Polytron Indonesia Terbuka 2026 akan digelar. Turnamen yang sudah berusia 44 tahun ini akan menjadi ajang pembuktian bagi atlet nasional untuk berprestasi
24 Mei 2026 07:07 WIB · Olahraga
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon langsung melempar raket dan mengangkat kedua tangan sambil berteriak. Mereka seolah lepas dari beban tekanan begitu servis yang dilepaskan Marcus gagal dikembalikan dengan sempurna oleh pebulu tangkis Jepang, Yugo Kobayashi.
Tambahan angka bagi ganda putra Indonesia ini sekaligus mengakhiri perlawanan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor 21-14 dan 21-18 pada babak final ganda putra turnamen Indonesia Terbuka 2021 yang berlangsung secara bubble atau tanpa penonton karena situasi pandemi Covid-19.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/4807554d9efb0a1fafd248ad792d8e56-kevinmarcus2021.jpg)
Peristiwa manis tersebut menjadi momen terakhir wakil dari Indonesia yang menjuarai Indonesia Terbuka. Para pebulu tangkis Indonesia yang selalu unjuk gigi mulai dari awal diadakannya Indonesia Terbuka hingga medio 2010-an mulai dijauhi dewi fortuna saat tampil di depan pendukungnya sendiri dalam beberapa tahun terakhir ini.
Indonesia Terbuka yang mulai diadakan pada 1982 ini digagas oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Pada gelaran perdana, Indonesia langsung meraih tiga gelar melalui Icuk Sugiarto di nomor tunggal putra, Verawaty Fajrin di tunggal putri, dan pasangan ganda putra Kartono/Haryanto. Bahkan terjadi all Indonesian final di tunggal putra antara Icuk dan Lius Pongoh.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/aedd844dcf7d48b6723168ae6b7d3320-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/a9609dfc7925a078d87cfa2e19f04a0c-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/48c949f23b9c599f4d3b2eb50cc05d9f-cropped_image.jpg)
Icuk Sugiarto (kanan) mengalahkan Lius Pongoh pada final Indonesia Terbuka di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (22/8/1982). (KOMPAS/Dudy Sudibyo)
Verawaty Fajrin menjuarai Indonesia Terbuka setelah mengalahkan pebulu tangkis Jepang, Sumiko Kitada, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (22/8/1982). (KOMPAS/Dudy Sudibyo)
Icuk Sugiarto (kiri) memeluk Lius Pongoh pada final Indonesia Terbuka di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (22/8/1982). Icuk menjuarai laga tersebut. (KOMPAS/Dudy Sudibyo)
Setahun setelahnya, para pebulu tangkis Indonesia sukses menyapu bersih seluruh gelar juara Indonesia Terbuka untuk pertama kalinya. Sapu bersih selanjutnya terjadi pada 1996, 1997, dan 2001.
Secara keseluruhan, pada pelaksanaan Indonesia Terbuka periode 1982-1990, Indonesia berhasil mengantongi 26 gelar. Sektor ganda putra meraih gelar terbanyak dengan 7 gelar, kemudian tunggal putra (6 gelar), disusul ganda putri dan ganda campuran dengan masing-masing 5 gelar, dan terakhir tunggal putri (3 gelar).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/aa48ba24f79aa9acdebfbbcda2652f93-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/6866483da4be28c90f6994e16a0023c8-BW_00015801_IV_34_AND022.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/64dbbbf44c9e1c14022ec77b68c8d163-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/a87e35319f05669ea1a76b3cc0d5dbbf-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/ec7204bd6e88b25fdf4329763a058e86-cropped_image.jpg)
Ivanna Lie yang berpasangan dengan Christian Hadinata mengembalikan bola ke arah lawan pada final Indonesia Terbuka 1984. Pasangan ganda campuran ini memenangi pertandingan. (KOMPAS/JB Suratno)
Ivana Lie saat menggulung Qian Ping (Cina), 12-11, 11-2, pada final Indonesia Terbuka, Sabtu (27/8/1983), di Istora Senayan, Jakarta. (KOMPAS/Zaenal Effendy)
Liem Swie King/Eddy Hartono (kanan), Minggu (26/7/1987), menjuarai Indonesia Terbuka setelah mengalahkan pasangan Bobby Ertanto/Hadibowo di Istora, Jakarta. (KOMPAS/Hasanuddin Assegaff)
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Rosiana Tendean/Ivanna Lie (kanan), mengalahkan pasangan Verawati Fajrin/Susy Susanti untuk menjuarai Indonesia Terbuka di Istora Senayan, Minggu (26/7/1987). (KOMPAS/Hasanuddin Assegaff)
Icuk Sugiarto (kiri) menggulung Lius Pongoh, 15-6, 15-4, pada final Pelita Jaya Indonesia Terbuka di Senayan, Jakarta, Minggu (24/7/1988). (KOMPAS/Hasanuddin Assegaff)
Dekade 1991-2000 menjadi masa kejayaan pebulu tangkis nasional. Sebanyak 37 gelar dari total 50 gelar dalam periode tersebut direbut oleh para pebulu tangkis Indonesia di turnamen Indonesia Terbuka. Tunggal putra dan ganda putra mendominasi perolehan gelar, masing-masing meraih 9 gelar juara. Tunggal putri mengantongi 7 gelar. Kemudian disusul ganda putri dan ganda campuran dengan masing-masing mengantongi 5 gelar juara.
Kemudian pada 2001-2010, jumlah gelar yang diraih Indonesia mulai menurun dengan hanya menyabet 16 piala. Gelar terbanyak tetap diraih oleh tunggal putra (6 gelar), disusul ganda putra (4 gelar), ganda campuran (3 gelar), ganda putri (2 gelar), dan tunggal putri meraih satu gelar melalui Ellen Angelina pada 2001.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/0e79252fa7a8e7b3238fb540a997abc8-cropped_image.jpg)
Prestasi pebulu tangkis Indonesia di ajang Indonesia Terbuka pada dekade 2011-2020 semakin merosot dengan hanya menyabet 6 gelar di semua sektor. Gelar terbanyak diraih oleh ganda putra (3 gelar), disusul oleh pasangan ganda campuran yang diwakili Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2 gelar) dan terakhir tunggal putra melalui Simon Santoso di 2012. Tunggal putri dan ganda putri bahkan tak berhasil meraih satu gelar pun pada periode tersebut. Pada periode ini, Indonesia Terbuka 2020 gagal dilaksanakan karena pandemi Covid-19 sedang pada masa paling mematikan dan belum ada vaksinnya.
Untuk masa 2021-2025, pebulu tangkis Indonesia hanya sekali meraih gelar Indonesia Terbuka melalui pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada 2021.
Selama penyelenggaraan turnamen Indonesia Terbuka, peraih gelar terbanyak dipegang oleh Ardy B Wiranata (1990, 1991, 1992, 1994, 1995, dan 1997), Taufik Hidayat (1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006), Minarti Timur (1995, 1996, 1997, 1998, 1999, 2002), Tri Kusharjanto (1995, 1996, 1997, 1998, 1999, dan 2001), serta Lee Chong Wei dari Malaysia (2007, 2009, 2010, 2011, 2013, dan 2016). Mereka sama-sama mengoleksi enam gelar juara. Bahkan, Taufik Hidayat nyaris menambah gelarnya pada 2009 dan 2010, tetapi sayang di dua partai final itu langkahnya dihentikan oleh Lee Chong Wei. Tri Kus dan Minarti merupakan pebulu tangkis Indonesia yang fokus bermain di sektor ganda.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/15/2b7428fe1096bbe37f52d2282eca0a37-20100627AGS7.JPG)
Sejak 2018, ajang Indonesia Terbuka menjadi salah satu dari empat turnamen berlevel tinggi Super 1000 di bawah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) setelah pada 2007 berhasil masuk ke dalam kategori Super Series BWF.
Indonesia Terbuka terus digelar di Istora Senayan di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, meskipun beberapa kali penyelenggaraannya berpindah-pindah tempat di luar Jakarta, seperti Bandung, Yogyakarta, Bali, Surakarta, Surabaya, Batam, Semarang, dan beberapa kota di Kalimantan.
Pada tahun ini, Polytron Indonesia Terbuka 2026 akan digelar pada 2-7 Juni 2026 di Istora GBK, Jakarta. Ajang ini menjadi pembuktian bagi para atlet bulu tangkis nasional untuk meraih juara setelah puasa gelar Indonesia Terbuka selama empat tahun terakhir.
Penulis:
Totok WijayantoEditor:
Yuniadhi Agung