PIALA DUNIA 2026

Bahkan ”Babak Ketiga” Pun Gagal Menginterupsi Kemenangan Perancis

Laga Perancis kontra Irak akan dikenang sebagai salah satu laga terpanjang di Piala Dunia. Adanya ”babak ketiga” tidak jua berhasil membalikkan momentum kepada Irak.

23 Jun 2026 09:59 WIB · Olahraga

AP Photo/Matt Rourke

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

PENNSYLVANIA, SELASA — Perancis mengamankan tempat pada fase gugur setelah menumbangkan Irak, 3-0, pada laga Piala Dunia 2026 di Stadion Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Cuaca buruk membuat laga ditunda selama 131 menit.

Lamanya penundaan bahkan melampaui waktu normal pertandingan selama 90 menit. Adanya ”babak ketiga” itu tetap gagal menginterupsi ritme menyerang yang sudah dibangun Perancis sejak awal laga.

Suatu jeda dalam pertandingan berkaitan dengan momentum tim yang sedang di atas angin. Pemahaman inilah yang menyebabkan jeda minum (hydration break) selama tiga menit tiap babak pada Piala Dunia 2026 menuai kontroversi.

Jeda itu dinilai bisa membuat tim yang sedang unggul kehilangan momentum. Adanya jeda menyebabkan pesepak bola harus mereset kembali ritme permainan, suhu tubuh, hingga sentuhan terhadap bola.

Jika jeda selama tiga menit saja dianggap mengganggu momentum dominasi suatu tim, dapat dibayangkan betapa kompleks dampaknya jika pertandingan harus tertunda selama lebih dari dua jam. Momentum laga saat itu sedang berpihak kepada Perancis yang mampu unggul cepat pada menit ke-14 lewat Kylian Mbappe.

A sign is shown advising fans to exit seating as a severe weather storm hits during the World Cup Group I soccer match between France and Iraq in Philadelphia, Monday, June 22, 2026. (AP Photo/Petr David Josek)

Pertama sepanjang sejarah

Laga Perancis kontra Irak pun tercatat dalam sejarah sebagai laga pertama Piala Dunia yang tertunda akibat cuaca. Tidak tanggung-tanggung, penundaan laga lebih dari dua jam membuat pertandingan terhitung berlangsung selama empat jam.

Saking lamanya waktu jeda akibat penundaan laga, rentang waktu tersebut bahkan bisa disebut sebagai ”babak ketiga”.

Tidak dimungkiri, ada intensitas yang berpotensi hilang akibat munculnya ”babak ketiga” itu. Perancis terancam kehilangan momentum.

Sebaliknya, periode ini adalah masa berharga bagi Irak untuk berkonsolidasi, mengatur kembali kekuatan, menyiapkan strategi baru, atau bahkan memulihkan kembali kepercayaan diri yang hancur akibat terus didera serangan Perancis sepanjang babak pertama.

Quote

Mbappe untuk sementara berada di peringkat ketiga pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa.

Namun, mental juara dan kematangan Perancis melampaui segalanya. Setelah badai angin kencang dan hujan ekstrem mereda perlahan, para pemain kembali ke lapangan untuk melakukan pemanasan kecil. Ketika pertandingan dilanjutkan, Perancis menolak kehilangan momentum. Mereka tetap mendikte Irak sepanjang babak kedua.

France's Kylian Mbappe (10) leads teammates as they warm up in the rain following a weather delay in the World Cup Group I soccer match between France and Iraq in Philadelphia, Monday, June 22, 2026. (AP Photo/Derik Hamilton)

Genangan

Jeda panjang terkesan tidak menghalangi Perancis untuk menang. Begitu pula medan lapangan yang menjadi lebih berat karena adanya sedikit genangan air. Sebelum babak kedua dimulai, para staf pertandingan sudah berupaya menyingkirkan air dari lapangan dengan membuat lubang atau menyedotnya.

Meskipun laju bola di lapangan jadi lebih berat, kondisi itu tidak menghalangi tim ”Ayam Jantan” untuk mendominasi dengan 53 persen penguasaan bola.

Bukannya kehilangan momentum, penundaan laga akibat badai justru membuat Perancis tampil lebih garang. Pada babak pertama, tim arahan Pelatih Didier Deschamps itu hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Jumlahnya melonjak menjadi empat kali tembakan sepanjang babak kedua.

Dua dari tembakan empat sasaran itu berbuah gol bagi Perancis. Gol kedua Perancis tercipta dari kesalahan bek Zaid Tahseen serta kiper Ahmed Basil Fadhil dalam mengeksekusi tendangan gawang. Operan Zaid gagal dikontrol Fadhil sehingga memudahkan Ousmane Dembele dalam merebutnya. Dalam sekejap, Dembele mengoper kepada Mbappe yang berdiri bebas di depan gawang.

Adapun gol ketiga Perancis dilesakkan Dembele setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Michael Olise. ”Babak pertama berjalan baik. Di babak kedua, kami memulai laga kembali dari nol. Itu tidak mudah mengingat apa yang telah terjadi. Namun, kami berhasil mengamankan kemenangan. Itu adalah hal yang sangat bagus,” kata Deschamps seusai laga.

France's Ousmane Dembele (7) celebrates with Kylian Mbappe (10) after scoring their third goal during the World Cup Group I soccer match between France and Iraq in Philadelphia, Monday, June 22, 2026. (AP Photo/Derik Hamilton)

Dekati Messi

Sumbangan dua gol Mbappe di laga ini membuatnya kian mendekati rekor Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia. Koleksi gol Mbappe di Piala Dunia bertambah jadi 15 gol.

Pada laga lainnya, Messi sukses melampaui rekor 16 gol di Piala Dunia milik mantan penyerang Jerman, Miroslav Klose. Raihan itu tercipta setelah Messi menyumbang dua gol kemenangan Argentina atas Austria. Koleksi gol Messi kini menjadi 18 gol.

Mbappe untuk sementara berada di peringkat ketiga pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa. Dengan masih banyaknya laga hingga akhir Piala Dunia, Mbappe dan Messi masih akan terus bersaing menjadi pencetak gol terbanyak.

”Rekor ada untuk dipecahkan. Sekarang, dia (Mbappe) memiliki angka simbolis. Dia memiliki 100 penampilan internasional. Dia selalu mencetak gol. Dia akan mencetak lebih banyak gol,” kata Deschamps.

Kemenangan atas Irak mengantarkan Perancis ke fase gugur. Perancis untuk sementara memimpin Grup I dengan enam poin, setara dengan Norwegia. Laga pamungkas penyisihan grup kontra Norwegia akan menentukan juara grup.

Infografik 13 Negara Finalis Piala Dunia FIFA

Sementara kans Irak melaju ke fase gugur belum sepenuhnya tertutup meskipun sudah menelan dua kekalahan telak dari Perancis dan Norwegia. Pada laga terakhir, Irak wajib menang atas Senegal untuk berharap lolos lewat jalur delapan tim peringkat tiga terbaik.

”Kami harus segera melupakan pertandingan ini dan ketika saya mengatakan masih punya peluang, kami harus tampil maksimal melawan dan mengalahkan Senegal. Kami masih punya peluang untuk mendapatkan salah satu dari delapan tempat itu,” kata Pelatih Irak Graham Arnold. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan