Kehadiran tiga tim promosi, yaitu PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dan Persijap Jepara, kian memanaskan persaingan BRI Liga Super musim 2025-2026. Di sisi lain, Persib Bandung sebagai juara bertahan dua musim berturut-turut tampil ganas dengan skuad baru pada laga perdana.
Pada pekan pertama kompetisi sepak bola kasta tertinggi itu, PSIM mengalahkan Persebaya Surabaya, 1-0, dalam laga di kandang ”Green Force”. Persijap secara dramatis menahan PSM Makassar, 1-1. Hanya Bhayangkara yang mengalami kekalahan pada laga perdananya setelah ditaklukkan Borneo FC, 0-1.
Persib tidak mengecewakan ribuan pendukungnya yang menyaksikan laga langsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. ”Maung Bandung” menerkam Semen Padang, 2-0.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Faktor apa yang menyebabkan kemenangan PSIM atas Persebaya?
- Mengapa Persijap imbang dan Bhayangkara kalah?
- Faktor apa yang menyebabkan kemenangan Persib?
1. Faktor apa yang menyebabkan kemenangan PSIM atas Persebaya?
Persebaya bermain lebih dominan dengan penguasaan bola 54 persen di babak pertama dan menciptakan enam peluang, tetapi hanya dua yang tepat sasaran. PSIM, tim juara Liga 2 2024-2025, bermain lebih defensif dengan penguasaan bola 46 persen dan tiga tembakan meskipun hanya satu tepat sasaran.
Intensitas serangan Persebaya meningkat di babak kedua. Pergantian pemain dilakukan untuk penyegaran dan mengakhiri frustrasi. Persebaya mengganti pemain agar lebih kuat menekan pertahanan PSIM. Sebaliknya, PSIM merotasi pemain untuk memperkuat lini tengahnya.
Pelatih PSIM Jacobus van Gastel, mengalahkan strategi Pelatih Persebaya Eduardo Perez meski kedua tim menggunakan formasi 4-3-3. Pergantian pemain oleh Van Gastel, termasuk masuknya Dede Sapari, terbukti manjur.
Pada menit ke-86, Van Gastel memasukkan Dede yang kemudian memberikan asis untuk gol Vidal. Sementara itu, pergantian pemain Persebaya seperti Gali Freitas dan Dwi Rizky tidak mampu mengubah keadaan meski sempat mengancam gawang PSIM.
Kemenangan ini adalah awal yang baik bagi PSIM. Sementara itu, Persebaya perlu melakukan evaluasi untuk menghadapi laga berikutnya kontra Persita.
2. Mengapa Persijap imbang dan Bhayangkara kalah?
Carlos Franca layak dijuluki sang penyelamat. Penyerang Persijap Jepara itu mencetak gol pada menit 90+9 untuk mengamankan hasil imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Gol itu menghindarkan timnya dari kekalahan di laga perdana BRI Liga Super musim 2025-2026. Gol Franca memberikan ”Laskar Kalinyamat” poin pertama pada musim ini sekaligus membangun kepercayaan diri untuk bersaing di kompetisi paling bergengsi.
Gol terakhir Persijap di Liga Super Indonesia sebelumnya dicetak oleh Rahmat Rivai pada 15 Agustus 2014. Gol itu menjadi kemenangan terakhir Persijap di kompetisi kasta tertinggi atas Sriwijaya FC dengan skor 1-0.
Sejak keikutsertaan pada Liga 1 2017, yang menghasilkan trofi juara, Bhayangkara belum pernah kalah pada pertandingan pembuka. Namun, kekalahan Bhayangkara dari Borneo seperti mengorek luka lama.
Satu-satunya kekalahan Bhayangkara pada laga pertama terjadi di markas PSIS Semarang, 3 Juli 2023, dengan skor 1-3. Seolah sebuah pertanda buruk, selanjutnya Bhayangkara terdegradasi ke Liga 2 pada musim 2023-2024.
”Kami bermain baik, hanya keberuntungan tidak memihak kepada kami. Waktunya kami melakukan evaluasi untuk memetik hasil baik pada laga kandang pertama (lawan PSM),” tutur kiper Bhayangkara, Awan Setho Raharjo.
3. Faktor apa yang menyebabkan kemenangan Persib?
Pelatih Persib Bojan Hodak memamerkan strategi baru saat laga perdana melawan Semen Padang. Pada tahun pertama musim kompetisi 2023-2024, Hodak cenderung mengikuti keunggulan pemain yang tersedia. Kemudian pada musim kompetisi 2024-2025, permainan Hodak bertumpu pada keseimbangan lini tengah.
Pada pertandingan pembuka Liga Super 2025-2026, Persib menampilkan skema permainan anyar. Persib sudah melepas para veteran seperti Ciro Alves, David Da Silva, dan Tyrone del Pino. Persib kini mengandalkan permainan menyilang dengan menurunkan tujuh pemain asing baru.
Para pemain sayap kanan kerap mengirimkan umpan jauh ke sayap berlawanan. Begitu juga sebaliknya dengan pemain sayap kiri. Strategi tersebut berhasil membingungkan pemain Semen Padang. Pada babak kedua, Semen Padang berani bermain lebih terbuka. Pilihan ini menjadi bumerang karena justru digunakan Persib untuk serangan balik.
Menurut Hodak usai pertandingan, lini pertahanan sangat solid. Namun, Hodak meminta sisi penyerangan lebih agresif pada laga-laga selanjutnya.
Kehadiran tiga tim promosi, yaitu PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dan Persijap Jepara, kian memanaskan persaingan BRI Liga Super musim 2025-2026. Di sisi lain, Persib Bandung sebagai juara bertahan dua musim berturut-turut tampil ganas dengan skuad baru pada laga perdana.
Pada pekan pertama kompetisi sepak bola kasta tertinggi itu, PSIM mengalahkan Persebaya Surabaya, 1-0, dalam laga di kandang ”Green Force”. Persijap secara dramatis menahan PSM Makassar, 1-1. Hanya Bhayangkara yang mengalami kekalahan pada laga perdananya setelah ditaklukkan Borneo FC, 0-1.
Persib tidak mengecewakan ribuan pendukungnya yang menyaksikan laga langsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. ”Maung Bandung” menerkam Semen Padang, 2-0.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Faktor apa yang menyebabkan kemenangan PSIM atas Persebaya?
- Mengapa Persijap imbang dan Bhayangkara kalah?
- Faktor apa yang menyebabkan kemenangan Persib?
1. Faktor apa yang menyebabkan kemenangan PSIM atas Persebaya?
Persebaya bermain lebih dominan dengan penguasaan bola 54 persen di babak pertama dan menciptakan enam peluang, tetapi hanya dua yang tepat sasaran. PSIM, tim juara Liga 2 2024-2025, bermain lebih defensif dengan penguasaan bola 46 persen dan tiga tembakan meskipun hanya satu tepat sasaran.
Intensitas serangan Persebaya meningkat di babak kedua. Pergantian pemain dilakukan untuk penyegaran dan mengakhiri frustrasi. Persebaya mengganti pemain agar lebih kuat menekan pertahanan PSIM. Sebaliknya, PSIM merotasi pemain untuk memperkuat lini tengahnya.
Pelatih PSIM Jacobus van Gastel, mengalahkan strategi Pelatih Persebaya Eduardo Perez meski kedua tim menggunakan formasi 4-3-3. Pergantian pemain oleh Van Gastel, termasuk masuknya Dede Sapari, terbukti manjur.
Pada menit ke-86, Van Gastel memasukkan Dede yang kemudian memberikan asis untuk gol Vidal. Sementara itu, pergantian pemain Persebaya seperti Gali Freitas dan Dwi Rizky tidak mampu mengubah keadaan meski sempat mengancam gawang PSIM.
Kemenangan ini adalah awal yang baik bagi PSIM. Sementara itu, Persebaya perlu melakukan evaluasi untuk menghadapi laga berikutnya kontra Persita.
2. Mengapa Persijap imbang dan Bhayangkara kalah?
Carlos Franca layak dijuluki sang penyelamat. Penyerang Persijap Jepara itu mencetak gol pada menit 90+9 untuk mengamankan hasil imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Gol itu menghindarkan timnya dari kekalahan di laga perdana BRI Liga Super musim 2025-2026. Gol Franca memberikan ”Laskar Kalinyamat” poin pertama pada musim ini sekaligus membangun kepercayaan diri untuk bersaing di kompetisi paling bergengsi.
Gol terakhir Persijap di Liga Super Indonesia sebelumnya dicetak oleh Rahmat Rivai pada 15 Agustus 2014. Gol itu menjadi kemenangan terakhir Persijap di kompetisi kasta tertinggi atas Sriwijaya FC dengan skor 1-0.
Sejak keikutsertaan pada Liga 1 2017, yang menghasilkan trofi juara, Bhayangkara belum pernah kalah pada pertandingan pembuka. Namun, kekalahan Bhayangkara dari Borneo seperti mengorek luka lama.
Satu-satunya kekalahan Bhayangkara pada laga pertama terjadi di markas PSIS Semarang, 3 Juli 2023, dengan skor 1-3. Seolah sebuah pertanda buruk, selanjutnya Bhayangkara terdegradasi ke Liga 2 pada musim 2023-2024.
”Kami bermain baik, hanya keberuntungan tidak memihak kepada kami. Waktunya kami melakukan evaluasi untuk memetik hasil baik pada laga kandang pertama (lawan PSM),” tutur kiper Bhayangkara, Awan Setho Raharjo.
3. Faktor apa yang menyebabkan kemenangan Persib?
Pelatih Persib Bojan Hodak memamerkan strategi baru saat laga perdana melawan Semen Padang. Pada tahun pertama musim kompetisi 2023-2024, Hodak cenderung mengikuti keunggulan pemain yang tersedia. Kemudian pada musim kompetisi 2024-2025, permainan Hodak bertumpu pada keseimbangan lini tengah.
Pada pertandingan pembuka Liga Super 2025-2026, Persib menampilkan skema permainan anyar. Persib sudah melepas para veteran seperti Ciro Alves, David Da Silva, dan Tyrone del Pino. Persib kini mengandalkan permainan menyilang dengan menurunkan tujuh pemain asing baru.
Para pemain sayap kanan kerap mengirimkan umpan jauh ke sayap berlawanan. Begitu juga sebaliknya dengan pemain sayap kiri. Strategi tersebut berhasil membingungkan pemain Semen Padang. Pada babak kedua, Semen Padang berani bermain lebih terbuka. Pilihan ini menjadi bumerang karena justru digunakan Persib untuk serangan balik.
Menurut Hodak usai pertandingan, lini pertahanan sangat solid. Namun, Hodak meminta sisi penyerangan lebih agresif pada laga-laga selanjutnya.