Baju Ibu Penuh Lumpur Galodo

Erika Desra kehilangan sang ibu yang menjadi korban bandang di Sumatera Barat. Kini, selembar baju kurung sang ibu menjadi kenangan yang akan selalu dia simpan.

04 Des 2025 18:33 WIB · Nasional

KOMPAS/YOLA SASTRA

Oleh Yola Sastra

Erika Desra (32) mengais puing-puing rumah yang bercampur lumpur di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025) siang. Sejumlah benda ia temukan, dari pakaian hingga Al Quran. 

Barang-barang itu adalah peninggalan almarhumah ibunya, Ernita (58). Mengumpulkan barang-barang peninggalan almarhumah menjadi bentuk penghormatan Erik kepada sang ibu. Ia khawatir almarhumah ibu berkecil hati di alam baka bila barang peninggalannya dibiarkan terbengkalai begitu saja.

Warga melintas di sekitar pondasi rumah yang hancur akibat dilanda banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). Ratusan rumah hanyut dan rusak akibat disapu banjir bandang yang datang dari Sungai Nanggang pada Kamis (27/11/2025). Kini warga kesulitan air bersih, listrik, dan jaringan telekomunikasi.
Anggota tim SAR berupaya menenangkan Abdul Gani (57) yang mencari istrinya, Marsoni (52), yang hilang dalam banjir bandang di lokasi bencana Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (2/12/2025). Abdul Gani berkeliling dari posko ke posko dan lokasi bencana mencari keberadaan istrinya yang diduga jadi korban saat rumah mereka dihantam "galodo" pada Kamis (27/11/2025) sore.
Erika Desra (32) mengumpulkan pakaian peninggalan almarhumah ibunya, Ernita (58), dari puing-puing rumah yang hancur akibat banjir bandang atau “galodo” di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Sang ibu tewas dalam bencana galodo yang menghantam dua ratus lebih rumah di sekitar Sungai Nanggang atau Alahan Anggang di Palembayan pada Kamis (27/11/2025) sore. Jenazah sang ibu ditemukan di bawah reruntuhan rumah pada Minggu (30/11/2025) siang setelah Erik nekat menyewa ekskavator karena lambannya penanganan bencana. Selain ibu, adik, dan tiga keponakan Erik meninggal dalam kejadian yang merenggut lebih dari seratus jiwa dan puluhan korban hilang di Palembayan ini. Mengumpulkan barang-barang peninggalan almarhumah jadi bentuk penghormatan Erik bagi sang ibu.
Erika Desra (32) menyelamatkan Alquran peninggalan almarhumah ibunya, Ernita (58), dari puing-puing rumah yang hancur akibat banjir bandang atau “galodo” di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Sang ibu tewas dalam bencana galodo yang menghantam dua ratus lebih rumah di sekitar Sungai Nanggang atau Alahan Anggang di Palembayan pada Kamis (27/11/2025) sore. Jenazah sang ibu ditemukan di bawah reruntuhan rumah pada Minggu (30/11/2025) siang setelah Erik nekat menyewa ekskavator karena lambannya penanganan bencana. Selain ibu, adik, dan tiga keponakan Erik meninggal dalam kejadian yang merenggut lebih dari seratus jiwa dan puluhan korban hilang di Palembayan ini. Mengumpulkan barang-barang peninggalan almarhumah jadi bentuk penghormatan Erik bagi sang ibu.
Erika Desra (32) mengumpulkan pakaian peninggalan almarhumah ibunya, Ernita (58), dari puing-puing rumah yang hancur akibat banjir bandang atau “galodo” di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Sang ibu tewas dalam bencana galodo yang menghantam dua ratus lebih rumah di sekitar Sungai Nanggang atau Alahan Anggang di Palembayan pada Kamis (27/11/2025) sore. Jenazah sang ibu ditemukan di bawah reruntuhan rumah pada Minggu (30/11/2025) siang setelah Erik nekat menyewa ekskavator karena lambannya penanganan bencana. Selain ibu, adik, dan tiga keponakan Erik meninggal dalam kejadian yang merenggut lebih dari seratus jiwa dan puluhan korban hilang di Palembayan ini. Mengumpulkan barang-barang peninggalan almarhumah jadi bentuk penghormatan Erik bagi sang ibu.

Ibu Erika, Ernita, tewas dalam bencana galodo yang menghantam 200 lebih rumah di sekitar Sungai Nanggang atau Alahan Anggang di Palembayan pada Kamis (27/11/2025) sore. Jenazah sang ibu ditemukan di bawah reruntuhan rumah pada Minggu (30/11/2025) siang setelah Erik nekat menyewa ekskavator karena lambannya penanganan bencana. 

Selain ibu, adik dan tiga keponakan Erik juga meninggal dalam kejadian di Palembayan yang merenggut lebih dari 100 jiwa. Puluhan korban lainnya juga belum ditemukan hingga sepekan pascakejadian.

Erika Desra (32) menunjukkan baju kurung peninggalan almarhumah ibunya, Ernita (58), yang ia temukan dari puing-puing rumah yang hancur akibat banjir bandang atau “galodo” di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Sang ibu tewas dalam bencana galodo yang menghantam dua ratus lebih rumah di sekitar Sungai Nanggang atau Alahan Anggang di Palembayan pada Kamis (27/11/2025) sore. Jenazah sang ibu ditemukan di bawah reruntuhan rumah pada Minggu (30/11/2025) siang setelah Erik nekat menyewa ekskavator karena lambannya penanganan bencana. Selain ibu, adik, dan tiga keponakan Erik meninggal dalam kejadian yang merenggut lebih dari seratus jiwa dan puluhan korban hilang di Palembayan ini. Mengumpulkan barang-barang peninggalan almarhumah jadi bentuk penghormatan Erik bagi sang ibu.
Erika Desra (32) menunjukkan foto almarhumah ibunya, Ernita (58), di sela-sela kegiatannya mengumpulkan barang-barang peninggalan sang ibu dari puing-puing rumah yang hancur akibat banjir bandang atau “galodo” di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Sang ibu tewas dalam bencana galodo yang menghantam dua ratus lebih rumah di sekitar Sungai Nanggang atau Alahan Anggang di Palembayan pada Kamis (27/11/2025) sore. Jenazah sang ibu ditemukan di bawah reruntuhan rumah pada Minggu (30/11/2025) siang setelah Erik nekat menyewa ekskavator karena lambannya penanganan bencana. Selain ibu, adik, dan tiga keponakan Erik meninggal dalam kejadian yang merenggut lebih dari seratus jiwa dan puluhan korban hilang di Palembayan ini. Mengumpulkan barang-barang peninggalan almarhumah jadi bentuk penghormatan Erik bagi sang ibu.

Banjir bandang dari Sungai Alahan Anggang (disebut juga Nanggang) menghantam permukiman di Palembayan pada Kamis sekitar pukul 17.00. Dua nagari terparah disapu galodo, yaitu Salareh Aia dan Salareh Aia Timur.

Posko Basarnas di Palembayan mencatat, hingga Selasa (2/12/2025), jumlah korban dalam pencarian sebanyak 60 orang. Angka itu tersebar di tiga nagari, yaitu 19 orang di Salareh Aia, 39 orang di Salareh Aia Timur, dan 2 orang di Tigo Koto Silungkang.

Bagi Erika Desra, meski raga ibunya telah tiada, baju sang ibu yang penuh lumpur galodo adalah harta yang tidak tidak bisa dibeli dengan uang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari