Prabowo-Gibran akan meneruskan pembangunan bangsa untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.
20 Okt 2024 06:46 WIB · Politik & Hukum
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/03/a025de59-d429-44bc-ba0b-c1b6b626e716_jpg.jpg)
Pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden RI periode 2024-2029 melanjutkan lembaran pembangunan bangsa. Pada Pemilu 2024 lalu, pasangan ini membawa visi, misi, dan program yang berfokus pada upaya-upaya untuk memenuhi target Indonesia Emas 2045.
Penekanan pada tujuan Indonesia Emas 2045 ini secara eksplisit disampaikan dalam visi dan misi Astacita yang ditawarkan oleh Prabowo-Gibran. Gagasannya dituangkan dalam visi ”Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Visi ini kemudian dijabarkan ke dalam delapan misi yang akan menjadi panduan pemerintahan pada lima tahun mendatang.
Misi pertama yang dibawa berkaitan dengan pengokohan ideologi negara, demokrasi, serta pemenuhan dan perlindungan HAM. Ke depan, pemerintah bertekad untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap hidup, menjadi pedoman kehidupan warga, dan muara dari semua kebijakan yang diambil pemerintah.
Misi kedua Astacita mengangkat isu sistem pertahanan dan keamanan negara serta mendorong kemandirian bangsa. Pemerintahan Prabowo-Gibran berencana untuk memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara serta mendorong swasembada dalam berbagai bidang, seperti pangan, energi, dan air.
Selain itu, pemimpin baru ini juga akan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru untuk mendukung kemandirian nasional dan ketahanan ekonomi.
Baca juga: Kuat di Pertahanan, Tantangan di Kesejahteraan
Selanjutnya, pemerintahan Prabowo-Gibran juga memiliki misi untuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mengembangkan infrastruktur. Dengan tujuan mengatasi tantangan pengangguran serta meningkatkan kualitas lapangan kerja, misi ini mencakup upaya mendorong kewirausahaan dan pengembangan industri kreatif.
Tidak hanya itu, Prabowo-Gibran juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Misi keempat yang diangkat dalam Astacita adalah penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Melalui Astacita, pemerintahan Prabowo-Gibran ingin menunjukkan bahwa pembangunan SDM menjadi salah satu kunci untuk menuju kemajuan bangsa. Misi ini mencakup peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta sains dan teknologi.
Selain itu, pemerintahan baru juga berencana meningkatkan prestasi olahraga, mendorong kesetaraan jender, serta memperkuat peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas dalam pembangunan nasional.
Dalam misi kelima, Astacita memberikan titik berat pada kelanjutan hilirisasi dan industrialisasi. Masuknya hilirisasi ke dalam visi negara ke depan merupakan hal yang positif mengingat hilirisasi dan industrialisasi bisa bekerja sebagai cara untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/19/72d41c78-aa0f-41ba-ae49-ea3e8bbe9918_jpg.jpg)
Untuk itu, pemerintahan Prabowo-Gibran berkomitmen untuk melanjutkan upaya hilirisasi guna menciptakan industri yang lebih maju dan berdaya saing tinggi.
Misi keenam yang diusung oleh pemerintahan Prabowo-Gibran adalah membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi. Misi ini menekankan pentingnya membangun dari desa dan dari bawah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo-Gibran berencana untuk melanjutkan program-program yang mendukung pembangunan desa dan kelurahan serta memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, misi ketujuh dalam pemerintahan ke depan ialah soal penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi. Misi ini menjadi salah satu prioritas demi menciptakan pemerintahan yang bersih dan efisien.
Prabowo-Gibran berkomitmen untuk memperkuat reformasi di sektor-sektor ini serta meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Terakhir, misi kedelapan dalam Astacita adalah untuk memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya serta meningkatkan toleransi antarumat beragama dan mempromosikan keadilan sosial. Penghargaan terhadap alam ini nantinya akan berhubungan juga dengan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: Untaian Pesan bagi Prabowo-Gibran
Visi Indonesia Emas 2045 sendiri merupakan sebuah cita-cita besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera pada usia kemerdekaan yang ke-100. Untuk mencapai tujuan ambisius ini, sebelumnya, Presiden Joko Widodo menggagas ”Impian Indonesia 2015-2085” yang menetapkan sejumlah sasaran strategis.
Impian tersebut mencakup pencapaian kecerdasan manusia Indonesia yang unggul di tingkat global; masyarakat yang menjunjung tinggi pluralisme, budaya, dan nilai-nilai etika; serta transformasi Indonesia menjadi pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia. Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang merata, mengatasi korupsi, serta menjadi negara mandiri dan berpengaruh di Asia-Pasifik.
Di satu sisi, visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan oleh pemerintahan baru sudah mulai menyentuh sejumlah tantangan menuju mimpi Indonesia Emas. Meski demikian, di sisi lain, jalan yang harus ditempuh tidaklah mudah.
Salah satu persoalan fundamental untuk menghadapi tantangan ini terletak pada pendidikan. Hasil skor Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan bahwa kemampuan membaca, matematika, dan sains anak-anak Indonesia masih terbilang minim. Di lingkup Asia Tenggara saja, Indonesia berada di peringkat bawah, hanya mampu mengungguli Filipina dan Kamboja.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/19/de6de9ca-0c47-486f-b991-ca7f79cb9336_jpg.jpg)
Tentunya, di luar soal pendidikan, masih ada segunung target menuju Indonesia Emas 2024, mulai dari pemerataan ekonomi, perbaikan kesehatan masyarakat, hingga peningkatan investasi dan modernisasi industri.
Untuk mewujudkan target emas itu, diperlukan kerja keras dan komitmen dari pemerintahan Prabowo-Gibran agar misi dan program yang telah dijanjikan dapat diakselerasi dengan cepat.
Dengan modal koalisi politik yang besar, semestinya akan semakin banyak pula pihak-pihak yang berkolaborasi bersama pemerintah. Harapannya, semangat gotong royong ini bisa segera mewujudkan masyarakat adil dan makmur sesuai cita-cita kemerdekaan bangsa. (LITBANG KOMPAS)
Baca juga : Selamat Bekerja, Prabowo-Gibran
Penulis:
RANGGA EKA SAKTIEditor:
YOHAN WAHYU