Asa Baru Pengungsi Rohingya

Seruan Yunus untuk memulangkan pengungsi Rohingya dianggap sebagai salah satu solusi permasalahan panjang Rohingya.

22 Mar 2025 09:33 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Penjabat PM Bangladesh Muhammad Yunus, dalam pesannya pada Hari Internasional untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial, Jumat (21/3/2025), mendesak negara-negara mengambil sikap menentang diskriminasi rasial dan menyerukan ”tindakan konkret” untuk memulangkan pengungsi Rohingya.

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres,Pejabat PM Bangladesh Muhammad Yunus di Cox's Bazar, di Bangladesh, 14 Maret 2025.

Yunus mengatakan bahwa penderitaan Rohingya tetap menjadi contoh mencolok tentang bagaimana diskriminasi rasial memicu krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Salah satu tindakan kongkret yang dimaksud adalah memulangkan pengungsi Rohingya ke Myanmar. 

Dia menekankan bahwa situasi pengungsi Rohingya di Bangladesh ingin kembali ke tanah air mereka di Rakhine sesegera mungkin. Selain itu, Yunis juga menyatakan bahwa Rohinya tidak dapat dipertahankan tanpa batas waktu.  

Pemandangan udara dari kamp pengungsi Rohingya Cox's Bazar, Bangladesh, 13 Maret 2025.

Kamp pengungsi terbesar di dunia

Bangladesh saat ini menampung lebih dari 1,2 juta Muslim Rohingya di Cox’s Bazar. Sebagian besar mulai  melarikan diri dari Myanmar pada Agustus 2017 saat terjadi represi militer. Cox’s Bazar saat ini menjadi permukiman pengungsi terbesar di dunia. Selain di Bangladesh, pengungsi Rohingya juga melarikan diri ke negara-negara lain. Malaysia, Thailand, dan Indonesia menjadi persinggahan pengungsi ini menuju tujuan Australia. Gelombang pengungsi ini datang silih beganti dengan perahu kayu. 

Selain pengungsi, banyak juga di antara mereka yang terjebak dalam perdagangan orang. Sindikat ini menawarkan iming-iming kehidupan yang lebih layak, dengan membayar sejumlah uang. Di Indonesia diperkirakan terdapat 2.800 pengungsi Rohingya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengunjungi Pusat Memori Budaya Rohingya di Ukhia, Cox's Bazar, Bangladesh, Jumat (14/3/2025).
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Pusat Memori Budaya Rohingya di Ukhia, Cox's Bazar pada 14 Maret 2025. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tiba di Bangladesh pada 13 Maret untuk kunjungan empat hari dan bertemu dengan para pengungsi Rohingya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (tengah L) mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Ukhia, Cox' Bazar pada 14 Maret 2025.
Ribuan pengungsi Rohingya berkumpul untuk mendengarkan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres dalam kunjungannya ke kamp pengungsi di Ukhia, Cox' Bazar pada lama 14 Maret 2025.
Pengungsi Rohingya berkumpul untuk mendengarkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Cox' Bazar pada 14 Maret 2025.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam kunjungan ke kamp pengungsi di Cox’s Bazardi Bangladesh, pekan sebelumnya juga menyatakan keprihatinan yang sama. Cox’s Bazar adalah daerah  tempat tinggal sekitar satu juta Muslim Rohingya, yang melarikan diri dari penganiayaan di negara Myanmar. 

Guterres juga menyoroti pemotongan bantuan kemanusiaan Pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Seruan Yunus ini seakan menjadi harapan baru bagi jutaan pengungsi Rohingya yang tersebar di banyak negara tanpa kewarganegaraan. 

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari