Kompas.id Brief

Bagaimana Nasib Patrick Kluivert Setelah Gagal Loloskan Indonesia ke Piala Dunia?

Mimpi Indonesia ke Piala Dunia pupus setelah mengalami dua kekalahan pada laga putaran keempat kualifikasi. Bagaimana nasib Pelatih Kluivert selanjutnya?

12 Okt 2025 08:25 WIB · Olahraga

Oleh Redaksi

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?

  1. Hasil pertandingan Indonesia lawan Irak
  2. Hasil pertandingan Indonesia lawan Arab Saudi
  3. Mengapa pertandingan lawan Irak menjadi antiklimaks?
  4. Apakah taktik Patrick Kluivert bermasalah?
  5. Bagaimana nasib Pelatih Patrick Kluivert selepas putaran keempat kualifikasi?

Mimpi menyaksikan tim nasional Indonesia di Piala Dunia 2026 pupus setelah tim ”Garuda” kalah 0-1 dari Irak pada laga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB. Indonesia dipastikan menjadi juru kunci Grup B setelah sebelumnya, tim asuhan Patrick Kluivert ini juga mengalami kekalahan dari Arab Saudi dengan skor 2-3.

Dengan hasil tersebut, Kluivert gagal mencapai target yang ditetapkan ketika ia ditunjuk menggantikan pelatih tim Garuda sebelumnya, Shin Tae-yong, yang diumumkan secara resmi pada 8 Januari 2025.

Hasil putaran keempat kualifikasi Piala Dunia ini harus menjadi dasar evaluasi bagi PSSI secara menyeluruh. Selain evaluasi program dan kepengurusan, juga termasuk posisi Kluivert sebagai pelatih timnas ke depan, apakah harus diganti atau dipertahankan.

Hasil pertandingan Indonesia lawan Irak

copy title

Setelah mengalami kekalahan 2-3 dari Arab Saudi pada laga pembuka putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, situasi bagi skuad Garuda menjadi serba tidak ideal. Mereka berhadapan dengan Irak pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB dalam sebuah laga ”hidup-mati” yang sarat dengan tekanan mental. Indonesia gagal melangkah ke putaran kelima setelah dikalahkan Irak dengan skor tipis, 0-1.

Tekanan untuk meraih kemenangan ditambah dengan rekor buruk melawan ”Singa Mesopotamia” menggerogoti mental para pemain. Tim Garuda masih dibayangi trauma rekor buruk, yaitu tiga kekalahan beruntun dari Irak sepanjang November 2023 hingga Juni 2024.

Indonesia sedikit lega dengan kembalinya Calvin Verdonk dan Ole Romeny untuk bisa tampil kontra Irak. Kehadiran Verdonk, yang absen saat Indonesia dibantai Jepang dan Australia, mampu menggaransi kokohnya pertahanan dan transisi permainan. Romeny telah membuktikan perannya saat melawan Arab Saudi dan kemampuannya menciptakan peluang berbahaya.

Pelatih Indonesia Patrick Kluivert memasang komposisi pemain yang jauh berbeda dibandingkan saat Indonesia melawan Arab Saudi. Pada laga kontra Irak, Kluivert memasang Eliano Reijnders dan memberikan kepercayaan besar kepada pemain muda Mauro Zijlstra di lini depan.

Kemudian sisi pertahanan sayap dipercayakan kepada Dean James di kiri dan Kevin Diks di kanan. Jay Idzes dan Rizky Ridho, tandem bek yang sudah teruji efektivitasnya dalam laga sebelumnya, menopang pertahanan di sektor tengah. Verdonk langsung mengisi daftar pemain mula, sedangkan Romeny menjadi cadangan.

Hasil pertandingan Indonesia lawan Arab Saudi

copy title

Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Arab Saudi, 2-3, pada laga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Akibat kekalahan tersebut, ambisi Indonesia untuk meraih tiket ke Piala Dunia pun kian berat.

Indonesia membutuhkan kemenangan pada laga kedua atas Irak untuk membuka peluang lolos atau melaju ke babak kelima.

Menghadapi gempuran tuan rumah, Indonesia justru unggul terlebih dahulu melalui gol penalti Kevin Diks pada menit ke-11. Penalti diberikan wasit Ahmed Al-Ali setelah tinjauan video asisten wasit (VAR) terhadap kemungkinan handball oleh Hassan Al-Tambakti.

Dalam tayangan ulang terlihat sundulan Jay Idzes mengenai tangan Al-Tambakti sehingga wasit langsung menunjuk titik putih. Diks yang bertugas mengeksekusi penalti sukses menjalankan tugasnya menaklukkan kiper Nawaf Al-Aqidi.

Tuan rumah yang ketinggalan berusaha mengurung pertahanan Indonesia yang dikomandoi oleh Idzes. Tak membutuhkan waktu lama, Arab Saudi menyamakan kedudukan hanya enam menit setelah kebobolan gol mengejutkan Diks.

Mengapa pertandingan lawan Irak menjadi antiklimaks?

copy title

Kenyataan tidak sesuai dengan angan bagi tim nasional Indonesia. Mimpi menuju Piala Dunia untuk pertama kali tidak terwujud di Jeddah, Arab Saudi. Dua pertandingan putaran keempat pra-Piala Dunia 2026 berbuah kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.

Skuad Garuda adalah tim yang paling panjang menjalani kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia sudah menjalani laga menuju Piala Dunia edisi ke-23 sejak 12 Oktober 2023. Tepatnya, Indonesia bermula dari putaran pertama untuk menghadapi Brunei Darussalam.

Secara total, Indonesia mengenyam 20 pertandingan demi tampil di Piala Dunia tahun depan. Itu adalah kuantitas laga terbesar bagi sebuah tim dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

Selama dua tahun berjuang, Indonesia juga tercatat menggunakan pemain terbanyak dalam sejarah. Terdapat 47 pemain yang membela timnas dalam pra-Piala Dunia 2026.

Perjalanan selama dua tahun itu berakhir dengan tangis dan amarah setelah Indonesia tumbang 0-1 dari Irak, Minggu (12/10/2025) WIB, di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi. Gol tunggal gelandang Irak, Zidane Iqbal, memupuskan impian sekitar 280 juta penduduk Indonesia menyaksikan skuad Garuda tampil di turnamen sepak bola terakbar.

Apakah taktik Patrick Kluivert bermasalah?

copy title

Pelatih Indonesia Patrick Kluivert laksana memberikan peta buta kepada publik sepak bola nasional. Menjalani laga ketujuh menangani skuad Garuda, juru taktik asal Belanda itu masih menerka pendekatan dan susunan pemain terbaik.

Situasi itu menyebabkan Maarten Paes dan kawan-kawan belum menemukan performa terbaik setelah pergantian tapuk pelatih kepala dari Shin Tae-yong ke Kluivert. Itu terlihat pada laga pertama Grup B putaran keempat pra-Piala Dunia 2026.

Timnas asuhan Kluivert menelan kekalahan 2-3 dari Arab Saudi, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Laga di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, itu menunjukkan Kluivert selalu menerapkan taktik berbeda pada tiga laga tandang di pra-Piala Dunia 2026.

Namun, hasil akhirnya serupa. Indonesia menelan kekalahan dengan kemasukan skor besar. Lima gol disarangkan Australia, lalu Jepang mampu enam kali menjebol gawang, serta Saudi hasilkan tiga gol. Padahal, tim ”Alap-alap Hijau”, sebutan Saudi, hanya bisa ciptakan sebuah gol dalam dua laga di putaran ketiga selama 2024.

Kluivert menurunkan formasi 4-2-3-1 yang bertranformasi menjadi 4-4-1-1 pada situasi bertahan. Dalam perubahan formasi dari 3-4-3 itu tersirat atensi Kluivert untuk memenangkan duel di lapangan tengah dengan tiga gelandang, juga ia ingin lini sayap lebih tebal dengan kehadiran dua pemain di setiap sisi.

Bagaimana nasib Pelatih Patrick Kluivert selepas putaran keempat kualifikasi?

copy title

Jeddah dalam bahasa Arab diartikan nenek. Nama itu merujuk legenda kehadiran makam Hawa, wanita pertama di muka Bumi. Di kota tua itu, tim nasional Indonesia seolah diajarkan oleh ”sang nenek” bahwa masih memerlukan banyak peningkatan untuk menembus Piala Dunia.

Tidak hanya skuad Garuda, Pelatih Patrick Kluivert kembali disadarkan kenyataan berharga. Rencana permainan dan keputusan taktiknya masih jauh dari kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di level elite Asia.

Indonesia menelan kekalahan 2-3 dari Saudi pada laga pertama Grup B putaran keempat pra-Piala Dunia 2026, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB, di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

Indonesia hanya mampu mencetak gol melalui titik putih alias penalti lewat eksekusi bek tengah Kevin Diks pada menit ke-11 dan ke-88. Saudi mencetak tiga gol berkat sepakan keras Saleh Abu Al-Shamat pada menit ke-17, lalu brace atau dua gol penyerang tengah Feras Al-Buraikan (62’ dan 36’).

Dihuni oleh 16 pemain naturalisasi, yang dibina oleh sistem akademi milik Belanda, dari 23 pemain di dalam daftar susunan pemain, tetap masih gagal membuat Indonesia terhindar dari kekalahan di kandang Saudi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan