Di Sharm el-Sheikh, Mesir, Trump bersama kepala negara-negara mediator menandatangani dokumen kesepakatan damai antara Hamas-Israel di Jalur Gaza.
14 Okt 2025 05:03 WIB · Internasional
SHARM EL-SHEIKH, SELASA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama kepala negara-negara mediator mengesahkan dokumen mengenai perjanjian perdamaian di Jalur Gaza. Kesepakatan ini menjadi jalan pembuka menuju kawasan Timur Tengah yang damai.
Trump menandatangani dokumen tersebut dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian 2025 di Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025) waktu setempat. Kepala negara-negara mediator lainnya, yakni Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, turut mengesahkan dokumen itu.
”Bersama-sama, kita telah mencapai apa yang semua orang katakan mustahil. Akhirnya kita mencapai perdamaian di Timur Tengah. Sekarang pembangunan kembali dimulai,” kata Trump, menurut Bloomberg.
Trump bersama El-Sisi menjadi tuan rumah KTT tersebut. Lebih dari 20 pemimpin dunia dan organisasi menjadi saksi peristiwa tersebut, termasuk dari Indonesia, Perancis, Inggris, Otoritas Palestina, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak hadir dengan alasan hari raya.
KTT itu berlangsung setelah Hamas dan Israel menepati komitmen fase pertama gencatan senjata berdasarkan proposal AS. Kedua pihak bertukar sandera dan tahanan, Senin. Hamas telah membebaskan 20 sandera hidup dan akan segera menyerahkan jenazah empat sandera. Israel tengah membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/14/db359903-9812-4980-8e0b-f4aea160724d_jpg.jpg)
The New York Times mencatat, Trump kembali menegaskan bahwa kesepakatan damai untuk Gaza sudah memasuki fase kedua. ”Saat ini sedang digarap dan kami sebenarnya berada di tahap ketiga dan keempat,” ujarnya tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Dalam pidatonya, El-Sisi menegaskan kembali dukungan terhadap rencana Gaza. Dia berharap, hal itu dapat menciptakan cakrawala politik bagi implementasi Solusi Dua Negara.
”Kesepakatan Gaza menutup babak menyakitkan dalam sejarah manusia serta membuka era baru perdamaian dan stabilitas bagi Timur Tengah,” kata El-Sisi, menurut Al Jazeera.
Aymen Abdel Wahab, Wakil Direktur Al Ahram Center for Political and Strategic Studies, menilai, tantangan sebenarnya bukan pada tahap pertama perjanjian. ”Mesir akan menghadapi lebih banyak tantangan pada tahap kedua seiring upayanya di sektor keamanan dan pemeliharaan perdamaian,” tuturnya.
Sebelum berkunjung ke Mesir, Trump sempat mampir untuk berpidato di Knesset, Parlemen Israel. Selama kunjungan di Israel dan Mesir, Trump tanpa henti memuji peran negara-negara Arab dan Islam sehingga kesepakatan damai bisa tercapai. Di Sharm el-Sheikh, ia mengapresiasi peran penting El-Sisi.
”El-Sisi memiliki peran yang sangat penting bagi Hamas. Bahkan, hak umum di sini sangat berperan karena Hamas menghormati negara ini dan mereka menghormati kepemimpinan Mesir. Jadi, ia memainkan peran yang sangat penting. Saya sangat menghargainya,” kata Trump.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/14/bbfcb60d-7848-4e5c-ab05-74e259aca2e2_jpg.jpg)
Trump juga berterima kasih kepada pemimpin lain, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz dan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. Dia secara khusus menyoroti Erdogan.
”Dia memang tangguh, tetapi dia adalah teman saya. Setiap kali saya membutuhkannya, dia selalu ada untuk saya,” tutur Trump tentang Erdogan.
El-Sisi balik memuji Trump. ”Saya yakin Anda adalah satu-satunya yang dapat mengakhiri perang ini. Satu-satunya yang mampu membawa perdamaian ke kawasan kami,” katanya.
Di sisi lain, gencatan senjata yang dicapai dibayangi ancaman. Israel punya rekam jejak pernah melanggar kesepakatan. Banyak pertanyaan tentang langkah selanjutnya di Jalur Gaza yang hancur total belum terjawab tuntas. Setela perang selama dua tahun, saat ini ada sekitar 2 juta rakyat Palestina menjadi pengungsi.
Di samping itu, Hamas dan Israel belum sepakat tentang tata kelola pemerintahan Gaza pascaperang. Proposal AS mengusulkan pemerintahan transisi yang diawasi Dewan Perdamaian serta menolak keterlibatan Hamas. Israel juga ingin demiliterisasi Hamas. Hamas tentu menentang ide tersebut.
Dalam pidatonya, Trump mengatakan, fokus di Gaza sekarang harus diarahkan pada ”memulihkan dasar-dasar kehidupan yang baik” melalui rekonstruksi besar-besaran. Anggarannya sangat besar.
”Rekonstruksi Gaza juga mengharuskan demiliterisasi dan pembentukan pasukan polisi baru yang jujur untuk menciptakan kondisi yang aman bagi rakyat di sana,” ujar Trump.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/14/467ca197-bcc3-4c46-ac2d-4713a8343122_jpg.jpg)
El-Sisi mengatakan, Mesir akan menyelenggarakan konferensi tentang rekonstruksi Gaza. ”Mesir akan bekerja sama dengan AS dalam koordinasi dengan para mitra beberapa hari mendatang untuk meletakkan fondasi bagi rekonstruksi Jalur Gaza. Kami bermaksud menyelenggarakan konferensi pemulihan awal, rekonstruksi, dan pembangunan,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 200 tentara AS akan membantu mendukung dan memantau kesepakatan gencatan senjata. Mereka merupakan bagian dari tim yang terdiri dari negara-negara mitra, lembaga swadaya masyarakat, dan pelaku sektor swasta. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan