Kemenangan 1-3 atas Borneo FC membuka harapan Semen Padang FC untuk keluar dari zona degradasi.
15 Jan 2025 07:19 WIB · Olahraga
Semen Padang FC langsung tancap gas ketika melakoni laga perdana pada putaran kedua BRI Liga 1 2024/2025 dengan kemenangan 1-3 atas Borneo FC 1-3 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Diperkuat para pemain baru, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini tampil nyaris sempurna.
Kemenangan ketiga Semen Padang di Liga 1 musim ini didapat melalui drama comeback pada babak kedua. Tiga gol Kabau Sirah dicetak oleh pemain-pemain baru, yaitu Filipe Chaby menit ke-49 dan Bruno Gomes menit ke-73 dan ke-76. Adapun gol tuan rumah dicetak Gabriel Furtado pada menit ke-39.
“Pertandingan ini sangat sulit, tetapi kami menjalani pertandingan yang sangat bagus malam ini,” kata Pelatih Kepala Semen Padang FC Eduardo Almeida, dalam jumpa pers usai pertandingan pekan ke-18 Liga 1 di Stadion Batakan, Balikpapan, Selasa (14/1/2025) malam.
Terlepas dari keunggulan jumlah pemain pada awal babak kedua, kehadiran para pemain baru yang didatangkan Semen Padang pada bursa transfer paruh musim berandil besar terhadap kemenangan atas Borneo. Mereka bisa cepat beradaptasi dan bekerja sama dengan para pemain lama.
Selain Chaby dan Gomes yang menyumbangkan gol, wajah baru lainnya, Irkham Mila, juga turut assist untuk gol kedua Semen Padang. Begitu pula dengan gelandang bertahan Alhassan Wakaso, bek tengah Marco Baixinho, dan kiper Arthur Augusto yang tampil apik di posisi masing-masing.
“Alhamdulillah kami dapat tiga poin. Ini hasil kerja keras teman-teman dan tim pelatih. Semoga pertandingan berikutnya dapat hasil positif,” kata Irkham, pemain sayap Semen Padang.
Tidak hanya soal gol dan assist, kehadiran para pemain baru meningkatkan mentalitas tim. Semen Padang bermain sabar dan terpola dengan membangun serangan dari bawah serta minim kesalahan. Tertinggal satu gol dari tuan rumah tidak membuat para pemain tampil tergesa-gesa untuk menyamakan skor.
Skema permainan yang enak ditonton itu ditunjang pula dengan tajamnya lini serang Semen Padang, terutama Gomes. Penyerang asal Brazil tampil ciamik dan tidak banyak menyia-nyiakan peluang sehingga berhasil mencetak dua gol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/5b151f4fe3f3e335920b4fb69bb82714-WhatsApp_Image_2025_01_14_at_21.49.19.jpeg)
Kondisi itu berbanding terbalik dengan performa Semen Padang pada putaran pertama liga. Pada sebagian besar laga, para pemain Kabau Sirah kerap melakukan kesalahan, terburu-buru melakukan serangan, dan kesulitan mencetak gol sehingga hanya meraih dua kemenangan dan empat hasil imbang dari 17 pertandingan serta berkutat di zona degradasi.
Ketika ditanya soal performa para pemain baru, Almeida mengatakan, ia tidak bisa berbicara soal pemain secara individual. Meskipun demikian, performa yang diberikan para pemain baru membuatnya senang. “Namun, mereka harus tahu, (yang dihadapi) bukan satu pertandingan ini saja, masih banyak pertandingan lain,” katanya.
Berhasil bangkit
Almeida menyebut, para pemainnya lengah saat kebobolan di babak pertama. Para pemain tidak fokus dan gagal mengantisipasi lemparan ke dalam yang dilanjutkan dengan umpan yang berbuah gol.
Dari hasil identifikasi pada jeda pertandingan, kata Almeida, timnya mengeksplorasi pada babak kedua. Kartu merah yang didapat pemain Borneo membuat situasinya lebih mudah bagi Semen Padang.
“Yang paling penting tim tetap dalam organisasi dan tetap fokus, tidak terburu-buru untuk bisa mendapatkan hasil. Kami punya pengalaman dan kami bermain dengan inteligensi untuk menyamakan kedudukan. Setelah itu, kami bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Tiga poin yang didapat, kata Almeida, sangat berharga bagi klub dan merupakan target sejak awal. Ia pun optimistis Semen Padang bisa keluar dari zona degradasi. “Hari ini permulaan yang bagus, tetapi ini baru satu pertandingan. Kami harus menjaga agar tim tetap konsisten dan lebih baik ke depan,” katanya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Kepala Borneo FC Demerson Bruno Costa mengatakan, timnya tampil kurang bagus, meskipun memulai pertandingan dengan baik, mengontrol permainan, dan mencetak satu gol. Kondisi ini tidak terlepas dari kartu merah yang didapat pada awal babak kedua yang kemudian diikuti oleh gol dari tim lawan.
“Dengan kualitas klub-klub Liga 1 saat ini, pemainnya bagus-bagus, kehilangan satu pemain membuat kami kesulitan. Tapi itulah sepakbola,” kata Demerson.
Meskipun demikian, Demerson menyebut, pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan agar Borneo bisa tampil lebih bagus dan kompak pada pertandingan berikutnya. “Pas pertandingan lawan Arema, 19 Januari nanti, kami tidak ingin hasil lain, harus dapat tiga poin,” ujarnya.
Jalan pertandingan
Laga antara Borneo vs Semen Padang berjalan relatif seimbang pada babak pertama. Walakin, tim tuan rumah bisa mendapatkan gol lebih dahulu lewat bek tengah Furtado. Bermula dari lemparan ke dalam, M Fajar Faturrahman, yang berada di sisi kiri pertahanan lawan, mengirimkan umpan lambung ke kotak penalti.
Furtado, yang tanpa kawalan, berlari menyambut umpan dengan sundulan keras ke arah gawang. Kiper anyar Semen Padang, Arthur Augusto, tak kuasa menghalau bola yang menghujam sisi kanan gawang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/a07c2fee345cbd9861d08b58fdda53d9-Borneo_FC.jpg)
Semen Padang mendapat keuntungan pada babak kedua. Gelandang Borneo, Dwiki Aris, diusir wasit usai mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-47 karena melakukan pelanggaran. Keunggulan jumlah pemain tak disia-siakan tim tamu yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.
Berselang dua menit usai kartu merah tersebut, Semen Padang menyamakan kedudukan melalui Chaby dengan memaksimalkan umpan bek kiri Geno Nofiansyah. Gelandang serang asal Portugal itu melepaskan tendangan keras mendatar yang tak dapat ditepis sempurna oleh kiper Daffa Fasya.
Irkham yang mendapat umpan terobosan di sisi kiri pertahan Borneo berlari kencang melakukan tusukan ke kotak penalti dan melepaskan umpan. Gomes yang tak terkawal dengan leluasa menyontek bola ke dalam gawang.
Gomes kembali menggetarkan gawang Borneo pada menit ke-76. Kali ini, ia menyontek bola yang dikirimkan Cornelius Stewart dari sisi kanan pertahanan Borneo.
Unggul dua gol, Semen Padang mulai bermain bertahan untuk mengamankan kemenangan. Sementara itu, Borneo yang butuh kemenangan usai dua kali menelan kekalahan beruntun di liga terus berupaya mencetak gol. Walakin, hingga akhir laga, tak ada lagi gol tercipta.
Kemenangan ini membuat Semen Padang berhasil membalas kekalahan 1-3 dari Borneo pada putaran pertama Liga 1. Selain itu, klub ini juga berangsur keluar dari zona degradasi dengan jarak satu poin saja. Kabau Sirah naik tiga peringkat pada posisi ke-15 dengan poin 13 dari hasil tiga kemenangan, empat imbang, dan sebelas kekalahan dari 18 pertandingan.
Sementara itu, Borneo tetap berkutat pada posisi ke-10 klasemen sementara. Klub dengan julukan Pesut Etam ini mengumpulkan 27 poin dari hasil tujuh kemenangan, lima imbang, dan enam kekalahan dari 18 pertandingan.
Penulis:
Yola SastraEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari