30 Nov 2018 03:45 WIB · Olahraga
:quality(80)/https://kompasmedia.site/wp-content/uploads/2018/11/73270960_1543509987.jpg)
MADRID, RABU Atletico Madrid dan Barcelona menunjukkan dominasi klub-klub Spanyol dengan memuncaki klasemen grup pada penyisihan Liga Champions. Atletico dan Barcelona memenangi laga kelima dan memastikan tiket ke babak 16 besar.
Atletico mengalahkan AS Monako dengan skor 2-0 untuk memuncaki Grup A dan menggusur Borussia Dortmund, Kamis (29/11/2018), di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid. Sementara Barcelona mengempaskan PSV Eindhoven dengan skor 2-1 dan mengokohkan posisinya di puncak Grup B di Stadion Philips, Eindhoven, Belanda.
Dengan hasil itu, terdapat tiga klub Spanyol yang memuncaki klasemen grup, yaitu Atletico, Barcelona, dan Real Madrid. Hanya Italia yang dapat membuntuti Spanyol dengan menempatkan dua klubnya sebagai pemuncak klasemen grup, yaitu Juventus dan Napoli.
Bagi para pemain Atletico, kemenangan itu sangat menggembirakan karena mereka baru menguras tenaga saat bermain imbang dengan Barcelona di La Liga, akhir pekan lalu. Bahkan, Pelatih Atletico Diego Simeone harus merotasi beberapa pemain di semua lini agar dapat tampil lebih agresif.
Rotasi itu memberi tambahan tenaga bagi Atletico untuk langsung menekan pertahanan Monako dan tidak memberi kesempatan bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan. Atletico hanya memerlukan 90 detik untuk memimpin laga.
Gelandang pekerja keras Koke memanfaatkan umpan dari Antoine Griezmann untuk membuat ”Los Rojiblancos” unggul 1-0. Tendangannya dari luar kotak penalti gagal dibendung kiper Monako, Diego Benaglio.
Unggul satu gol tidak membuat Atletico mengendurkan serangan. Usaha keras Atletico akhirnya berbuah manis pada menit ke-24. Kali ini giliran Griezmann yang mencetak gol kedua bagi Atletico.
Penyerang asal Perancis itu memanfaatkan umpan Angel Correa untuk memastikan kemenangan tuan rumah. Bagi Griezmann, gol itu menjadi gol keempatnya di Liga Champions musim ini.
Monako berkesempatan memperkecil kekalahan melalui titik penalti pada menit ke-82. Namun, Radamel Falcao yang menjadi algojo gagal menuntaskan tugasnya dengan baik.
”Laga berlangsung baik bagi kami pada 70 menit pertama. Kami menekan mereka dan mencari ruang untuk mencetak gol.
Kami mungkin kekurangan energi setelah laga Sabtu (24/11), dan pada akhir laga lawan dapat berkembang,” kata Simeone.
Sentuhan magis
Pada laga lain, Barcelona melibas PSV berkat sentuhan magis Lionel Messi. Ikon Barcelona itu membuka keunggulan Barca pada menit ke-61. Ia memanfaatkan umpan Ousmane Dembele untuk mencetak gol keenam di Liga Champions musim ini.
Bersama Robert Lewandowski dari Bayern Muenchen, Messi menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions musim ini. Secara total, Messi mencetak 106 gol di Liga Champions dan melebihi raihan Cristiano Ronaldo yang mencetak 105 gol.
Peran Messi tidak berhenti pada mencetak gol pembuka. Pada menit ke-70, giliran Messi yang memberikan asis bagi bek tengah Gerard Pique.
PSV memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Luuk de Jong pada menit ke-82. Namun, PSV tidak mampu menghindarkan diri dari kekalahan.
”Messi adalah pemain yang hampir tidak dapat dihentikan. Kami melakukan semua yang kami bisa dan itu tidak berguna. Itu sebabnya, dia menjadi pemain terbaik di dunia,” kata Mark van Bommel, Pelatih PSV. (REUTERS/AFP/AP/ECA)
Penulis:
Tim Harian KompasEditor: