Indonesia memiliki 15 wakil pada turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka. Delapan di antaranya langsung tersingkir pada babak pertama.
16 Okt 2025 07:12 WIB · Olahraga
ODENSE, RABU — Denmark Terbuka baru menyelesaikan satu babak, tetapi atlet Indonesia lebih banyak yang tersingkir. Delapan dari 15 wakil datang ke Odense, Denmark, hanya untuk bermain pada babak pertama.
Enam dari delapan wakil itu tersisih pada babak pertama yang berlangsung di JYSKE Bank Arena, Rabu (15/10/2025). Hanya tiga yang memenangi babak awal pada hari kedua turnamen, Rabu siang hingga Kamis dini hari waktu Indonesia itu. Mereka adalah Jonatan Christie, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil.
Sementara kekalahan dialami Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum, dan Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi pada sektor ganda. Adapun di tunggal, Anthony Sinisuka Ginting kalah dari pemain tuan rumah yang merupakan juara bertahan, Anders Antonsen, dengan skor 7-21, 19-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/15/21090bd65323722258c292d04b0bb101-JafarFelisha6_R32_DenmarkOpen2025_PBSI_20251015.jpg)
Rangkaian kekalahan itu menambah daftar atlet Indonesia yang tersisih pada babak pertama yang berlangsung Selasa, yaitu Alwi Farhan dan Gregoria Mariska Tunjung.
Dengan demikian, kecuali ganda putra yang masih memiliki tiga wakil, empat sektor lain tinggal menyisakan satu wakil. Jonatan, yang mengalahkan Kenta Nishimoto, 10-21, 21-11, 21-7, akan melawan pemain Jepang lainnya, Kodai Naraoka, pada babak kedua, Kamis.
Putri Kusuma Wardani menjadi andalan tunggal putri setelah seniornya kalah. Ganda putri dan ganda campuran menyisakan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Adnan/Indah. Adapun ganda putra memiliki Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Rian/Rahmat.
Bagi sebagian besar atlet, kekalahan di Denmark menjadi kekalahan beruntun pada babak-babak awal. Anthony, misalnya, tak pernah melewati babak kedua pada delapan turnamen, tujuh di antaranya berlangsung sejak Juli saat dia kembali ke persaingan setelah pulih dari cedera bahu kanan.
Melawan pemain top dunia, sebagai patokan kemampuannya, Anthony baru bisa memberi perlawanan dalam satu atau dua gim, tetapi belum bisa menang seperti yang dialami saat melawan Antonsen.
”Pada gim pertama, saya kurang bisa menemukan pola permainan yang baik, sedangkan Antonsen bermain sangat agresif. Pada gim kedua, Koh Indra (Widjaja, pelatih tunggal putra) mengingatkan tidak perlu ragu-ragu untuk bermain seperti apa pun. Dari situ, saya main tanpa beban, tetapi setelah unggul, saya masuk lagi ke permainan Antonsen,” tutur Anthony.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/16/9249fa3ca5aff10ab6d44e7a9e02c509-Ginting8_R32_DenmarkOpen2025_PBSI_20251015.jpg)
Atlet yang saat ini menempati ranking ke-71 dunia itu juga menyatakan, dia masih kesulitan untuk menghindarkan diri agar tidak terbawa pola permainan lawan. ”Seperti pada gim pertama dan akhir gim kedua tadi, ketika saya terpancing ke rancangan lawan, saya belum bisa menemukan strategi yang tepat untuk membalikkannya,” kata Anthony.
Setelah Anthony dan Alwi kalah, wajah tunggal putra Indonesia terselamatkan oleh Jonatan, meski dia bermain tiga gim melawan Nishimoto. Jonatan kesulitan mengontrol permainan pada gim pertama ketika merasakan laju angin yang cukup kencang. Baru pada dua gim berikutnya, dia bisa bermain lebih baik, apalagi fisik Nishimoto terlihat menurun.
”Kodai, lawan berikutnya, jauh lebih ulet. Saya harus siap untuk lebih capek dan berani mengadu pukulan. Selain itu, semoga fisik bisa pulih maksimal karena babak kedua tidak akan berlangsung selarut ini,” ujar Jonatan, yang bermain pada Rabu tengah malam waktu setempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/16/6cb35f2976e8b11dedc5e64bfe30e64b-Jonatan8_R32_DenmarkOpen2025_PBSI_20251015.jpg)
Selain Jonatan, hanya Rian/Rahmat dan Adnan/Indah yang menang pada pertandingan Rabu. Adnan/Indah mengalahkan pasangan India, Mohit Jaglan/Lakshita Jaglan, untuk bertemu pemain Korea Selatan, Lee Jong-min/Chae Yu-jung. Chae adalah pemain senior yang menjadi juara dunia ganda campuran 2023 bersama Seo Seung-jae.
Sementara Rian/Rahmat membuat kejutan dalam debut sebagai pasangan dengan menyingkirkan unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Rian/Rahmat menang 21-17, 21-13 dan akan melawan Takumo Nomura/Yuichi Shimogami yang menyingkirkan Leo/Bagas.
Adapun pada nomor ganda putri, pemain-pemain Indonesia tak bisa mengimbangi pasangan unggulan. Rachel/Febi kalah dengan skor 13-21, 17-21 dari unggulan kedua, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Pada pertandingan lain, Lanny/Amalia dikalahkan Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (4) 19-21, 10-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/16/3d519c56a6c9ee76d4f116341347501f-RachelFebi_R32_DenmarkOpen2025_PBSI_20251015.jpg)
”Bola belakang Tan/Thinaah cukup menyulitkan, tenaganya besar dan variasinya banyak. Pengembalian servis juga sulit ditebak. Berkaca dari hasil ini, kami masih harus terus ekstra dalam memperbaiki rotasi, meningkatkan tenaga dan variasi pukulan,” komentar Rachel.
Ganda putri tersisa, Amalia/Trias, akan menghadapi tantangan serupa pada babak kedua, Kamis. Kemampuan mereka sebagai salah satu formasi baru ganda putri pelatnas akan diuji Lee So-hee/Baek Ha-na (6).
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto