Banyak peluang di perguruan tinggi untuk menyiapkan talenta muda yang mampu ”go global”. Dari beasiswa kuliah, kompetisi, hingga magang tersedia.
29 Apr 2025 07:00 WIB · Humaniora
Masa kuliah menjadi kesempatan menyiapkan generasi muda yang mampu berkiprah di kancah dunia atau go global. Para talenta muda ini didukung pemerintah bersama dunia usaha untuk menjadi ilmuwan yang dibutuhkan bangsa hingga menjadi profesional andal di industri maju.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meluncurkan Beasiswa Garuda untuk mengembangkan sumber daya manusia, khususnya bidang sains dan teknologi, lulusan kampus Top 100 dunia, Senin (21/4/2025). Pendanaan ini bersumber dari dana abadi pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Stella Christie, dalam webinar ”Sosialisasi Program Beasiswa Garuda bagi SDM di Seluruh Indonesia”, menyatakan penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul bidang sains dan teknologi merupakan investasi.
Dengan investasi untuk menyiapkan SDM unggul bidang sains dan teknologi, harapannya makin banyak riset dan pengembangan yang dihasilkan bangsa. Sebab, investasi di bidang ini akan menghasilkan paten-paten berkualitas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/15/da588368-4125-443a-9a13-d323f37b3ddf.jpg)
”Paten-paten ini akan melahirkan industri berbasis teknologi. Paten yang ada di Indonesia masih banyak berkolaborasi dengan SDM luar negeri sehingga dibutuhkan pembangunan SDM dalam negeri agar bisa menghasilkan paten yang sungguh-sungguh diciptakan SDM kita sendiri,” ungkap Stella.
Kemendiktisaintek bersama LPDP menyiapkan Beasiswa Garuda yang ditujukan untuk siswa yang sedang menempuh pendidikan formal di kelas XII sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
Paten-paten ini akan melahirkan industri berbasis teknologi. Paten yang ada di Indonesia masih banyak berkolaborasi dengan SDM luar negeri sehingga dibutuhkan pembangunan SDM dalam negeri.
Mereka tidak hanya unggul, tetapi juga kompeten agar sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI). Selain itu, program ini bertujuan agar para penerima manfaat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, bangsa, dan negara serta menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan.
Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pendikan Tinggi Kemendiktisaintek M Samsuri, program Beasiswa Garuda untuk mengidentifikasi talenta ilmuwan dan penggerak yang mendistribusikan sains dan teknologi bagi negara. ”Kami ingin mendorong talenta-talenta besar untuk jadi pemimpin di masa depan,” tuturnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/02/04/33b67d8f-f575-4f25-990b-a3bb846ee730.jpg)
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Ahmad Najib Burhani menegaskan, target program Beasiswa Garuda, yakni melahirkan peneliti yang memiliki kemampuan pedagogik dan mendapat sertifikasi kompetensi yang diakui industri. Lulusan SMA/madrasah aliyah (MA) dapat meraih peluang kuliah S-1 ke luar negeri.
”Pemerintah menyediakan beasiswa kuliah S-1 ke luar negeri karena tidak banyak yang memberikannya. Penerima beasiswa nantinya akan berperan mentransfer pengetahuan yang diperoleh dari negara maju ke Indonesia,” ujar Ahmad.
Dukungan bagi talenta muda berkiprah di bidang sains dan teknologi hingga di mancanegara melalui Beasiswa Garuda diharapkan mengangkat ekosistem sains dan teknologi di Indonesia. Itu bertujuan agar Indonesia mendapat tempat terhormat di dunia lewat pengembangan sains dan teknologi.
Dunia usaha dan industri turut mendukung kiprah talenta anak muda go global sejak di bangku kuliah. Perusahaan multinasional bidang kecantikan, L’Oreal, misalnya, menggelar ajang tahunan nasional dan internasional L’Oréal Brandstorm untuk memberikan peluang bagi mahasiswa lintas disiplin ilmu berinovasi bidang kecantikan.
Pada 2025, tim Ganara beranggotakan Afifah Hasna, Muhammad Nabil Razhin, dan Afifah Hasna, ketiganya mahasiswa Institut Teknologi Bandung dengan inovasi ”L’Oréal ReviveMist” menjadi pemenang L’oreal Brandstorm tingkat nasional bertema ”Men, Beauty, & Care. Game On”.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/e03fe0264c03c65ae5e6ecab289cfea8-Talenta_L_Oreal.jpg)
Tim ini akan mewakili Indonesia bertanding di L’Oréal Brandstorm 2025 tingkat internasional di Paris, Perancis, pada Juni mendatang, melawan pemenang nasional dari 63 negara lainnya.
Presiden Direktur L’Oréal Indonesia Junaid Murtaza mengatakan misi L’Oreal menciptakan kecantikan yang menggerakkan dunia dan menyediakan wadah bagi talenta muda membawa dampak bagi lingkungan sekitar. ”L’Oréal Brandstorm mendorong kreativitas, kolaborasi, dan semangat kewirausahaan anak muda,” tuturnya.
Dengan membawa tema berbeda setiap tahun, L’Oréal Brandstorm 2025 bekerja sama dengan Consumer Product Division mengajak anak muda melombakan ide inovatif untuk meredefinisi masa depan perawatan personal laki-laki. Secara global pemasaran produk perawatan pria memiliki valuasi di 54 miliar dollar AS pada 2023.
Kompetensi L’Oréal Brandstorm membantu para peserta kompetisi berpikir kreatif dan merancang solusi inovatif untuk industri kecantikan masa depan sekaligus membekali generasi berikutnya dengan keterampilan strategis melalui pembelajaran dan bimbingan mendalam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/23/a1361a8e-6297-4d7b-a7d8-13a15b6ab161_jpg.jpg)
Setiap tahun L’Oréal Brandstorm diikuti lebih dari 241.000 pendaftar dari 64 negara. Seiring perkembangan zaman, kompetisi ini kini menantang para pesertanya untuk memikirkan inovasi yang mengedepankan articifial intelligence (AI), augmented reality dan sustainability tech, sebagai tambahan dari merancang produk inklusif.
”Ajang L'Oréal Brandstorm 2025 merupakan panggung luar biasa bagi kami. Keberhasilan ini merayakan masa depan dunia kecantikan yang inklusif dan berkelanjutan berbasiskan teknologi. Kami akan berusaha sebaik mungkin di tahap final internasional di Paris, Perancis, untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia,” kata Nabil.
Sementara Singapore Chamber of Commerce Indonesia (SingCham) atau Kamar Dagang Singapura di Indonesia meluncurkan program beasiswa SingCham Uplifting Scholarship. Program ini memberikan bantuan finansial, pendampingan, serta pengalaman profesional bagi mahasiswa jenjang sarjana di Indonesia.
SingCham bekerja sama dengan startup edutech Kinobi serta didukung perusahaan PT Bank UOB Indonesia, Asia PR Werkz (APRW), Titan Corporation, dan Withersworldwide menyediakan beasiswa bagi mahasiswa tahun kedua atau ketiga, usia maksimal 23 tahun, dan berasal dari perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Seleksi peserta didasarkan pada prestasi akademik dengan IPK minimal 3,00, kondisi finansial mahasiswa, serta terdapat minat yang kuat pada isu-isu kerja sama kawasan ASEAN, khususnya kemitraan antara Singapura dan Indonesia.
Delapan finalis terpilih akan menerima tunjangan semester hingga Rp 4 juta, kesempatan magang berbayar di perusahaan Singapura yang ada di Jakarta, serta pembinaan eksklusif satu hari yang menghadirkan para pemimpin bisnis asal Singapura yang beroperasi di Indonesia, bertepatan dengan pemberian beasiswa dalam Uplifting Summit 2025.
SingCham Uplifting Scholarship sejalan dengan visi SingCham untuk membina generasi baru calon pemimpin Indonesia yang terinspirasi oleh keunggulan dan inovasi Singapura.
Inisiatif tersebut menjembatani kedua negara melalui pendidikan dan kolaborasi industri, membekali para penerima beasiswa dengan nilai dan standar profesionalisme ala Singapura, agar berkontribusi pada konektivitas ekonomi dan budaya antara Singapura dan Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/23/09d01f50ceb5caea3f2228856ceb2798-DSC01791.JPG)
”Beasiswa ini adalah wujud nyata dari visi kami dalam membangun kerja sama jangka panjang melalui pendidikan dan keterlibatan industri,” ujar Shoeb Kagda, Chairman, Singapore Chamber of Commerce Indonesia.
Uplifting Summit 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli 2025 di Jakarta, akan mempertemukan para pemimpin bisnis asal Singapura, finalis beasiswa, dan mitra korporasi dalam satu hari penuh sesi mentorship dan jejaring profesional.
Delapan penerima beasiswa akan diumumkan dari 30 finalis teratas program yang akan dihadiri oleh anggota dewan SingCham dan perwakilan dari perusahaan sponsor. Pendaftaran beasiswa ini dibuka hingga 24 Mei 2025. Informasi dapat diakses di laman https://bit.ly/singchamscholarship2025.
Penulis:
Ester Lince NapitupuluEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Retma Wati