Petenis putri top dunia, termasuk Aryna Sabalenka, tampil di Australia dan Selandia Baru. Petenis nomor satu dunia ini memenangi babak kedua WTA Brisbane.
06 Jan 2026 20:07 WIB · Olahraga
AFP
BRISBANE, SELASA — Aryna Sabalenka hanya membutuhkan waktu 48 menit untuk memenangi pertandingan pertamanya di nomor tunggal putri pada 2026. Penampilan yang solid membuatnya hanya kehilangan satu gim ketika menjalani babak kedua turnamen WTA 500 Brisbane.
Pertandingan tersebut terjadi saat melawan Cristina Bucsa di Queensland Tennis Centre, Brisbane, Australia, Selasa (6/1/2026). Sabalenka menjalani pertandingan tersebut setelah mendapat bye pada babak pertama karena menjadi salah satu dari 16 unggulan. Unggulan teratas tersebut menang dengan skor 6-0, 6-1.
Sabalenka unggul dalam banyak indikator statistik, seperti mendapat 54 dari 76 poin (71,1 persen) yang diperebutkan. Dari poin tersebut, empat di antaranya didapat dari as.
”Servis saya sangat baik. Saya beberapa kali melakukan servis dan voli dan wow, saya senang dengan level permainan saya. Saya senang kembali ke sini dan bisa bermain baik di depan kalian,” kata Sabalenka di hadapan penonton di stadion.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/06/b2d087e0c17decd4af10300a2296fbf7-TENNIS_AUS_WTA_ATP_135093542.jpg)
Saat melawan atlet putra, intensitas permainannya berbeda, apalagi melawan Nick. Dia banyak melakukan ”drop shot” hingga saya harus banyak bergerak.
Kemenangan yang mengantarkannya untuk melawan Sorana Cirstea pada babak ketiga membuka peluang bagi Sabalenka untuk membuka musim kompetisi dengan baik. Dia menjuarai WTA 500 Brisbane 2025, menjadi finalis di turnamen yang sama pada 2024 (kalah dari Elena Rybakina), dan menjadi juara WTA 500 Adelaide 2023.
Selain persiapan pada jeda di antara musim 2025 dan 2026, Sabalenka menilai, ada pengaruh positif untuk penampilannya di Brisbane dari pertandingan ekshibisi melawan petenis putra Australia, Nick Kyrgios. Pertandingan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 28 Desember 2025 itu bernama ”Battle of Sexes”.
”Saat melawan atlet putra, intensitas permainannya berbeda, apalagi melawan Nick. Dia banyak melakukan drop shot hingga saya harus banyak bergerak. Itu menguji daya tahan fisik saya. Hari ini, saya merasa bisa bergerak dengan baik,” tutur atlet dengan dua gelar Grand Slam Australia Terbuka dan dua dari Amerika Serikat Terbuka ini.
Sabalenka menjadi salah satu dari tiga petenis ranking lima besar yang tampil di Brisbane, salah satu ajang pemanasan untuk Australia Terbuka, 18 Januari-1 Februari. Petenis lain adalah Amanda Anisimova yang menempati ranking ketiga dan Elena Rybakina (5).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/06/9150c63cc46168d8b50d0662a1980c43-Australia_Tennis_135079280.jpg)
Atlet ranking kedua, Iga Swiatek, dan Cori ”Coco” Gauff (4) memilih tampil dalam kejuaraan beregu campuran Piala United di Sydney dan Perth. Turnamen ini diikuti 18 tim yang bersaing dalam enam grup pada babak penyisihan. Juara grup ditambah dua tim terbaik dari kedua kota akan tampil pada perempat final.
Swiatek, yang bermain untuk Polandia, dan Coco (AS) tidak tampil sesolid Sabalenka. Coco bahkan kalah saat melawan Jessica Bouzas Maneiro, 1-6, 7-6 (3), 0-6, pada Grup A, Senin, meski AS menang 2-1 atas Spanyol. Selain Spanyol, AS menang atas Argentina dan memastikan diri lolos ke perempat final.
Swiatek juga bermain tiga set ketika berhadapan dengan Eva Lys (Jerman) meski masih bisa menang, 3-6, 6-3, 6-4. Polandia menang 3-0 dan akan berhadapan dengan Belanda, Rabu, untuk membuka peluang lolos dari Grup H. Tim lain, selain AS, yang lolos ke perempat final adalah Argentina, Belgia, Swiss, dan Yunani.
Selain WTA Brisbane dan Piala United, petenis putri menjalani persiapan menuju Australia Terbuka dengan bertanding pada WTA 250 Auckland, Selandia Baru, pada pekan ini. Petenis Indonesia, Janice Tjen, yang ditempatkan sebagai unggulan keenam kalah dari Sonya Kartal (Inggris) dengan skor 1-6, 7-6 (4), 3-6 pada babak pertama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/17/6a0a30ad90548a7835b4d509c828a5bb-DSC06941.jpg)
Janice membayar kekalahan itu dengan memenangi babak pertama ganda putri bersama Caty McNally (AS). Mereka mengalahkan Magali Kempen/Anna Siskova (Belgia/Ceko), 7-5, 7-5. Pada perempat final, Tjen akan berhadapan dengan seniornya, Aldila Sutjiadi, yang berpasangan dengan atlet Jepang, Makoto Ninomiya.
Janice tampil di WTA Auckland sebagai petenis ranking ke-54 dunia. Dia mencapai posisi itu setelah tampil dalam rangkaian WTA Tour dan Grand Slam AS Terbuka sejak Agustus 2025. Hasil terbaik pada fase awal langkahnya di WTA Tour ini adalah saat menjuarai WTA 250 Chennai di tunggal dan ganda putri. (AP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti