Arteta Lepas ”Rem Tangan”, Arsenal Tak Tergoyahkan

Penampilan bersama Odegaard dan Eze memperlihatkan sosok Arteta yang lebih berani. Berkat itu, Arsenal mengakhiri rentetan nasib buruk versus West Ham di kandang.

05 Okt 2025 04:38 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, MINGGU — Manajer Arsenal Mikel Arteta tidak berhenti membungkam para pengkritik. Sering disebut terlalu berhati-hati belakangan ini, sang manajer justru memperlihatkan mode tancap gas dengan permainan sangat ofensif saat menaklukkan West Ham United. Pembuktiannya tecermin dalam pemilihan para starter. 

Daftar starter tuan rumah Arsenal menjadi sorotan dalam kemenangan 2-0 atas West Ham di Stadion Emirates, London, Minggu (5/10/2025) WIB. Arteta memainkan dua gelandang serang sekaligus, Eberechi Eze dan Martin Odegaard, sejak menit pertama. Mereka mendampingi gelandang pivot Declan Rice di lini tengah dalam formasi 4-3-3.

Pemilihan pemain itu tidak biasa. Jangankan Eze dan Odegaard bersamaan, Arteta berulang kali tidak memainkan gelandang serang dalam formasi trio gelandang tersebut, terutama di laga-laga besar. Media-media Inggris pun menilai, sang manajer suka mengaktifkan rem tangan di dalam skuad layaknya mobil balap. 

Dengan hanya satu pemain jangkar, dari biasanya dua, Arsenal leluasa menyerang sejak menit pertama. Mereka memiliki Eze dan Odegaard sebagai pusat kreativitas tim. Tuan rumah bahkan nyaris unggul cepat berkat peluang Eze yang bernilai 0,76 xG (ekspektasi gol). Sayangnya, peluang itu melambung di atas mistar gawang.

Odegaard mengalami masalah lutut di pertengahan laga. Dia digantikan gelandang Martin Zubimendi pada menit ke-30. Meskipun kehilangan satu profil gelandang serang, Arsenal sudah berhasil mengontrol kendali permainan. Mereka akhirnya unggul lewat gol Rice hanya delapan menit setelah Odegaard ditarik.

”Itu bukanlah performa yang baik. Kami tahu laga ini akan sulit karena kami menghadapi tim bagus,” kata Pelatih Kepala West Ham Nuno Espirito Santo yang baru menjalani laga keduanya setelah direkrut. ”Kami tidak mampu bernapas dan maju menyerang. Tidak ada yang perlu didiskusikan soal hasil,” lanjutnya. 

TOPSHOT - West Ham United's Brazilian midfielder #10 Lucas Paqueta (L) vies with Arsenal's Spanish defender #36 Martin Zubimendi (R) during the English Premier League football match between Arsenal and West Ham United at the Emirates Stadium in London on October 4, 2025. (Photo by HENRY NICHOLLS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Dominasi Arsenal tecermin dalam statistik paruh pertama. Mereka unggul mutlak jumlah tembakan 15-2 dengan penguasaan bola mencapai 73 persen. Tim tamu dipaska bertahan dengan blok rendah. Adapun ”Si Meriam” berhasil mencatat empat peluang besar sepanjang laga, saat West Ham gagal mencatat tembakan tepat sasaran.

Arteta berkata, hasil positif di derbi London berkat pelajaran dua musim terakhir. Arsenal menjamu West Ham dengan catatan dua kekalahan beruntun di kandang sendiri. Mereka selalu kesulitan karena kurang total menyerang tim tamu. Odegaard dan rekan-rekan ujungnya frustrasi dan kecolongan dari serangan balik. 

Arteta pun memutuskan strategi yang jauh lebih ofensif kali ini untuk mencetak gol lebih dulu. ”Ketika bertemu Newcastle, kami belajar dari luka masa lalu di stadion mereka. Hari ini juga sama. Kami kalah dua kali di Emirates, tetapi menang hari ini. Kami pantas mendapatkan hasil itu dengan penampilan yang dominan,” ucapnya.

Setelah unggul, Arsenal memegang mutlak kontrol permainan. Mereka tidak perlu tampil terlalu berisiko karena sudah unggul. Berbicara mempertahankan keunggulan, mereka merupakan ahlinya sebagai tim dengan pertahanan terbaik di liga. Di sisi lain, West Ham akan otomatis terpancing keluar dari sarang sendiri. 

Arsenal menutup laga dengan gol kedua di menit ke-67 lewat hadiah penalti. Penyerang sayap bintang Bukayo Saka sukses mengeksekusi penalti tersebut sekaligus melengkapi kontribusi total 100 gol sejak debut bersama Arsenal. Dia mencapai prestasi brilian tersebut di usia masih sangat muda, 24 tahun.

Menurut Saka, Arsenal semakin tangguh musim ini. Mereka terbukti bisa meraih enam poin dalam sepekan terakhir, versus Newcastle dan West Ham, berbeda dibandingkan musim lalu ketika mengombinasikan nol poin. ”Kami tahu kualitas yang dimiliki di lini serang. Jika bisa mencatat nirbobol, kemungkinan besar kami akan menang,” katanya.

Arsenal's English midfielder #07 Bukayo Saka celebrates after scoring their second goal from the penalty spot during the English Premier League football match between Arsenal and West Ham United at the Emirates Stadium in London on October 4, 2025. (Photo by HENRY NICHOLLS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Berkat hasil itu, Arsenal memasuki jeda internasional dengan berstatus tim pemuncak klasemen Liga Inggris. Mereka mengudeta posisi Liverpool dengan raihan 16 poin dari 7 laga. Liverpool mundur satu peringkat dengan catatan 15 poin dari 7 laga usai kekalahan dari Chelsea 1-2 di Stadion Stamford Bridge, London. 

”Untuk bisa berada di posisi puncak saat jeda internasional, seusai jadwal berat dalam beberapa pekan terakhir dan berbagai cedera, itu adalah hal sangat baik. Kami menunjukkan respons yang tepat. Tinggal bagaimana para pemain yang ada mempertahankan standar itu di jeda internasional dan setelahnya,” ujar Arteta.

Satu-satunya hal negatif untuk Arsenal di laga tadi adalah kondisi cedera Odegaard. Sang kapten sudah tiga kali beruntun diganti pada paruh pertama saat ditampilkan sebagai starter. Dia mengalami dua kali masalah baru sebelumnya. Kali ini, Odegaard menghadapi cedera lutut yang terakhir dihadapi pada 2020. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto