Setelah kehadiran Sarinah pada tahun 1966, pusat perbelanjaan modern kemudian mulai bermunculan pada dekade-dekade berikutnya di Jakarta.
08 Mar 2025 16:16 WIB · Foto
Tiga tahun terakhir terutama pasca-pandemi Covid-19, pusat-pusat perbelanjaan di Indonesia kembali berbenah setelah terpuruk. Banyak pusat perbelanjaan baru diluncurkan menandai pemulihan sektor ritel. Tak hanya itu, konsep-konsep baru pun ditawarkan untuk memberikan ”kesegaran” dan mengusung tren yang sedang diminati.
Mereka juga berlomba menawarkan pengalaman belanja yang berbeda. Pengelola pusat perbelanjaan tampak memberikan perhatian lebih detail pada sisi desain dan konsep pusat belanja. Pemilihan mitra peritel yang akan mengisi pusat perbelanjaan juga lebih selektif agar benar-benar sesuai dengan konsep yang diusung. Transformasi menjadi kata kunci untuk tetap bertahan dan terus berkembang.
Jika berbicara pusat perbelanjaan di Indonesia yang saat ini masih bertahan, tentu salah satunya adalah Sarinah. Sebagai pusat perbelanjaan tertua dan pertama di Indonesia, Sarinah sukses bertransfomasi setelah kembali beroperasi pada 21 Maret 2022 sejak dilakukan renovasi pada 2020. Sarinah yang digagas Presiden Soekarno untuk mewadahi kegiatan perdagangan produk dalam negeri serta mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia merupakan pelopor bisnis ritel modern di Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/bd2ff9aa-e21a-4e3a-9ae3-5f48bb996a4d_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/a2b0bfdd-a940-435e-bab6-88603f398285_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/925bacc7-a7b4-4598-b848-10ef7e2e7a5f_jpg.jpg)
Dalam catatan Kompas, pembangunan Pusat Perbelanjaan Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta, menggunakan dana pampasan dari Pemerintah Jepang. Upacara pembukaan Sarinah dilakukan pada 15 Agustus 1966. Hadir dalam pembukaan saat itu Menteri Perdagangan Ashari, Menteri Keuangan Frans Seda, Menteri Veteran Sarbini, Gubernur Bank Indonesia Radius Prawiro, Dubes Jepang Shizuo Saito, dan wakil dari perusahaan-perusahaan dagang Jepang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/11b9fd44-15ea-42cc-8283-66dfe233e74b_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/53edc903-2cd2-4b2a-bff9-dbffd5f65deb_jpg.jpg)
Renovasi Sarinah yang termasuk dalam gedung cagar budaya dengan menelan biaya total Rp 700 miliar itu menghadirkan wajah dan napas baru bagi Sarinah. Presiden Direktur PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati, dalam wawancara dengan Kompas pada Maret 2022, mengatakan, ”Transformasi Sarinah kami buat end to end, mulai dari gedung, konsep bisnis, branding, produk dan tenant, hingga transformasi sistem dan sumber daya manusia.”
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/1f7eacc6-acf9-4adc-a96f-eb32b9d034a3_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/245aff9c-6de1-4da4-9960-dd0f665a4e3a_jpg.jpg)
Setelah kehadiran Sarinah pada tahun 1966, pusat perbelanjaan modern kemudian mulai bermunculan pada dekade-dekade berikutnya di Jakarta. Sebut saja Aldiron Plaza, Gajah Mada Plaza, dan Blok M Plaza yang populer pada era akhir 1970-an hingga 1990-an. Aldiron Plaza yang dibuka pada akhir Desember 1978 kemudian menjadi pionir pesatnya perkembangan kawasan Blok M yang juga dikenal sebagai tempat berkumpulnya kawula muda. Hingga saat ini, Gajah Mada Plaza dan Blok M Plaza masih ada. Sementara lokasi yang dulu berdiri Aldiron Plaza sekarang telah berganti menjadi Blok M Square.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/1eabf100-1551-42d6-a8e5-d61e475bc073_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/5e62a719-9044-48d2-a7e0-5f0b0b44dd99_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/af380749-9db8-4860-8a42-1e5e06db4651_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/a8c0e4db-4cec-4abc-8202-766c602f0901_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/a469b928-b401-40b5-8f1a-a4b0381ad9f3_jpg.jpg)
Tidak hanya di Jakarta, pusat perbelanjaan modern juga dibangun di kota-kota lain. Salah satunya adalah Tunjungan Plaza di Surabaya, Jawa Timur. Mulai beroperasi pada 1986, Tunjungan Plaza yang dibangun PT Pakuwon Jati Tbk merupakan pusat perbelanjaan modern pertama di Surabaya. Berawal dari Tunjungan Plaza 1 saat ini telah berkembang hingga Tunjungan Plaza 6.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/16ff0f91-18fe-4930-a1a3-c372a3f066d3_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/88ac3e41-27a4-4f3b-9c15-8fc050af3952_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/b9f134c2-87a8-4ec2-934a-dc2e7660e1aa_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/49609df6-4fed-4920-8c48-493798e216a5_jpg.jpg)
Memasuki periode tahun 2000-2010, kehadiran ritel modern di Indonesia baik ritel lokal maupun internasional semakin menggurita. Kehadiran ritel-ritel modern ini bahkan menyasar masyarakat kalangan kelas menengah ke bawah. Kehadiran toko modern, seperti minimarket, supermarket, ataupun pusat grosir, sangat mudah dijumpai, terutama di hampir semua kota di Pulau Jawa dan Sumatera serta menyusul kota-kota di beberapa pulau padat populasi lainnya. Pada era ini, ritel modern muncul dengan menawarkan format hipermarket dan waralaba.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/10c3b48f-b5a3-45ee-8b3b-aa99cdbeae2b_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/28b83b45-cfce-4885-b263-ab78ec6cb5cc_jpg.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/05/b18ce199-5f10-4354-9d60-442b705ca035_jpg.jpg)
Tentu saja tidak semua pusat perbelanjaan dan ritel modern di Indonesia mampu bertahan menghadapi tantangan, seperti ketatnya persaingan usaha, krisis moneter. serta pandemi yang berdampak tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga perekonomian. Ada yang masih tetap bertahan meski harus mengurangi atau menutup sejumlah ritel dan ada juga yang berhenti beroperasi.
Memasuki revolusi industri 4.0 ini, industri ritel modern dipacu untuk beradaptasi dalam menghadapai tantangan baru, seperti perubahan tren belanja secara daring dan perkembangan transaksi digital yang memudahkan konsumen mendapatkan barang tanpa harus pergi ke toko.
Penulis:
Raditya Helabumi JayakarnaEditor:
Hamzirwan .Penyelaras Bahasa:
Galih Rudanto