Kasus dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG di Lampung bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Lampung Timur dan Bandar Lampung.
25 Feb 2026 16:13 WIB · Kesehatan
Kompas/Vina Oktavia
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Sebanyak 33 warga Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Menggala karena mual, pusing, dan muntah-muntah seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis. Hingga Rabu (25/2/2026) siang, warga yang terdiri dari anak balita, anak-anak, hingga warga lansia itu masih dirawat di rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Tulang Bawang Fatoni mengatakan, mereka dilarikan ke rumah sakit pada Selasa (24/2/2026). ”Selain 14 anak, ada lima anak balita, satu warga lansia, dan 13 orang dewasa,” kata Fatoni saat dihubungi dari Bandar Lampung, Rabu. Anak balita, warga lansia, dan orang dewasa ikut keracunan karena menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibawa pulang.
Fatoni menyebut, saat ini, kondisi korban sudah mulai stabil seusai mendapatkan perawatan kesehatan. Bupati Tulang Bawang Qodrotul Ikhwan, kata Fatoni, telah menjenguk korban keracunan di rumah sakit.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/25/4ca55a1a1e3bbba3a708991aaa5b5439-1001516651.jpg)
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandar Lampung Fitra Alfarisi mengatakan, pihaknya sudah menelusuri kasus ini. Hasilnya, menu telur asin, roti, wafer, dan jeruk itu dibagikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menggala Tengah pada Selasa siang.
Pihak SPPG Menggala Tengah menyebut telur asin, yang diduga memicu keracunan, didapatkan dari pemasok dalam kondisi siap santap. Pihak SPPG lantas membagikan telur itu untuk penerima MBG.
Kini, sampel telur asin telah diperiksa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tulang Bawang. Namun, hasilnya belum keluar. Fitra menambahkan, SPPG Menggala Tengah yang akan menanggung biaya pengobatan warga keracunan.
Keracunan setelah menyantap menu MBG di Lampung bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, puluhan siswa di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, juga keracunan. Kejadiannya seusai siswa menyantap roti isi sosis yang menjadi salah satu menu makanan dalam program MBG pada 26 September 2025.
Para siswa SD dan SMP itu mengalami pusing, mual, nyeri ulu hati, dan demam. Dari hasil pemeriksaan, mereka baru saja menyantap roti isi sosis, salah satu menu MBG yang dibagikan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/26/e746bd8d74e24018c28573c6007e2ef3-WhatsApp_Image_2025_09_26_at_19.28.55_1_.jpeg)
Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menyebut Lampung sebagai satu dari lima provinsi dengan jumlah kasus keracunan terbanyak. Jumlah kasus keracunan MBG di Lampung sudah lebih dari 500 kasus per September 2025.
Kasus terbaru, menu MBG yang dibagikan SPPG Sindang Sari di Kabupaten Lampung Utara juga dikritik pedas karena dinilai tidak layak konsumsi. Operasional SPPG itu pun dihentikan untuk sementra waktu (Kompasi.id, 17/1/2026).
Belakangan, sajian MBG saat bulan puasa juga dikeluhkan. Biaya yang dikeluarkan kerap dianggap terlalu besar untuk menu kering MBG.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/20/966de34904c1058638ef45d344562c88-Screenshot_2026_01_20_112414.png)
Ketua Satuan Tugas Percepatan MBG Lampung Saipul mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan keracunan makanan maupun keluhan terkait menu makanan MBG.
Dia mengatakan, selama Ramadhan, para siswa dan penerima MBG mendapat makanan kering berupa telur, susu, roti, dan aneka makanan lainnya. Makanan itu disuplai dari toko dalam bentuk siap saji.
”Kami sudah berkoordinasi dengan koordinator wilayah dan satgas di 15 kabupaten/kota di Lampung,” ujarnya.
Menurut dia, pengelolaan anggaran untuk penyediaan makanan dilakukan oleh setiap SPPG. ”Dari sisi pembiayaan, roti, susu, dan sebagainya sudah cukup. Pada hari tertentu, ada yang lebih dari Rp 10.000 per hari dan ada variasinya,” katanya.
Penulis:
Vina OktaviaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan