Persib Bandung mempertahankan gelar juara Liga 1. Pemain dan pendukung berpesta bersama-sama sembari mengukir sejarah baru.
05 Mei 2025 22:17 WIB · Olahraga
Saat hasil akhir pertandingan BRI Liga 1 musim 2024-2025 antara Persik Kediri dan Persebaya Surabaya berakhir 3-3 ditanggapi dingin pendukungnya di Kediri, Jawa Timur, pesta justru meledak di Kota Bandung, Jawa Barat. Hasil imbang itu menjadikan Persib Bandung sebagai salah satu klub tersukses di Indonesia.
Dengan hasil itu, Persib, yang memiliki nilai 64, tidak terkejar lagi oleh pesaing terdekatnya, Persebaya dan Dewa United. Keduanya hanya memiliki angka 54 dan menyisakan tiga pertandingan lagi. Apabila menyapu semua kemenangan, baik Persebaya maupun Dewa hanya mampu mengumpulkan nilai 63.
Tahu dengan hitung-hitungan itu, ketika wasit Muhammad Iqballuddin mengakhiri pertandingan di Kediri, berjarak 600 kilometer dari Bandung, belasan pemain Persib yang menggelar nonton bersama di Graha Persib, Kota Bandung, sama-sama berteriak bahagia.
”Juara, juara, juara. Campeone, campeone, campeone,” demikian para pemain Persib melantunkannya berulang-ulang.
Tidak ada batas negara dan budaya yang memisahkan mereka. Gelandang serang asal Spanyol, Tyronne del Pino; bek asal Brasil, Gustavo Franca; kiper asal Filipina, Kevin Mendoza; hingga gelandang serang asli Bandung, Beckham Putra, merayakan momen itu bersama-sama.
Mereka kompak memakai baju bertuliskan ”Juara Deui (lagi)”. Sebagai ganti piala yang belum diberikan, mereka merayakannya memakai piala dari kardus dua dimensi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/1222d4a4be91cc4372e00ef9f89c924b-Videoshot_20250505_203810.jpg)
Kapten Persib, Mark Klok, yang sempat hendak pulang ke rumah saat babak pertama berakhir 3-1 untuk keunggulan Persebaya, juga ikut berpesta.
Klok mengatakan, ia sempat berencana menuju ke Jakarta ketika Persebaya unggul 3-1. Namun, saat skor berubah 3-2, ia memilih bertahan di mobil. Klok yakin laga bakal berakhir imbang.
”Ternyata benar. Di detik terakhir, skor menjadi 3-3. Saya lari keluar dari mobil dan bergabung dengan rekan-rekan untuk meraih momen Persib juara lagi,” katanya.
”Saya tidak menyangka pertandingan berakhir imbang. Saya sangat bangga dengan para pemain, manajemen klub, dan tentu para suporter. Sekarang saatnya kita berpesta,” tambah Klok.
Para pemain tidak mau merayakannya sendirian. Tidak lama, mereka mendatangi balkon Graha Persib untuk menyapa bobotoh, sebutan bagi pendukung Persib. Saat itu, banyak bobotoh tumpah ruah di tempat parkir hingga jalanan.
Mewakili pemain dan tim pelatih, Achmad Jufriyanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh bobotoh yang terus mendukung Persib melewati musim Liga 1 tahun ini yang menantang. Tanpa mereka, kata Jupe, panggilan akrabnya, prestasi ini tidak akan terwujud.
Persib, tambah Jupe, melewati musim ini dengan berat. Badai cedera menerjang Persib sejak awal musim.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/02d811fef2240d66e0a3ee953d14cd13-IMG_20250505_210926.jpg)
”Terima kasih, bobotoh. Pesta belum berakhir. Mari kita lanjutkan perayaan kita untuk pertandingan pada Jumat ini di kandang melawan Barito Putra,” ujar Jupe yang musim ini berperan sebagai pemain merangkap salah satu tim pelatih.
Bobotoh juga mengucapkan terima kasih yang sama. Nandi Setiawan (35), warga Padasuka, mengatakan, Persib memberi kado terindah sepanjang tahun ini. Meski tidak selalu menyaksikan secara langsung, Persib memberi kebanggaan baginya sebagai salah satu pendukung.
”Tahun ini lebih berat. Pemain sudah tidak muda. Banyak pemain cedera. Tetapi, alhamdulillah, Persib tetap juara,” kata Nandi bangga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/ea5e4cb2e739e62a6ee1594dc211d9e9-IMG_20250505_204750.jpg)
Selain pemain, menurut Suhendar (45), pendukung Persib asal Kawalu, Tasikmalaya, kredit juga mesti diberikan kepada Pelatih Bojan Hodak. Di tengah keterbatasan pemain, Bojan Hodak tetap bisa membawa Persib juara meski liga belum berakhir.
”Pemain boleh pergi, tapi Hodak masih harus tetap di sini (Persib),” kata Suhendar.
Baik pemain maupun pendukung berhak bahagia. Kemenangan ini menorehkan banyak sejarah baru. Sebelumnya, Persib meraih gelar juara pada musim 1994-1995, 2014, dan 2023-2024.
Dengan empat gelar, Persib menyamai torehan Persipura Jayapura yang punya empat trofi Liga Indonesia. Artinya, Persib sah menyematkan empat bintang di atas logo klub di seragam kebanggaannya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/05/f3b07e891a098493ae6675ae17b4ac5b-IMG_20250505_205854.jpg)
Tahun ini, Persib juga untuk pertama kalinya meraih gelar juara lewat kompetisi penuh. Dalam tiga edisi sebelumnya, Persib selalu juara lewat babak final.
Pemain boleh pergi, tapi Hodak masih harus tetap di sini.
Wajar juga bila Hodak dielu-elukan. Tahun ini, setelah menjadi pelatih asing pertama yang mengantarkan Persib juara di musim 2023/2024, kini ia menyusul jejak pelatih Indra Thohir yang mampu mempertahankan gelar.
Sebelumnya, Indra Thohir adalah juara terakhir di era Perserikatan tahun 1993 dan setahun kemudian membawa Persib juara di awal Liga Indonesia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/15/c6dbd098-f3fe-4a35-8af0-0cc6b60a6d93.jpg)
Pemain senior Victor Igbonefo pun mencatatkan rekor. Dia menjadi satu-satunya pemain yang bisa mengangkat piala Liga Indonesia untuk kelima kalinya.
Bersama Persipura, pemain berusia 39 tahun ini juara tiga kali. Sementara bersama Persib, ia dua kali keluar sebagai pemenang.
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan turut hadir di Graha Persib untuk merayakan momen bersejarah ini. Dia berjanji akan memberikan bonus bagi para pemain dan pelatih yang berhasil mewujudkan prestasi ini.
”Hari ini Persib kembali juara Liga Indonesia. Back to back champion. Saya ucapkan terima kasih bagi manajemen, pemain, pelatih, suporter, dan rekan-rekan jurnalis yang mendukung Persib hingga meraih hasil yang membanggakan ini,” tutur Erwan.
Penulis:
Fabio Maria Lopes Costa, Cornelius HelmyEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar