Badai Pasir dan Angin Kencang Melanda China

Ratusan jadwal penerbangan dibatalkan dan tempat wisata ditutup karena angin kencang melanda China sejak Sabtu, 12 April 2025.

13 Apr 2025 05:05 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Dua bandara internasional besar di Beijing, Beijing Capital dan Daxing, membatalkan 693 penerbangan karena angin kencang yang melanda sebagian kawasan China, Sabtu (12/4/2025). Otoritas setempat juga menutup banyak tempat wisata dan menghentikan perjalanan kereta api serta mengimbau warganya untuk tidak keluar rumah sampai situasi benar-benar aman. 

Menurut Badan Meteorologi China (CMA), angin yang berpotensi memecahkan rekor itu terutama berasal dari ”sistem pusaran dingin” yang terbentuk di Mongolia dan bergerak kearah Tiongkok utara mulai Jumat hingga akhir pekan.

Puluhan sepeda berserakan seusai diterjang angin kencang di Beijing, 12 April 2025.
Seorang pria berjalan melewati baliho yang roboh setelah tertiup angin kencang di Fuyang, Provinsi Anhui timur, China, pada 12 April 2025.
Warga mengendarai sepeda listrik menembus badai pasir di Yinchuan, di wilayah Ningxia, China utara, pada 11 April 2025.
Penumpang menunggu di bandara Yiwu di Yiwu, Provinsi Zhejiang timur, China, 12 April 2025. Ratusan penerbangan dibatalkan karena perkiraan angin kencang di beberapa bagian negara selama akhir pekan.
Sebuah jet penumpang Air China bersiap untuk mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Ibu Kota Beijing saat angin kencang melanda di Beijing, China, Sabtu, 12 April 2025.
Penumpang tidur saat menunggu penerbangan mereka di Terminal 3 Bandara Internasional di Beijing, China, Sabtu, 12 April 2025.

Foto yang beredar terlihat badai pasir melanda satu kawasan di Yinchuan, wilayah Ningxia, China utara. Angin kencang dan badai pasir di wilayah utara yang kering, tempat Gurun Gobi dan Taklamakan membuat jarak pandang hampir nol. Angin juga membawa pasir beterbangan hingga masuk rumah warga. 

Penduduk terpaksa mengenakan masker dan jaket jika beraktivitas di luar rumah. Pemerintah China mengeluarkan peringatan akan angin kencang ini sejak Sabtu lalu. Saat itu banyak perkantoran mempercepat jam operasional kantor dan mengimbau agar karyawan segera pulang ke rumah.

Seorang penumpang berjalan melewati papan yang menunjukkan penerbangan yang dibatalkan di Terminal 3 Bandara Internasional di Beijing, Cina, Sabtu, 12 April 2025.

Kecepatan angin yang diperkirakan bisa mencapai 140 km per jam membuat banyak jendela kaca pecah dan sepeda berserakan di jalanan. Ribuan pohon dipangkas untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Penduduk juga memperkuat pintu dan jendela dengan melapisi ulang menggunakan kayu dan besi. Kecepatan angin ini bahkan menjadi yang terkuat dalam 75 tahun terakhir. Terakhir kali angin kencang dengan kecepatan setara melanda China tahun 1951.

Wanita yang mengenakan kostum tradisional saat pemotretan berusaha bertahan dari angin kencang di luar Kota Terlarang yang ditutup karena peringatan angin kencang di Beijing, China, Sabtu, 12 April 2025.
Penumpang tidur saat menunggu penerbangan mereka di Terminal 3 Bandara Internasional di Beijing, China, Sabtu, 12 April 2025.
Petugas keamanan mengamankan pintu kaca dengan kunci tambahan dan karung pasir di dekat tanda yang bertuliskan "Cuaca Berangin, Pintu Ini Tutup" di Perbelanjaan Wangfujing di Beijing, China, Sabtu, 12 April 2025.
Warga menembus badai pasir di Yinchuan, di wilayah Ningxia, China, utara pada 11 April 2025. Ratusan penerbangan dibatalkan, tempat-tempat wisata ditutup, dan jalur kereta api dihentikan pemerintah.
Suasana saat badai pasir di Yinchuan, di wilayah Ningxia, China utara, pada 11 April 2025.

Hari ini Pemerintah China juga menetapkan status oranye, yang menjadi penetapan pertamanya dalam satu dekade terakhir. Status oranye menjadi peringatan tertinggi kedua dalam sistem kedaruratan China. 

Puluhan jadwal perjalanan bus dan kereta api terpaksa dihentikan di daerah-daerah yang dinilai rawan kecelakaan akibat angin kencang. Banyak pertandingan olahraga yang biasa digelar pada Sabtu dan Minggu juga ditunda. 

Tagar tentang angin ini menjadi trending di media sosial China. Warga saling berbagi informasi selain berkeluh kesah tentang kejadian ini.

Situasi ini diperkiran berlangsung hingga 13 April 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto