Digagas sejak 1960-an, Jembatan Suramadu baru terealisasi dan dibangun pada 2003-2009.
17 Jun 2026 16:06 WIB · Ekonomi & Bisnis
Kompas/Raditya Helabumi
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/ab08626e-9b4b-41e5-9de9-f12a208a2087.jpg)
Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) adalah salah satu infrastruktur monumental yang pernah dibangun di Indonesia. Jembatan itu dibangun bukan di atas sungai atau jurang, melainkan di atas laut.
Membentang di atas Selat Madura, jembatan sepanjang 5.438 meter itu merupakan jembatan antarpulau yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura. Diresmikan pada 10 Juni 2009, Jembatan Suramadu kini telah berusia 17 tahun.
Gagasan awal pembangunan jembatan yang menghubungkan Jawa-Madura ini sebenarnya sudah dilontarkan oleh Profesor Sedyatmo pada tahun 1960-an di era kepemimpinan Presiden Sukarno. Pada 1970 ide tersebut dimunculkan kembali oleh Muhammad Noer, Gubernur Jawa Timur pada masa itu.
Baru di era pemerintahan Presiden Soeharto, pada 1989, kajian dan perencanaan pembangunan jembatan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mulai terealisasi. Pembangunan Jembatan Suramadu tergaris tegas dalam proyek Tri Nusa Bima Sakti (TNBS) yang bertugas meneliti dan menjajaki kemungkinan menghubungkan Sumatera-Jawa-Madura. Proyek Jembatan Suramadu bukanlah proyek tersendiri, tetapi merupakan satu paket dengan megaproyek industrialisasi Madura.
Pelaksanaan proyek Jembatan Suramadu yang diketuai oleh Kepala BPPT BJ Habibie tersebut akan dilakukan oleh kontraktor domestik bekerja sama dengan Jepang (Kompas, 10/3/1995).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/633741f3-4239-4f56-a9b2-49cedfb06a9f.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/fcbaf71e-f37e-4c17-b8f7-357d1f435164.jpg)
Namun, rencana pembangunan jembatan mengalami penundaan karena berbagai faktor. Pembangunan jembatan 5,4 kilometer yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan (Madura) tercatat empat kali mengalami penundaan. Semula dijadwalkan 1 April 1995, kemudian Juni 1995, Juni 1996, hingga 10 November 1996.
Krisis moneter yang melanda Indonesia 1997-1998 membuat pemerintah akhirnya mengeluarkan daftar proyek yang harus direvisi. Melalui Keppres Nomor 39 Tahun 1997, tanggal 20 September 1997, pemerintah merevisi (menangguhkan, mengkaji kembali, dan meneruskan) 241 proyek senilai Rp 178,796 triliun.
Jembatan Suramadu termasuk dalam proyek yang ditangguhkan bersama dengan proyek lain, seperti pembangunan dan pengoperasian bandara Lombok, dan Jalan Tol Tangerang-Serpong (Kompas, 24/9/1997).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/17/49d9cb83-2175-4234-8dae-2b1fdbbd2150_jpg.jpg)
Setelah lebih dari satu dekade tertunda, realisasi pembangunan Jembatan Suramadu kembali digulirkan pada 2001-2002. Hal itu lalu disusul dengan pembangunan tiang pancang pertama Jembatan Suramadu pada 2003.
Peresmian tiang pancang pertama dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003. Lokasi pencanangan berada di Tambakwedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Presiden Megawati, saat itu, didampingi antara lain oleh Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, dan Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Da’i Bachtiar.
Saat memberikan sambutan Megawati mengatakan, pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) merupakan janji kepada masyarakat, termasuk masyarakat Madura. ”Sebelumnya, saya selalu bilang kepada mereka yang mewakili masyarakat Jawa Timur maupun Madura agar bersabar sedikit. Pembangunan jembatan pasti dilaksanakan. Saat ini sedang diproses penghitungannya, terutama untuk bagian tengah,” tutur Megawati (Kompas, 21/8/2003).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/17/23c5eb0b-da26-43b7-b90f-cff0c7094514_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/4af12db7-4514-4735-9e45-3676e99c8c30.jpg)
Pembangunan Jembatan Suramadu kemudian terus bergulir. Meski sempat terhenti karena pendanaan. Hal itu mengakibatkan rampungnya pembangunan jembatan yang dimulai pada 2003 itu beberapa kali mundur dari jadwal.
Seluruh sisi Jembatan Suramadu akhirnya tersambung pada Rabu, 1 April 2009, dini hari dengan terpasangnya segmen ke-18 atau segmen terakhir bentang tengah. Dengan pemasangan steel box girder atau lantai baja penopang itu, diharapkan pada Juni 2009 jembatan sepanjang 5.438 meter ini siap beroperasi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/d83fb48d-9887-49c3-883f-c3f2344b1ff6.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/17/1f9b7a4f-9579-4206-a081-12490a2d9443_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/c6b1a183-56d1-49b5-a2d6-7cc73324cee0.jpg)
Menurut keterangan yang disampaikan Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, penyambungan steel box girder segmen ke-18 adalah pemasangan final dari total 18 segmen steel box girder yang terpasang di pilar 46 dan 47.
”Kedua pilar ini adalah tumpuan utama bentang tengah Suramadu. Dengan terpasangnya segmen ke- 18, seluruh lantai jembatan telah tersambung,” ujar Hermanto. Penyambungan bentang tengah merupakan tahapan tersulit dari semua tahapan pembangunan konstruksi jembatan.
Steel box girder yang merupakan lantai berbahan dasar baja memiliki panjang masing-masing 12 meter dengan berat sekitar 160 ton tiap segmen. Penyelesaian tahapan pembangunan Jembatan Suramadu membutuhkan total nilai investasi sebesar Rp 4,5 triliun (Kompas, 2/4/2009).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/c3d08ed7-61cd-4dd8-9531-acbbe64a1f66.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/17/4f6d5265-bf43-4a03-b4c4-d36d92e88784_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/d82ee3bc-e0ca-43c1-aea4-02d98a893852.jpg)
Pada 10 Juni 2009, Jembatan Suramadu akhirnya diresmikan. Peresmian dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di pintu tol Suramadu sisi Madura di Dusun Sumber Wungu, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Saat memberikan sambutan Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan pengoperasian Jembatan Suramadu benar-benar mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Madura.
Selepas peresmian Jembatan Suramadu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, antusiasme warga Surabaya dan Madura untuk melewati jembatan sepanjang 5.438 meter itu tak terbendung. Sejak siang hingga sore hari ribuan warga menyerbu Suramadu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/22502dbc-6440-4e1b-b754-5fb8834e1f21.jpg)
Padahal, Jembatan Suramadu baru akan dibuka untuk umum tiga hari setelah peresmian. Namun, ribuan warga tetap menyerbu Suramadu walaupun tenda bekas peresmian di sisi Madura belum sempat dibongkar. Ribuan warga tidak sabar untuk melintasi jembatan terpanjang di Indonesia itu. Ribuan warga, terutama yang menggunakan sepeda motor, tampak antre dan berdesakan memasuki jalur yang bisa dilewati.
”Sebenarnya, kami belum akan membuka Jembatan Suramadu untuk umum, tapi desakan dan euforia masyarakat sangat besar. Pihak pengelola proyek Suramadu, yaitu Pelaksana Jalan Nasional V dan kami terpaksa mengizinkan mereka untuk melewati Suramadu,” kata Kepala Cabang PT Jasa Marga (Persero) Agus Purnomo di Surabaya.
Warga yang melintas rata-rata berboncengan dan masing-masing berusaha mengabadikan momen di Suramadu, baik menggunakan telepon seluler maupun kamera. Beberapa pengendara bahkan berhenti di tengah-tengah jembatan untuk mengambil gambar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/216f43bf-6f16-46b6-90f8-45cabe70809a.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/3fc4b7ff-f355-41c0-84c0-8fe6ed0f9950.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/01ca6be5-fefa-451d-beab-713f4d047acf.jpg)
Ribuan warga antre memasuki Tol Jembatan Suramadu setelah resmi dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Antrean warga memasuki Jembatan Suramadu di sisi Madura, 27 September 2009. KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Pengendara sepeda motor antre di loket Tol Jembatan Suramadu. KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Tol Jembatan Suramadu kemudian dioperasikan secara resmi pada 17 Juni 2009. Tol ini merupakan jalan tol pertama di Indonesia yang dapat dilalui oleh sepeda motor. Pada masa uji coba 13 Juni 2009-16 Juni 2009, PT Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan roda dua mendominasi arus lalu lintas Tol Jembatan Suramadu dibandingkan dengan kendaraan jenis lain.
Di pintu tol Surabaya tercatat jumlah kendaraan roda dua mencapai 94.714 unit, mobil golongan I sebanyak 41.116 unit, mobil golongan II sebanyak 1.454 unit, dan mobil golongan III sebanyak 4 unit. Adapun di pintu tol Madura, jumlah kendaraan roda dua mencapai 79.104 unit, mobil golongan I sebanyak 36.340 unit, dan mobil golongan II sebanyak 1.944 unit. Tarif tol untuk kendaraan golongan I ditetapkan Rp 30.000 dan untuk sepeda motor Rp 3.000.
Setelah beroperasi hampir satu dasawarsa, tarif Tol Jembatan Suramadu akhirnya digratiskan pada 27 Oktober 2018 melalui keputusan Presiden Joko Widodo. Menurut Presiden Jokowi, penurunan sampai pembebasan tarif Suramadu adalah proses lama. Awalnya, tahun 2015, atas permintaan tokoh agama di Madura dan Ikatan Keluarga Madura, tarif tol untuk pengendara sepeda motor dibebaskan. Karena tarif tol masih dirasa mahal, diskon 50 persen diberikan. Pada 2017-2018, permintaan pembebasan tarif juga muncul kembali.
”Supaya tidak ada ketimpangan ekonomi, padahal jarak Madura dengan Surabaya hanya 5-6 kilometer, dan supaya rasa keadilan bisa dicapai, kami putuskan Suramadu jadi jembatan biasa. Lagi pula, ini bukan investasi swasta atau BUMN, tetapi dibangun dari APBN,” tutur Presiden. (Kompas.id, 31/10/2018).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/ea0a3647-102b-457b-bbe4-191c2b4f7dda.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/17/6c8b3c44-b132-4e3e-bcbb-ba7ef72ffea7_jpg.jpg)
Belasan tahun beroperasi, Jembatan Suramadu tidak sekadar menjadi infrastruktur penghubung Jawa-Madura, tetapi juga menjadi gerbang perubahan kawasan. Mobilitas warga meningkat pesat, jalur dari Madura ataupun menuju Madura tak pernah sepi.
Namun, saat ini, upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan di Madura masih menjadi satu tantangan besar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/17/56cebfac-6bae-47b2-8e24-8f7974768e98_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/17/7df52dd0-be44-45e7-bac0-33f8fbc9d58e.jpg)
Penulis:
Raditya Helabumi JayakarnaEditor:
Maria Susy BerindraPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul