Perancis Mau Akui Palestina, AS-Israel Hentikan Perundingan Damai

AS-Israel menolak menjamin perang berhenti di Gaza. Di sisi lain, mereka menuntut pelucutan total dan demiliterisasi Gaza.

25 Jul 2025 11:04 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

DOHA, JUMAT — Amerika Serikat dan Israel mendadak membatalkan putaran lanjutan perundingan gencatan senjata di Gaza. Pembatalan dilakukan menjelang Perancis mengumumkan akan mengakui kedaulatan Palestina.

Dilaporkan media AS, CNN, pada Kamis (24/7/2025) pukul 16.00 waktu Qatar, para pihak merasa optimistis pada peluang perundingan. Sumber CNN menyebut, Hamas menyerahkan tanggapan positif atas usulan mekanisme gencatan senjata. Media Israel, Times of Israel, melaporkan usulan itu bisa dikerjakan.

Namun, beberapa jam kemudian, AS-Israel kompak menarik perunding dari Doha. Mereka menuding Hamas tidak serius melanjutkan perundingan. AS-Israel sama-sama tidak mengungkap bagian mana dari usulan Hamas yang dianggap jadi perintang bina damai.

Penarikan perundingan dilakukan menjelang Presiden Perancis Emmanuel Macron mengumumkan akan mengakui Palestina. Menteri Luar Negeri Perancis dan hampir 40 negara lain akan berkumpul pekan depan di New York AS untuk membahas pengakuan itu.

Soal perundingan Doha, menurut Times of Israel, para penengah dan Israel tak menjamin perang akan berakhir di Gaza. Tidak ada pula kejelasan soal pembebasan seluruh warga Palestina yang dipenjara Israel tanpa sidang yang adil. Jawaban untuk soal peningkatan pasokan bantuan kemanusiaan bagi Gaza juga tidak ada.

Di sisi lain, AS-Israel terus menuntut pelucutan total Hamas. Mereka juga menuntut seluruh sandera dibebaskan dari Gaza. ”Saya pikir mereka (Hamas) berusaha, dari yang kami pahami, mereka berusaha sebaik mungkin. Mereka mencoba membantu semampunya,” kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa kepada CNN.

Selepas AS-Israel menarik perunding, Hamas menegaskan selalu siap membicarakan perdamaian sejati, adil, dan langgeng. ”Pergerakan menegaskan hasrat terus berunding dan berkomuninasi dengan mereka dalam tataran yang membantu mengatasi rintangan dan menuju pada kesepakatan gencatan senjata permanen,” demikian pernyataan Hamas.

Naima Abu Ful berpose untuk foto dengan anaknya yang kekurangan gizi berusia 2 tahun, Yazan, di rumah mereka di kamp pengungsi Shati di Kota Gaza pada hari Rabu, 23 Juli 2025.

Hamas menyebut, pernyataan Utusan Khusus AS untuk Perdamaian Steve Witkoff sebagai hal bias dan tak jujur. Pernyataan Witkoff disebut bagian dari perang psikologis dan propaganda Isrel yang ditujukan untuk membenarkan kelanjutan serbuan Israel ke Gaza.

Witkoff menyebut Hamas tak berniat baik mencari perdamaian. ”Kami sekarang mencari alternatif untuk membebaskan sandera dan membuat kondisi yang stabil bagi warga Gaza,” kata Witkoff.

Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott tidak menjelaskan alternatif apa yang diberikan AS. Ia menegaskan, tidak perlu meragukan komitmen AS yang memperjuangkan gencatan senjata.

Beberapa hal yang dibahas dalam perundingan meliputi gencatan senjata 60 hari, yang dibarengi pembebasan 10 sandera oleh Hamas, dan 18 jenazah sandera. Di sisi lain, Israel diwajibkan membebaskan para tahanan Palestin. Bantuan kemanusiaan juga diberikan akses terbuka, dan Israel-Hamas berunding untuk mencapai gencatan senjata permanen.

Perundingan mengalami kebuntuan karena tuntutan Hamas dan Israel tentang upaya mengakhiri perang. Hamas menegaskan hanya akan membebaskan seluruh sandera dengan imbal balik penarikan mundur seluruh militer Israel dan diakhirinya perang.

Israel bergeming dan menyatakan tidak akan mengakhiri perang hingga Hamas meletakkan senjata dan menyerah. Hamas menyatakan siap menyerahkan kekuasaan pemerintahan, tetapi tidak akan meletakkan senjata.

Bantuan kemanusiaan

Perundingan yang gagal itu diperburuk oleh blokade Israel dan serangan terhadap pencari bantuan kemanusiaan. Tiap hari di Gaza kini terjadi kematian akibat kelaparan termasuk tewasnya anak balita dan bayi yang kelaparan. Menurut Badan Pangan PBB (WFP), sekurangnya 100.000 perempuan dan anak–anak mengalami gizi buruk dan tubuhnya kurus kering.

PM Inggris Keir Starmer mengatakan menyiapkan pertemuan darurat dengan Jerman dan Perancis, Jumat, terkait pengiriman bahan pangan dan bantuan untuk Gaza dan mencapai perdamaian.

Israel kini ditekan 28 negara Barat yang menuntut diakhirinya perang dan mengkritik Israel atas blokade yang membuat kelaparan di Gaza. Selain itu, 100 lembaga HAM dan bantuan kemanusiaan mengeluarkan pernyataan mengecam Israel dan menerangkan para staf mereka di Gaza juga mengalami kelaparan.

AS dan Israel menolak semua tuduhan tersebut serta balik menuduh Hamas memperpanjang perang.

Penyaluran bantuan kemanusiaan versi AS-Israel sudah mengakibatkan 1.000 warga Palestina tewas ditembaki di dekat pusat penyaluran bantuan. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto