Bahkan Erick Thohir Pun Butuh Waktu Menjelaskan Pemecatan Patrick Kluivert

Di tengah banyaknya pertanyaan yang mengiringi pemecatan Kluivert, Erick memilih bungkam. Dia meminta diberi waktu dua hari untuk menjawab.

17 Okt 2025 07:00 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Meski sudah bisa diprediksi, pemecatan pelatih timnas sepak bola, Patrick Kluivert, menyisakan pertanyaan besar. PSSI hanya menyebutkan pemutusan kerja sama berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai dinamika yang terjadi sebelum keputusan diambil, siapa pengganti Kluivert, hingga kompensasi yang akan ia terima. Erick Thohir sebagai sosok yang bisa menjawab tanda tanya itu butuh waktu untuk memberi penjelasan.

Puluhan awak media menyemut di Auditorium Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kamis (16/10/2025). Petang itu, Erick Thohir sebagai Menpora akan memberi keterangan pers mengenai kabar terbaru persiapan kontingen Indonesia ke SEA Games Thailand pada Desember mendatang. Selain menyimak pembaruan kabar kontingen Indonesia di SEA Games, para jurnalis juga berharap mendapatkan informasi mengenai keputusan PSSI memutus kontrak Kluivert yang diumumkan pada pagi harinya. Kebetulan, selain menjabat Menpora, Erick juga merupakan orang nomor satu di PSSI.

Quote

Kalau enggak, nanti (tidak enak dengan cabang olahraga) yang lain. Beri waktu saya dua hari.

Seluruh pengurus PSSI yang coba dihubungi sejak siang harinya bungkam. Para anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, seperti Sumardji dan Endri Erawan, kompak diam, tidak merespons upaya konfirmasi dari wartawan. Hanya Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi yang memberi jawaban singkat. ”Nanti ada konferensi pers di Kemenpora pukul 18.30 WIB,” kata Yunus saat dikonfirmasi.

Akan tetapi, harapan akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai pemecatan Kluivert menguap begitu saja. Saat ”ditodong” wartawan, Erick belum bersedia berkomentar lebih banyak. ”Untuk yang bola, jangan hari ini. Ya, karena ini, kan, tempatnya enggak pas. Kalau enggak, nanti (tidak enak dengan cabang olahraga) yang lain. Beri waktu saya dua hari,” ucap Erick saat sesi wawancara cegat.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan keterangan pers soal persiapan SEA Games Thailand 2025 di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Tidak ada tempat untuk sepak bola dalam sesi wawancara petang hari itu. Erick menjawab banyak pertanyaan, tetapi hanya yang berkaitan dengan persiapan SEA Games. Saat disinggung mengenai target tim sepak bola untuk mempertahankan emas, Erick juga menghindar.

”Nanti tanya ke PSSI saja,” kata Erick sambil memalingkan badan, seakan melupakan dirinya merupakan orang nomor satu di PSSI.

Bukan satu, melainkan dua hari, waktu yang diperlukan Erick untuk menjelaskan pemecatan Kluivert. Respons PSSI dalam menjelaskan suatu isu hangat yang berkembang biasanya tergolong cepat. Sejak memimpin PSSI pada 2023, Erick amat sering menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kabar baru perkembangan sepak bola nasional. Akan tetapi, reaksinya berbeda dengan saat Kluivert dipecat. Tiada konferensi pers dan penjelasan lebih lanjut, yang tersisa hanya pertanyaan.

Waktu dua hari yang diminta Erick barangkali bisa menjadi cermin betapa sulitnya seorang pejabat publik mengemban dua tanggung jawab besar yang berbeda dalam waktu bersamaan. Jika tidak, Erick tentu bisa dengan mudah menyediakan waktu untuk memenuhi rasa ingin tahu publik.

Pelatih baru tim nasional Indonesia Patrick Kluivert memperlihatkan jersei dalam jumpa pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (12/1/2025). Kluivert akan dibantu dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Kluivert dikontrak dua tahun dari 2025 hingga 2027 dengan opsi perpanjangan. KOMPAS/AGUS SUSANTO 12-1-2024

Di satu sisi, Erick tengah disibukkan dengan tanggung jawabnya memastikan persiapan kontingen Indonesia di SEA Games Thailand berjalan dengan lancar. Di sisi lain, Erick juga berkutat dengan dinamika di internal PSSI, terlebih usai timnas Indonesia gagal menggapai mimpi ke Piala Dunia yang sudah di depan mata. Dengan dua kesibukan di waktu bersamaan, cukup masuk akal apabila Erick meminta waktu lebih untuk memberi penjelasan.

Namun, perlu diingat, publik berhak tahu mengapa PSSI mengambil keputusan penting secara tiba-tiba dan apa saja alasan di baliknya. Bagaimanapun, timnas bukan hanya milik segelintir orang, tetapi 280 juta masyarakat Indonesia.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto