BerandaInternasionalSekutu Israel Minta Perta...

Sekutu Israel Minta Pertanggungjawaban Kematian Sukarelawan World Central Kitchen

Sebagian sukarelawan World Central Kitchen yang tewas berasal dari negara pemasok senjata untuk Israel

02 Apr 2024 16:30 WIB · Internasional

Oleh KRIS MADA

Mobil World Central Kitchen hancur akibat serangan Israel di Gaza, Selasa (2/4/2024).

CANBERRA, SELASA — Para sekutu Israel meminta pertanggungjawaban kematian warga mereka akibat serangan Israel di Gaza. Para korban bekerja untuk World Central Kitchen yang mobilnya diserang Israel di Gaza. Padahal, organisasi itu digandeng Israel untuk menunjukkan Israel berusaha mengatasi masalah pangan di Gaza.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese membenarkan kematian seorang warga Australia dalam serangan itu, Lalzawmi ”Zomi” Frankcom. ”Australia mengharapkan pertanggungjawaban penuh atas kematian pekerja kemanusiaan,” ujarnya, Selasa (2/4/2024).

Baca juga: Serangan Israel ke Suriah Menewaskan Dua Jenderal Iran

Francom menjadi sukarelawan bagi World Central Kitchen (WCK). Lembaga itu beroperasi antara lain di Gaza, Ukraina, hingga Haiti. Canberra telah meminta penjelasan Tel Aviv atas insiden itu. Duta Besar Israel di Canberra diminta menghadap ke Departemen Perdagangan dan Luar Negeri Australia.

Permintaan penjelasan juga disampaikan oleh PM Spanyol Pedro Sanchez. WCK didirikan warga Spanyol, Jose Andres. Sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Polandia Pawel Wronski menyebut, Warsawa masih mendalami kabar kematian warga Polandia dalam serangan itu. Pemerintah Kota Przemysl, kota Polandia yang berbatasan dengan Ukraina, mengidentifikasi salah korban bernama Damian Sobol.

Mobil World Central Kitchen rusak akibat serangan Israel di Gaza, Selasa (2/4/2024).

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengecam serangan pada WCK. "Saya mengecam serangan dan mendesak penyelidikan. Meski ada tuntutan perlindungan pada warga sipil dan pekerja kemanusiaan, kita terus melihat korban baru," ujarnya.

Pemimpin World Central Kitchen, Erin Gore, menyebut, tujuh orang tewas akibat serangan Israel di Gaza. Tim sedang mengendarai mobil antipeluru yang ditempeli logo World Central Kitchen. Rombongan tiga mobil itu yang akan menjemput bantuan makanan untuk Gaza.

Baca juga: AS Desak Israel Cari Opsi Lain soal Serangan ke Rafah

Saat iring-iringan World Central Kitchen keluar gudang di Deir Al-Balah, rudal Israel menghantamnya. Di salah satu mobil yang belum hancur sepenuhnya, terlihat atasnya berlubang akibat rudal. Sementara bagian dalamnya hangus.

Quote

Berhenti membunuh warga sipil dan pekerja kemanusiaan, serta berhenti memakai makanan sebagai senjata,

Korban serangan Israel merupakan warga Australia, Polandia, Inggris, Amerika Serikat-Kanada, dan Palestina. Hampir seluruh korban warga dari negara sekutu Israel. Bahkan, Australia bersama AS, Inggris, dan Kanada memasok persenjataan ke Israel selama perang beberapa bulan ini. ”Ini serangan kepada organisasi kemanusiaan yang berada di situasi paling buruk di mana makanan dijadikan senjata perang,” ujar Gore.

Pendiri WCK José Andrés secara terbuka menuding militer Israel (IDF) sebagai penyebab kematian tujuh sukarelawan itu. ”Hari ini, World Central Kitchen kehilangan sejumlah saudari dan saudara dalam serangan udara IDF di Gaza,” ujarnya.

Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa memeriksa dampak serangan Israel pada konvoi World Central Kitchen di Gaza, Selasa (2/4/2024).

Ia meminta Israel berhenti membunuh orang secara membabi buta di Gaza. Israel harus berhenti membatasi bantuan kemanusiaan. ”Berhenti membunuh warga sipil dan pekerja kemanusiaan, serta berhenti memakai makanan sebagai senjata,” ujarnya.

IDF mengaku sedang memeriksa secara mendalam untuk memahami insiden tersebut. IDF menyebutnya sebagai insiden tragis.

Baca juga: Tekanan pada Netanyahu Makin Besar, Warga Israel Desak Gencatan Senjata di Gaza

Dalam video yang didapat media AS, CNN, seluruh korban terlihat memakai rompi World Central Kitchen. Kendaraan mereka juga dipasang identitas World Central Kitchen. Penanda kendaraan dan penumpang amat jelas dan bisa dilihat dari jauh.

Analis politik CNN, Barak Ravid, menyebut, sejumlah pihak di Israel bingung dan malu atas insiden itu. Sebab, World Central Kitchen dan IDF bekerja sama erat. IDF mau memakai World Central Kitchen untuk menunjukkan kepada dunia bahwa IDF berusaha mengatasi masalah pangan di Gaza. Kini, sukarelawan WCK malah dibunuh IDF.

Penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa memeriksa dampak serangan Israel pada konvoi World Central Kitchen di Gaza, Selasa (2/4/2024).

Ia menyebut, bukan kali ini saja sukarelawan di Gaza tewas akibat serangan Israel. Sejak perang meletus pada awal Oktober 2023, sebanyak 165 pekerja Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) tewas akibat serangan Israel. Keluarga para pekerja UNRWA juga berulang kali diserang Israel. (AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

KRIS MADA
 | 

Editor:

KRIS MADA