Per Januari 2025, Indonesia telah mengimpor gula bahan baku industri 308.780 ton, daging lembu 18.220 ton, serta gandum dan meslin 728.020 ton.
17 Feb 2025 18:24 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS — Pada awal 2025, Indonesia telah mengimpor gula bahan baku industri, daging lembu, dan gandum. Per Januari 2025, total impor gula 308.780 ton, daging lembu 18.220 ton, serta gandum dan meslin 728.020 ton.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Senin (17/2/2025), mengatakan, sebagian besar impor gula sebanyak 308.780 ton itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Total nilai impornya mencapai 162,8 juta dollar AS.
”Sebagian besar gula itu diimpor dari Thailand, yakni 287.530 ton atau 93,12 persen dari total volume impor gula pada Januari 2025,” ujarnya dalam konferensi pers tentang Kinerja Ekspor dan Impor Januari 2025 yang digelar secara hibrida di Jakarta.
Sebagian besar impor gula sebanyak 308.780 ton itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Total nilai impornya mencapai 162,8 juta dollar AS.
Indonesia, lanjut Amalia, juga mengimpor 18.220 daging jenis lembu senilai 61,2 juta dollar AS. Impor tersebut berasal dari India (73,53 persen), Australia (15,74 persen), Brasil (8,95 persen), dan sejumlah negara lain (1,77 persen).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/17/cc977e2148a589b99bef3624a3ed8ddb-Screenshot_2025_02_17_180235.png)
Selain itu, pada Januari 2025, Indonesia juga mengimpor 728.020 ton gandum dan meslin senilai 208,4 juta dollar AS. Negara asal impornya, antara lain, Australia (38,73 persen), Kanada ( 26,81 persen), dan Argentina (11,99 persen).
”Impor ketiga komoditas itu untuk mencukupi kebutuhan bahan baku industri pangan, terutama selama Ramadhan-Lebaran 2025,” katanya.
Pada tahun ini, pemerintah memutuskan mengimpor 200.000 ton gula mentah untuk memperkuat cadangan gula pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga telah menerbitkan persetujuan impor daging kerbau dan sapi sebanyak 117.000 ton.
Impor daging jenis lembu itu merupakan bagian dari kuota impor 280.000 ton daging sapi dan kerbau pada 2025. Dari jumlah itu, 100.000 ton berupa daging kerbau dan 180.000 ton daging sapi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/06/24/24140be1-72e1-4186-922e-09fd998c2d86.png)
Untuk memenuhi kebutuhan bawang putih, Kemendag juga telah menerbitkan persetujuan impor 117.612 bawang putih dari total kuota impor komoditas tersebut pada 2025 yang sebanyak 550.000 ton.
Namun, per pekan II Februari 2025, realisasi impor bawang putih masih nol persen. Sementara stok bawang putih pada awal 2025 sebanyak 53.484 ton.
Impor bawang putih juga menjadi salah satu hal yang dibahas dalam Rapat Kordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara hibrida pada Senin (17/2/2025). Harga komoditas tersebut cenderung stabil tinggi menjelang Ramadhan 2024.
Realisasi impor bawang putih untuk awal tahun ini juga dipertanyakan. Hal itu mengingat kenaikan harga bawang putih beberapa tahun terakhir ini dipicu oleh lambatnya realisasi impor (Kompas, 17/2/2024).
”Kami sudah menerbitkan persetujuan impor bagi importir bawang putih. Namun, sampai saat ini, realisasinya masih nol. Nanti kami akan coba ingatkan para pemohon izin impornya,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Pengamanan Pasar Tommy Andana.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/08/26/1724b61c-a0f0-4d49-a4f4-c28079a76384.jpg)
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Nasional Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis menuturkan, ketersediaan 12 komoditas pangan strategis untuk Ramadhan-Lebaran 2025 sangat aman. Hal itu berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Januari-Desember 2025 yang dimutakhirkan pada Januari 2025.
”Hanya terdapat tiga komoditas strategis yang perlu diimpor, yakni daging kerbau dan sapi, bawang putih, dan kedelai,” katanya.
Merujuk pada Proyeksi Neraca Pangan Nasional Januari-Desember 2025, rencana impor kedelai pada tahun ini 2,42 juta ton. Adapun rencana impor daging sapi dan kerbau serta bawang putih masing-masing 192.531 ton dan 593.966 ton.
Nita juga meminta agar setiap pemangku kepentingan pangan bersinergi menjaga neraca pangan nasional. Bapanas bahkan merekomendasikan agar setiap pemerintah daerah membuat proyeksi neraca pangan. Hal itu penting untuk memprediksi komoditas-komoditas pangan yang memerlukan penyediaan dari wilayah lain.
”Neraca pangan daerah itu bisa menjadi dasar upaya memfasilitasi distribusi pangan sekaligus mengetahui surplus dan defisit pangan di masing-masing daerah,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/17/6a73f87815a71318963ec489200be836-Screenshot_2025_02_17_145348.png)
Penulis:
Hendriyo WidiEditor:
Aris Prasetyo