China menguasai pasokan mineral penting. Dengan pembatasan ekspor, China memainkan kartu as dalam perang semikonduktor dengan AS.
04 Des 2024 16:56 WIB · Internasional
BEIJING, RABU — Beijing segera membatasi ekspor mineral yang vital untuk produksi semikonduktor dan peralatan militer ke Amerika Serikat. Pembatasan ini diumumkan sehari setelah Washington mengumumkan pembatasan ekspor semikonduktor canggih ke 140 perusahaan China. Langkah China ini dinilai sebagai balasan telak atas kebijakan AS yang akan semakin mengekang kemampuan China memproduksi cip canggih.
Kementerian Perdagangan China menyebutkan, bahan-bahan yang dilarang untuk diekspor, antara lain logam galium, antimon, dan germanium. Dalam pernyataan itu, Beijing mengatakan adanya kekhawatiran keamanan nasional.
”Untuk menjaga kepentingan keamanan nasional dan memenuhi kewajiban internasional, seperti nonproliferasi, China telah memutuskan untuk memperkuat kontrol ekspor pada barang-barang penggunaan ganda yang relevan ke Amerika Serikat,” kata pernyataan yang diumumkan di Beijing, China, Selasa (3/12/2024) waktu setempat.
Untuk ekspor grafit, pembatasan ekspor akan dilakukan dengan peninjauan lebih ketat terkait siapa pengguna dan penggunaan akhirnya. Grafit juga termasuk komponen utama lain untuk pembuatan semikonduktor dan kendaraan listrik.
”Pada prinsipnya, ekspor galium, germanium, antimon, dan material superkeras ke Amerika Serikat tidak diizinkan,” kata pernyataan kementerian tersebut.
Dalam pernyataan itu, Kementerian Perdagangan China juga menegaskan setiap organisasi atau individu di negara atau wilayah mana pun yang melanggar peraturan yang relevan akan dimintai pertanggungjawaban menurut hukum.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/04/45144ec1db13444e08157ec747085b16-212fbf3357b545fd84cd5d7a6af7e558_0_34342ddd08994a50bc8694835f8f967a.jpg)
Sehari sebelum pengumuman Beijing itu, Washington mengumumkan pembatasan penjualan semikonduktor canggih kepada 140 perusahaan China. Perusahaan itu di antaranya perusahaan cip China Piotech dan SiCarrier.
Pembatasan terbaru oleh AS itu semakin mempersempit ekspor cip canggih ke China yang selama ini sudah diterapkan AS. Kebijakan terbaru ini akan semakin mengekang kemampuan China untuk memproduksi cip yang merupakan komponen utama dalam pembuatan sistem persenjataan canggih dan akal imitasi (AI) atau kecerdasan buatan.
Aturan baru AS itu juga mencakup kontrol pada sekitar 24 jenis peralatan pembuat cip. Selain itu juga tiga jenis perangkat lunak untuk mengembangkan atau memproduksi semikonduktor.
Ada beberapa kartu yang dapat dimainkan China dan digunakan untuk menyerang AS terkait cip.
Menanggapi pembatasan ekspor baru dari AS itu, Beijing bersumpah akan membela kepentingan nasionalnya. Pernyataan Kementerian Perdagangan China itu menambahkan bahwa AS telah memolitisasi dan menggunakan isu-isu ekonomi, perdagangan, dan teknologi sebagai senjata dalam pembatasan ekspor mereka.
Langkah AS tersebut pada akhirnya juga akan membatasi ekspor barang-barang dengan penggunaan ganda, baik kepada pengguna militer maupun untuk keperluan militer AS.
Selama ini, China menguasai pasokan mineral penting itu. Menurut laporan dari Uni Eropa yang diterbitkan tahun 2024 ini, China menyumbang 94 persen dari produksi galium dunia pada 2023. Logam ini vital dalam pembuatan sirkuit terpadu, LED, dan panel fotovoltaik yang digunakan dalam panel surya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/02/0cba4ea8-ec73-47f6-8d49-a29c68cb0321.jpg)
Tahun lalu, untuk germanium, China menyumbang 83 persen dari produksi dunia. Logam Germanium sangat penting untuk pembuatan serat optik, teknologi inframerah, dan panel surya.
China juga menyumbang sekitar 48 persen suplai antimon dunia pada 2023. Antimon digunakan dalam pembuatan peluru, senjata nuklir, misil berpemandu inframerah, baterai, dan fotovoltaik atau teknologi yang mengubah sinar matahari menjadi listrik.
Adapun tahun 2024, data firma konsultan Project Blue menunjukkan China menyumbang 59,2 persen produksi germanium olahan dan 98,8 persen produksi galium olahan ke seluruh dunia.
Sebelumnya, pada 2023, Beijing telah memperketat pembatasan pada eksportir logam ke AS. Para eksportir itu diwajibkan memberikan informasi tentang penerima akhir dan memberikan rincian tentang penggunaan akhirnya.
Akibat kebijakan itu, ekspor mineral terkait China ke AS turun drastis. Data bea cukai China menunjukkan, sejak Januari sampai Oktober 2024, tidak ada pengiriman germanium atau galium, baik tempa maupun tidak tempa ke AS. Padahal, AS merupakan pasar keempat dan kelima terbesar China untuk ekspor mineral tersebut pada 2023.
Serupa dengan itu, pengiriman produk antimon China ke AS pun anjlok hingga 97 persen pada Oktober 2024 dibandingkan September. Hal ini terjadi setelah Beijing mulai memberlakukan pembatasan ekspor yang sama.
Sebelumnya, peraturan China juga membatasi ekspor beberapa jenis grafit. Grafit merupakan komponen terbesar untuk baterai kendaraan listrik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/04/d3e2c39da488122c326f08853ee3055c-1000008691.jpg)
Sekarang, peraturan terbaru melarang ekspor tiga mineral itu sama sekali. ”Langkah tersebut jelas merupakan serangan balasan terhadap AS,” kata asisten profesor di Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Dylan Loh.
Menurut Loh, langkah China itu menegaskan poin penting bahwa China tidak sepenuhnya pasif. ”Ada beberapa kartu yang dapat dimainkan China dan digunakan untuk menyerang AS terkait cip,” katanya menambahkan.
Profesor Ilmu Politik dari Universitas Nasional Singapura Chong Ja Ian mengatakan, saling balas pembatasan ekspor ini dapat mengganggu rantai pasok serta memicu inflasi di produk-produk terkait jika memengaruhi perdagangan untuk pihak ketiga.
Adapun Direktur asosiasi di perusahaan riset pasar teknologi Counterpoint Brady Wang berpendapat, meskipun logam tersebut memainkan peran penting dalam industri teknologi canggih, logam tersebut berada di hulu rantai pasokan. Artinya, dampak langsung terhadap produksi akan terbatas sifatnya.
”Karena ketegangan perdagangan AS-China telah berlangsung selama beberapa waktu, banyak produsen perantara dalam rantai pasokan telah menimbun bahan-bahan ini,” kata Wang.
Beberapa asosiasi perdagangan China merilis pernyataan agar anggotanya mencari alternatif lokal pengganti cip buatan AS. Masyarakat Internet China juga meminta perusahaan untuk berhati-hati saat membeli cip dari AS.
Mereka minta perusahaan China memperluas kerja sama dengan perusahaan cip di negara dan kawasan lain. Perusahaan China juga diminta untuk aktif menggunakan cip yang diproduksi dan dibuat di China oleh perusahaan domestik dan asing.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/05/29493b5f-6f0e-4a66-906a-dba7a55ed028_jpg.jpg)
Asosiasi Produsen Mobil China menuduh Washington telah mengubah aturan kontrol secara sewenang-wenang, yang akan secara serius berdampak pada tak stabilnya pasokan produk cip AS. ”Kepercayaan dan keyakinan industri otomotif China terhadap pengadaan produk cip AS sedang terguncang, dan produk cip otomotif AS tidak lagi dapat diandalkan dan tak lagi dinilai aman,” kata asosiasi tersebut.
Presiden Asosiasi Industri Semikonduktor AS John Neuffer mengatakan klaim atas keandalan dan keamanan itu tidak akurat. Saat ini asosiasinya sedang mengevaluasi dampak kontrol terbaru oleh Washington dan Beijing. Ia mendesak kedua pemerintah untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Langkah terbaru China itu juga memicu kekhawatiran bahwa Beijing dapat memperluas larangan ekspor mineral penting lainnya, seperti nikel atau kobalt. China termasuk produsen besar dunia untuk dua komoditas itu. Keduanya digunakan di lebih banyak industri penting.
Sebaliknya, AS tak banyak memproduksi mineral-mineral penting tersebut dan selama ini tergantung pada impor dari China. ”China telah memberi isyarat mereka bisa mengambil langkah pembatasan ini, jadi kapan AS akan belajar dari kesalahannya?” kata Todd Malan dari Talon Metals.
Talon Metals adalah satu-satunya perusahaan tambang nikel AS akan habis pada tahun 2028. Saat ini, perusahaan itu tengah mencoba mengembangkan tambang nikel di Minnesota dan sedang mengeksplorasi logam tersebut di Michigan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/01/b7be69ba-7aff-4e8a-b4e5-874a6563a20e.jpg)
Pemerintah AS menyatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai tanggapan. Saat ini, mereka sedang menilai pembatasan baru China tersebut. Adapun perwakilan presiden terpilih AS Donald Trump tidak menanggapi permintaan komentar.
Pembatasan baru China itu semakin menyoroti pentingnya AS memperkuat relasi dagang dengan negara-negara lain untuk mengurangi risiko dan mendiversifikasi rantai pasokan penting dari China.
”Langkah ini merupakan eskalasi ketegangan yang cukup besar dalam rantai pasokan di mana akses ke unit bahan baku sudah ketat di Barat,” kata salah satu pendiri Project Blue, Jack Bedder.
Harga antimon trioksida di Rotterdam telah melonjak hingga 228 persen sejak awal 2024 menjadi 39.000 dollar AS per metrik ton pada 28 November 2024.
”Semua orang akan menggali di halaman belakang rumah mereka untuk menemukan antimon. Banyak negara akan mencoba menemukan endapan antimon,” kata seorang pedagang logam kecil di Eropa, yang menolak disebutkan namanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/10/97222c2c-3779-4756-a2f6-376e09210b07_jpg.jpg)
Perpetua Resources, yang tengah mengembangkan tambang antimon di Idaho, AS, dengan dukungan finansial dari pemerintah AS, mengatakan, China menggunakan mineral penting sebagai senjata terhadap AS.
”Kita harus serius tentang sumber-sumber mineral Amerika,” kata CEO Perpetua Jon Cherry. ”Sudah waktunya untuk mengakhiri ketergantungan kita pada China dan mengamankan masa depan kita,” katanya.
Perusahaan United States Antimony, perusahaan pemurnian antimon di Montana, AS, meyakini langkah China akan mendongkrak harga logam tersebut.
”Tidak mengherankan bahwa China telah menanggapi pembatasan oleh otoritas AS, baik yang sedang berlangsung ataupun yang akan datang, dengan pembatasan terhadap pasokan mineral strategis ini,” kata Peter Arkell, ketua Asosiasi Pertambangan Global China.
”Ini adalah perang dagang yang tidak memiliki pemenang,” katanya. (AFP/Reuters/AP)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase