AS Bergegas Sangkal Terlibat Serangan Israel ke Iran

Israel mengaku berkoordinasi dan dibantu AS dalam serangan ke Iran. AS menyatakan tidak terlibat.

13 Jun 2025 08:35 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

Catatan Redaksi: Berita ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan mutakhir.

WASHINGTON DC, JUMAT — Amerika Serikat bergegas menyatakan tidak terlibat serangan Israel ke Iran. Israel menyatakan berkoordinasi dengan AS untuk melancarkan serangan yang diberi sandi ”Operasi Singa Bangkit” itu.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengeluarkan pernyataan tak lama setelah rudal Israel meledak di Teheran pada Jumat (13/6/2025) dini hari. ”Malam ini, Israel melakukan langkah sepihak pada Iran. Kami tidak terlibat dalam serangan ke Iran dan prioritas kami melindungi pasukan AS di kawasan,” ujarnya.

”Israel menyampaikan kepada kami bahwa mereka percaya tindakan ini diperlukan untuk pertahanan diri. Presiden Trump dan jajaran telah melakukan semua yang diperlukan untuk melindungi pasukan kita di kawasan serta terus berkomunikasi dengan mitra kawasan. Saya tegaskan, Iran jangan menyerang kepentingan atau warga AS,” lanjutnya.

Media AS, CNN, menyebut pernyataan itu upaya penegasan AS tidak mau ikut campur urusan Israel. Serangan itu masalah Israel, bukan masalah pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan jajarannya.

Media israel, The Jerusalem Post, menyebut Israel berkoordinasi erat dengan AS untuk menyiapkan serangan itu. Militer Israel, Tzahal, tidak menjelaskan perincian koordinasi tersebut.

Media Israel lainnya, Yedioth Ahronoth, menyebut Tzahal dapat dukungan logistik dari AS. Tidak disebutkan apa wujud dukungan itu.

AS-Iran dijadwalkan bertemu lagi di Oman pada akhir pekan ini. Pertemuan itu untuk melanjutkan perundingan soal nuklir Iran. AS berkeras, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir atau punya kemampuan membuat senjata itu.

Sementara Iran menuntut perlakuan setara: tidak boleh ada negara di Timur Tengah punya senjata nuklir. Hal itu berarti senjata nuklir Israel juga harus dilucuti. Program nuklir Israel ditutup dari siapa pun, termasuk AS dan organisasi pemantau internasional.

A U.S. Army Terminal High Altitude Area Defense launching station sits at the ready in Israel, March 4, 2019. The deployment of a THAAD System to Israel is an exercise involving U.S. Army, U.S. Air Force and Israeli forces, under the Dynamic Force Employment concept. The exercise builds readiness and interoperability in the region, demonstrates the U.S. capability to rapidly deploy air defense assets globally, and demonstrates U.S. Army Europe's mission to deter potential adversaries and support allies. (U.S. Air Force photo by Staff Sgt. Cory D. Payne)

Trump tak mau

Sejak awal perundingan AS-Iran, Israel telah menyatakan tidak setuju ada konsesi apa pun terhadap Iran. Israel begitu menggebu menyerang Iran.

Trump sampai memecat Penasihat Keamanan Nasional AS, Mike Waltz, gara-gara itu. Waltz diam-diam berkoordinasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menyiapkan serangan ke Iran.

Trump juga memecat sejumlah pejabat AS yang terindikasi amat simpatik pada Israel. Selain itu, ia dilaporkan menolak komunikasi langsung dengan Netanyahu dan sejumlah petinggi Israel. Kondisi itu membuat Israel tidak nyaman.

A firefighter calls out his colleagues at the scene of an explosion in a residence compound in northern Tehran, Iran, Friday, June 13, 2025. (AP Photo/Vahid Salemi)

Bahkan, beberapa jam sebelum rudal Israel meledak di Iran, Trump kembali menolak serangan ke Iran. ”Saya tidak mau mereka jalan karena, saya serius, akan merusak,” ujarnya merujuk pada dampak serangan Israel pada upaya diplomatik sola nuklir Iran.

Trump beberapa kali menyatakan, serangan apapun ke Iran bisa merusak upaya diplomatik mencari solusi nuklir Iran. Relasi dengan pemerintahan Netanyahu menegang sejak Trump dilantik.

AS terus mengupayakan solusi diplomatik. Sayangnya, setelah beberapa putaran, AS-Iran tidak kunjung menemukan titik temu. Israel semakin menggebu menggempur Iran. Sejak awal pekan ini, AS terus mengumumkan Israel akan segera menyerang Iran.

Oleh karena itu, para warga sipil AS diminta segera meninggalkan wilayah sekitar Iran. Permintaan itu antisipasi jika Iran membalas serangan Israel dengan cara menyerang pangkalan dan warga AS di kawasan.

Tzahal menyiapkan serangan yang akan berlangsung selama beberapa hari. Pasukan cadangan telah dipanggil dengan fokus pada Angkatan Udara, sandi, dan perbekalan.

Tzahal mengklaim serangan dilancarkan pada fasilitas nuklir Iran. Serangan juga diarahkan ke gudang rudal. Sejumlah rumah dan mess perwira Iran juga diserang.

”Iran punya ribuan rudal yang mengancam kami. Kalau bukan karena perlindungan AS, kami sudah habis diserang Iran,” kata Daron Spielman, Juru Bicara Tzahal, kepada FoxNews.

AS telah menempatkan dua baterai THAAD, penangkis rudal tahap akhir. AS juga membantu Israel mengembangan berbagai sistem pertahanan udara.

Sementara Netanyahu berpidato di tengah serangan Israel ke Iran. Ia menuding Iran mengancam Israel, negara yang bolak-balik lebih dulu menyerang Iran.

Tzahal menuding Iran punya cadangan uranium untuk membuat sampai 15 bom nuklir. Seluruh bom itu bisa dibuat dalam hitungan hari. Oleh karena itu, Tzahal memutuskan serangan ke Iran pada Jumat dini hari.

Selepas serangan itu, seluruh warga Israel diminta bersiap masuk ke tempat perlindungan. Netanyahu dan seluruh anggota kabinet Israel telah masuk ke tempat perlindungan sebelum serangan dilancarkan.

Seluruh sekolah dan pasar dilarang beroperasi sampai pemberitahuan selanjutnya. Mayoritas tempat kerja, kecuali instansi amat penting, juga dilarang beroperasi.

(AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari