lain, He Cuilian.

Kini, setelah menjadi yang terbaik di Asia, Aries belum mau berhenti. Ia sedang menatap ajang terbesar di dunia, Olimpiade Tokyo 2020. Aries berharap pemerintah mau mendukung cabang panjat tebing ke level lebih tinggi. Ia tidak merinci permintaannya, karena ia menganggap pemerintah pasti sudah tau apa yang harus dilakukan.

Caly mengatakan, Aries akan mengikuti tujuh kejuaraan sepanjang sisa 2018. Dua seri kejuaraan dunia, kejuaraan Asia dan empat turnamen pemanjat elite kelas dunia di China.

Di Olimpiade Tokyo, untuk pertama kalinya panjat dinding akan dipertandingkan. Hanya saja, nomor pertandingan hanya kombinasi speed, lead, dan boulder. Padahal, Aries memiliki spesialisasi di nomor kecepatan (speed) saja. Namun dengarlah kata Aries.

”Tidak ada yang tidak mungkin. Masih cukup waktu berlatih untuk Olimpiade Tokyo. Saya akan fokus berlatih boulder dan lead. Pasti bisa,” katanya.

Ketika ditanya apa cita-citanya yang belum tercapai, Aries ingin mencatatkan diri sebagai pencetak rekor dunia. Saat ini rekor kecepatan masih dipegang oleh Iuliia Kaplina dari Rusia. Perjalanan Aries tentu saja masih panjang. Dengan ketekunan, kerja keras dan dukungan pemerintah, ia pasti dapat mendaki lebih tinggi sampai ke puncak dunia.

Aries Susanti Rahayu

Lahir: Grobogan, 21 Maret 1995

Orangtua: S Sanjaya (ayah), Maryati (ibu)

Pendidikan:

  • SDN Taruna, Klambu, Grobogan
  • SMPN 1 Grobogan 2009
  • SMAN 9 Semarang dan SMA Kristen Purwodadi 2012.
  • Jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah SemarangPrestasi:
  • Emas Asian Games 2018
  • Emas seri Kejuaraan Dunia Chongqing, China Mei 2018.
  • Perak seri Kejuaraan Dunia di Xiamen, China 2017
  • Perunggu seri Kejuaraan Dunia Tai’an China 2018
  • Perunggu Kejuaraan Asia Iran 2017

Kerabat Kerja

Penulis:

Syahnan Rangkuti
 | 

Editor: