Babak Baru Permusuhan Amerika dan Iran

Amerika Serikat dan Iran telah memiliki hubungan yang buruk selama beberapa dekade. Setelah pengeboman fasilitas nuklir Iran oleh Amerika, babak baru dimulai.

26 Jun 2025 12:34 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Narasi cerita “Setan Besar” yang selalu mengancam serta persekongkolan kelompok jahat yang dikembangkan Iran dan retorika beracun “Poros kejahatan pembuat onar di Timur Tengah” di mata Amerika yang telah berkembang hampir setengah abad nampaknya akan memasuki babak baru.

Pengeboman hebat Amerika atas tiga fasilitas nuklir Iran di pegunungan Fordo, Isfahan dan Natanz, Sabtu 21 Juni 2025, tepat dihari kesepuluh pecahnya perang antara Israel dan Iran serta serangan balasan Iran ke pengkalan AS di Qatar dan gencatan senjata yang ditengahi Presiden Donald Trump nampaknya akan menjadi penutup kisah lama hubungan Amerika dan Iran. 

Foto satelit bertanggal 23 Juni 2025, menunjukkan fasilitas pengayaan nuklir Isfahan di Iran tengah setelah serangan AS. Amerika Serikat meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran termasuk Fordo dan lokasi di Isfahan dan Natanz pada 22 Juni 2023.
Gambar satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan fasilitas pengayaan Natanz di Iran sebelum serangan AS, Minggu, 15 Juni 2025.
Gambar satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan pandangan dekat teknologi nuklir Isfahan di Iran setelah serangan AS, Senin, 22 Juni 2025.
Sebuah pembom B-2 tiba di Pangkalan Angkatan Udara Whiteman Mo., Minggu, 22 Juni 2025, setelah kembali dari serangan besar-besaran di lokasi nuklir Iran pada hari Sabtu.
Gambar satelit yang dibagikan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan fasilitas pengayaan nuklir Natanz di Iran tengah pada tanggal 24 Januari 2025. Presiden Donald Trump mengatakan pada tanggal 21 Juni 2025 bahwa militer AS telah melakukan "serangan yang sangat berhasil" terhadap tiga lokasi nuklir Iran, termasuk fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Fordo.
Foto perbandingan dari gambar satelit selebaran yang disediakan oleh Planet Labs pada 17 Juni 2025 menunjukkan bangunan pangkalan rudal utara Tabriz di Tabriz pada 3 Juni 2025 (atas) dan pada 16 Juni 2025 (bawah) setelah mereka terkena serangan udara Israel.
Foto perbandingan ini dibuat dari gambar satelit selebaran yang disediakan oleh Planet Labs pada 17 Juni 2025 menunjukkan area dukungan pangkalan rudal utara Tabriz di Tabriz pada 3 Juni 2025 (atas) dan pada 16 Juni 2025 (bawah) setelah terkena serangan udara Israel.
Gambar satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan reaktor air berat Arak di Iran pada 15 Februari 2025.

Awal Kisah Lama

Adalah kudeta tahun 1953 yang diatur oleh CIA, dengan dukungan Inggris, yang menggulingkan pemerintah Iran yang dipilih secara demokratis dan menyerahkan kekuasaan kepada Shah, Mohammad Reza Pahlavi.

Negara-negara Barat khawatir akan munculnya pengaruh Soviet dan nasionalisasi industri minyak Iran.

Sebuah kios surat kabar Komunis dibakar oleh demonstran pro-shah setelah kudeta yang menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mossadegh, di Teheran, Iran pada 19 Agustus 1953. CIA secara resmi menggambarkan kudeta 1953 yang didukungnya di Iran yang menggulingkan perdana menterinya dan memperkuat pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi sebagai tidak demokratis.
Sebuah tank bergerak ke halaman Radio Teheran beberapa menit setelah pasukan pro-shah menduduki daerah tersebut saat kudeta yang menggulingkan Mohammad Mossadegh dan pemerintahannya pada 19 Agustus 1953. Ini mengungkapkan detail baru tentang salah satu operasi CIA paling terkenal sepanjang masa, semangat dari enam diplomat Amerika yang melarikan diri dari AS tahun 1979.
Perdana Menteri Mohammad Mossadegh dipanggul dikerumunan yang bersorak-sorai di Lapangan Majlis Teheran, di luar gedung parlemen, setelah menegaskan kembali pandangannya tentang nasionalisasi minyak kepada para pendukungnya pada 27 September 1951. Sambil mengungkap detail baru tentang salah satu operasi CIA paling terkenal sepanjang masa, yaitu penyelamatan enam diplomat Amerika yang lolos dari penyitaan Kedutaan Besar AS di Iran pada tahun 1979, badan intelijen tersebut untuk pertama kalinya juga mengakui hal lain. CIA kini secara resmi menggambarkan kudeta tahun 1953 yang didukungnya di Iran yang menggulingkan perdana menterinya dan mengukuhkan pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi sebagai tindakan yang tidak demokratis.
Sisa-sisa helikopter AS yang terbakar difoto di wilayah gurun timur Iran, 27 April 1980, satu hari setelah serangan komando Amerika yang gagal untuk membebaskan AS. Sandera kedutaan.
Awak USS Vincennes berdiri diatas kapal, 3 Juli 1988, untuk memberi hormat kepada kapal Samuel B. Roberts yang meninggalkan Teluk. Presiden Reagan mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa Vincennes menembak jatuh Iran Air Penerbangan 655 secara tidak sengaja. Semua 290 penumpang dan kru di atas pesawat komersial tewas.

Shah adalah sekutu strategis AS yang memperbaiki hubungan resmi dengan Washington. Namun, keluhan terus membara di kalangan warga Iran atas pemerintahannya yang otokratis dan ketundukannya pada kepentingan Amerika.

Semua itu memuncak pada tahun 1979 ketika Shah meninggalkan negara itu dan kaum revolusioner teokratis mengambil alih kendali serta memaksakan garis keras mereka sendiri. Kejadian ini dikenal dengan Operasi Ajax.

Ribuan orang Iran, mendukung partai Fedayeen, berbaris menuju kedutaan AS di Teheran, Iran, pada hari Minggu, 26 November 1979. Mereka meneriakkan slogan anti-Amerika tetapi tidak membawa poster Khomeini. Tidak ada bentrokan.
Ribuan demonstran berbaris di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran, Iran, pada hari Jumat, 16 November 1979. Diperkirakan 80.000 orang bergabung dengan pawai, dilaporkan terbesar sejak penyanderaan disita di kedutaan pada 4 November 1979.
Tiga belas sandera warga Amerika yang dibebaskan dari kedutaan AS di Teheran pada 21 November 1979 muncul di hadapan wartawan. Salah satunya, Lloyd Rollins (paling kiri di belakang meja) membaca pernyataan oleh mantan penculik mereka. Lainnya di foto dari kiri, (baris depan) adalah Terry Robinson. Joseph Vincent, James Hughes, Joan Walsh, Kathy Gross dan Anne Johnson. Baris belakang dari kiri: Terry Redford, Liz Montagne, Wesely Williams, William Quarles, Ladell Maples dan David Walker. Mantan sandera akan diterbangkan kembali ke rumah pada hari Kamis.
Dua baris pasukan yang setia kepada Ayatollah Ruhollah Khomeini berdiri di depan Kedutaan Amerika Serikat 15 Februari 1979 di Teheran.
Tiga sandera pertama dibebaskan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran, Iran, tiba di Rhein-Main AS, Pangkalan Angkatan Udara di Frankfurt/Main, Jerman Barat, 20 November 1979. Dari atas tangga adalah Sersan Marinir William Quarles, Marinir Cpl. Ladell Maples dan Kathy Gross. Tiga belas sandera, wanita dan orang Afrika-Amerika dalam kelompok tersebut, dibebaskan pada tanggal 19 dan 20 November, tetapi 53 sisanya terus ditahan. Satu sandera lagi dibebaskan karena sakit pada 11 Juli 1980.

Pada 4 November 1979, saat sentimen anti-Amerika mencapai puncaknya, mahasiswa Iran menyandera 66 diplomat dan warga negara Amerika dan menahan lebih dari 50 dari mereka selama 444 hari.

Itu adalah tontonan yang memalukan bagi Amerika Serikat dan Presiden Jimmy Carter saat itu. Ia segera memerintahkan misi penyelamatan rahasia beberapa bulan setelah krisis penyanderaan Iran.

Dalam Operasi Eagle Claw, delapan helikopter Angkatan Laut dan enam pesawat angkut Angkatan Udara dikirim untuk bertemu di gurun Iran. 

Badai pasir membatalkan misi tersebut dan delapan anggota angkatan tewas ketika sebuah helikopter menabrak pesawat pengisian bahan bakar C-120.

Ditutup mata dan dengan tangan terikat, seorang sandera Amerika dipimpin oleh militan muda ke massa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran, Iran, 8 November 1979.

Hubungan diplomatik diputus pada tahun 1980 dan tetap terputus.

Iran membebaskan para sandera beberapa menit setelah pelantikan presiden Ronald Reagan pada 20 Januari 1981. Presiden Carter bahkan tidak bisa membebaskan sandera sampai akhir masa jabatannya.  

Serangan Amerika pada tiga fasiltas nuklir Iran bukanlah yang pertama. Pada tanggal 18 April 1988, Angkatan Laut AS menenggelamkan dua kapal Iran, merusak satu kapal lainnya, dan menghancurkan dua kapal pengintai lain dalam pertempuran terbesarnya sejak Perang Dunia II. 

Dalam foto file 15 April 1988 ini, sebuah AS. Helikopter Angkatan Laut terbang di atas kapal AS Samuel B. Roberts sehari setelah dia menabrak ranjau, melukai 10 pelaut dan merusak lambung dan ruang mesin. Pada tahun 1988, USS Samuel B. Roberts menabrak ranjau dan hampir tenggelam. Itu memicu pertempuran laut sepanjang hari antara Iran dan AS di mana pasukan Amerika menyerang dua anjungan minyak Iran dan menenggelamkan atau merusak enam kapal Iran.

Operasi Praying Mantis merupakan balasan terhadap serangan di kapal USS Samuel B. Roberts di Teluk Persia empat hari sebelumnya. Sepuluh pelaut terluka dan ledakan tersebut meninggalkan lubang menganga di lambung kapal.

Puncak pertikaian adalah ketika Amerika memasukkan Iran dan tiga negara lain, yakni Korea Utara, Kuba, dan Suriah sebagai negara sponsor terorisme. Penetapan ini menjadi alasan negara-negara lain untuk menjatuhkan sanksi terhadap empat negara yang disebut.

Sandera AS yang dibebaskan David Roeder berteriak dan melambai tangan saat dia tiba di Rhein-Main AS 21 Januari 1981. Dia termasuk di antara 52 orang Amerika yang disandera di Iran selama 444 hari setelah penangkapan mereka di AS. Kedutaan Besar di Teheran. Tanda di pintu pesawat bertuliskan, Selamat datang kembali ke Kebebasan.

Presiden George W Bush pada pidato kenegaraan tahun 2002, lima bulan setelah serangan teroris 11 September, mengatakan “Negara-negara seperti ini, dan sekutu teroris mereka, merupakan poros kejahatan, yang bersenjata untuk mengancam perdamaian dunia.” Setahun kemudian Amerika melancarkan invasi ke Irak dengan alasan Saddam Huddein memiliki senjata pemusnah massal.

Adalah Presiden Obama yang pada tahun 2015 membuat kesepakatan dengan Iran untuk membatasi pengembangan nuklir sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi. Iran saat itu setuju untuk membuang persediaan uranium yang diperkaya, membongkar sebagian besar sentrifus, dan memberi inspektur internasional lebih banyak akses untuk melihat apa yang dilakukannya.

Foto file 3 Januari 2020 ini dirilis oleh Kantor Pers Perdana Menteri Irak menunjukkan sebuah kendaraan yang terbakar di Bandara Internasional Baghdad setelah serangan udara yang mematikan di Baghdad, Irak. Serangan pesawat tak berawak yang diarahkan oleh Washington telah menewaskan Jenderal. Qassim Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis

Trump mengecam kesepakatan itu dalam kampanyenya tahun 2016 dan membatalkannya dua tahun kemudian saat ia berhasil menjabat presiden, dan memberlakukan kampanye sanksi "tekanan maksimum".

Ia berpendapat kesepakatan itu hanya menunda pengembangan senjata nuklir dan tidak melakukan apa pun untuk menahan agresi Iran di kawasan itu. 

Keluarnya Trump dari kesepakatan nuklir juga tak lepas dari “tantangan” dari Hassan Rouhani, yang saat itu menjabat sebagai presiden Iran. Pada tahun 2018: Rouhani mengatakan “Amerika harus memahami dengan baik bahwa perdamaian dengan Iran adalah induk dari semua perdamaian. Dan perang dengan Iran adalah induk dari semua perang.”

Mural yang menggambarkan sebuah pistol revolver yang dicat dengan warna bendera AS, di dinding luar bekas kedutaan besar AS di Teheran, yang secara sehari-hari disebut sebagai"Spy Den" pada 8 April 2025.
Seorang wanita berjalan melewati mural yang menggambarkan versi tiruan dari Stempel Amerika Serikat, dengan elang memegang jarum suntik dan kartrid amunisi di cakarnya dan Bintang Daud yang dilukis di atas dengan obat-obatan dan senjata api lain di dekatnya, dilukis di dinding luar bekas kedutaan besar AS di Teheran, yang biasa disebut sebagai "Spy Den" pada 8 April 2025.
Pejalan kaki melewati mural yang menggambarkan Patung Liberty dengan lengan pembawa obor yang patah, dilukis di dinding luar bekas kedutaan AS di Teheran, yang biasa disebut sebagai "Spy Den" pada 8 April 2025.
Seniman menambahkan lapisan cat baru ke mural anti-AS yang digambar di dinding sebuah bangunan di Karim Khan Zand Avenue di Teheran pada 8 April 2025
Warga melewati tembok yang banyak terdapat mural perlawanan terhadap Amerika di ibu kota Teheran pada 5 April 2025.
Seorang wanita berjalan melewati mural yang menggambarkan kendaraan tanpa awak atau drone Angkatan Udara AS yang dilukis di dinding luar bekas kedutaan AS di Teheran, yang secara sehari-hari disebut sebagai "Spy Den" pada 8 April 2025.

Trump menanggapi provokasi Iran ini dengan memerintahkan serangan pesawat tak berawak yang menyasar dan menewaskan Qassem Soleimani, Panglima Tertinggi Iran ketika berada di Irak.

Dunia menunggu babak baru hubungan antara Amerika dan Iran yang semula adalah permusuhan. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .