Bangun Pagi dan Tidur Lebih Cepat Mendukung Prestasi Sekolah

Generasi muda yang sehat, cerdas, dan unggul disiapkan. Kebiasan baik dan sehat dari pola tidur dan makan berkualitas ditumbuhkan di sekolah dan rumah.

29 Des 2024 13:08 WIB · Nasional

Oleh Ester Lince Napitupulu

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggerakkan tiap sekolah dan orangtua untuk menanamkan gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia. Tujuh kebiasaan ini diyakini saling terkait untuk membentuk karakter anak-anak Indonesia agar menjadi generasi sehat, cerdas, dan berkarakter unggul.

Adapun tujuh kebiasaan anak Indonesia yang dimaksud ialah bangun pagi, beribadah, berolahraga, konsumsi makanan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta istirahat cukup dengan tidur cepat demi menjaga keseimbangan tubuh.

”Ada kekhawatiran kita bahwa anak-anak generasi muda kita jadi generasi nokturnal, yakni generasi yang tidur lambat dan bangun terlambat. Ini berbagai macam kebiasaan anak sekarang yang kita khawatirkan sebagai tantangan membangun karakter kuat,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat peluncuran Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat , di Jakarta, pada Jumat (27/12/2024).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (tengah berbaju putih) bersama anak-anak para penampil pada acara peluncuran gerakan 7 kebiasaan Anak Indonesia hebat di Jakarta, Jumat (27/12/2024).

Sebuah studi dalam jurnal Sleep edisi 1 Oktober 2011  yang dilakukan peneliti dari University of South, Australia, menemukan dampak tidur lebih awal dan bangun lebih awal pada kesehatan.

Tubuh anak muda yang biasa bangun pagi dan tidur lebih cepat punya tubuh tetap langsing dan lebih aktif secara fisik daripada rekan-rekan mereka yang bangun malam, meski kedua kelompok mendapatkan jumlah tidur yang sama.

Ben Franklin yang memimpin studi mencatat waktu tidur dan bangun dari 2.200 peserta Australia, usia 9-16 tahun, dan membandingkan berat badan dan penggunaan waktu luang mereka selama empat hari.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (tengah) bersama dua wakilnya Atip Latipulhayat (kiri) dan Fajar Riza Ul Haq (kanan) diwawancarai wartawan setelah peluncuran gerakan 7 kebiasaan Anak Indonesia hebat di Jakarta, Jumat (27/12/2024).

Anak-anak yang tidur larut malam dan bangun lebih siang memiliki kemungkinan 1,5 kali lebih besar untuk menjadi gemuk dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih cepat.

Lebih jauh lagi, orang yang begadang hampir dua kali lebih mungkin untuk tidak aktif secara fisik dan 2,9 kali lebih mungkin untuk duduk di depan televisi dan komputer atau bermain video gim selama lebih lama dari yang direkomendasikan oleh pedoman.

”Para ilmuwan menyadari dalam beberapa tahun terakhir bahwa anak-anak yang kurang tidur memiliki dampak kesehatan lebih buruk, termasuk risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Studi kami menunjukkan waktu tidur lebih penting,” kata Carol Maher, peneliti pascadoktoral di University of South Australia.

Maher mengatakan, pagi hari lebih kondusif untuk aktivitas fisik bagi kaum muda daripada malam hari, yang menawarkan program televisi pada jam tayang utama dan kesempatan untuk berjejaring sosial.

Hubungan antara waktu dalam sehari dan aktivitas yang tersedia ini mungkin menjelaskan mengapa perilaku lebih banyak duduk dan bermain layar diamati pada waktu tidur lebih malam. Riset menunjukkan remaja memiliki kecenderungan alami untuk begadang dan bangun larut malam.

”Sudah diterima secara luas bahwa pola tidur remaja pada dasarnya berbeda dari anak-anak dan orang dewasa. Remaja biasanya begadang hingga larut malam dan tidur larut di pagi hari. Temuan kami menunjukkan pola tidur ini dikaitkan dengan pola aktivitas dan dampak kesehatan tak baik,” kata Maher.

Sementara itu, penelitian dari University of British Columbia, Kanada, menunjukkan tidur yang baik memberi anak peluang terbaik untuk mendapatkan tidur yang cukup dan sehat setiap hari. Tidur yang sehat sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Anak-anak tidur di atas motor saat menunggu orangtuanya belanja kebutuhan harian di Pasar Kaponan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (4/7/2022). Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 04-07-2022

”Penelitian menunjukkan, anak-anak yang tidak cukup tidur secara konsisten lebih mungkin mengalami masalah di sekolah dan berkembang lebih lambat daripada teman sebayanya yang cukup tidur,” kata pakar tidur dan profesor keperawatan dari University of British Columbia, Wendy Hall.

Untuk membantu anak tidur malam berkualitas, Hall mengatakan, perlu untuk memperhatikan kebersihan tidur. Hal ini mencakup praktik seperti menyediakan lingkungan tidur yang sejuk dan tenang atau membaca sebelum tidur untuk membantu anak-anak beristirahat.

Quote

Penelitian menunjukkan, anak-anak yang tidak cukup tidur secara konsisten lebih mungkin mengalami masalah di sekolah dan berkembang lebih lambat daripada teman sebayanya yang cukup tidur.

Mengacu pada Akademi Kedokteran Tidur Amerika, jumlah tidur yang direkomendasikan ialah usia 4-12 bulan selama 12-16 jam; 1-2 tahun selama 11-14 jam; usia 3-5 tahun selama  10-13 jam; usia 6-12 tahun selama 9-12 jam; serta usia 13-18 tahun selama 8-10 jam.

Keberhasilan akademis

Kajian dari University of Alabama di Birmingham, Inggris,  menunjukkan kebiasaan yang baik untuk kesehatan, seperti pola makan dan tidur, terkait dengan keberhasilan akademis.

<p>Remaja 12-18 Tahun dan Tidur Infografik</p>

”Otak tidak dapat bekerja jika kita tidak mengonsumsi cukup kalori. Namun, jika anak-anak pergi ke sekolah tanpa sarapan, fungsi kognitif mereka dapat terpengaruh,” kata Krista Casazza, asisten profesor di Departemen Ilmu Gizi.

Sementara Kristin Avis, profesor madya di Departemen Pediatri Divisi Kedokteran Paru dan Tidur, mengatakan, anak-anak memerlukan tidur malam yang cukup untuk menunjang prestasi sekolah mereka secara keseluruhan.

”Kurang tidur dapat menyebabkan masalah perhatian dan ingatan di kelas, memengaruhi pengendalian impuls dan pengaturan suasana hati yang menyebabkan kecemasan dan bahkan depresi,” kata Avis.

Sering kali orangtua berpikir bahwa kurang tidur satu malam tidak akan jadi masalah. Padahal, itu memengaruhi mereka keesokan harinya. ”Jika mereka terus-menerus kurang tidur, itu bisa membesar dan memperburuk keadaan, termasuk mengejar ketertinggalan tidur di akhir pekan memperburuk keadaan,” kata Avis. 

Infografik-Indikator Tidur Berkualitas *** Local Caption *** Infografik-Indikator Tidur Berkualitas

Demi mendapat manfaat dari pola makan dan tidur yang baik untuk keberhasilan di sekolah, orangtua disarankan untuk menyiapkan sarapan anak-anak dengan buah-buahan, protein, dan biji-bijian utuh. Hindari sereal manis karena dapat menyebabkan kadar gula tinggi, lalu menurun.

”Sarapan seimbang memberi energi pada tubuh untuk jangka waktu lama dan membantu mempertahankan tingkat perhatian mereka hingga makan siang, saat mereka perlu makan dengan baik. Ini membuat mereka bertahan sampai makan malam, dan tak makan camilan dengan rakus setelah sekolah,” kata Casazza.

Jika anak-anak perlu makan sesuatu sebelum makan malam, pertimbangkan pilihan sehat seperti yogurt, buah-buahan, dan sayuran. Jika mereka menginginkan ”makanan anak-anak”, keripik panggang dapat menjadi pilihan, asalkan secukupnya. Minum air putih. Soda tidak memiliki nilai gizi.

Setelah pekerjaan rumah dan makan malam selesai, tidur perlu menjadi prioritas. Jika mereka lelah, sulit bangun untuk sekolah. Mereka kesulitan untuk kembali ke jadwal tidur yang baik

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Ester Lince Napitupulu
 | 

Editor:

Evy Rachmawati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .