Pemanasan global menyebabkan intensitas dan frekuensi hujan lebat di Hawaii meningkat. Badai musim dingin dua pekan terakhir membawa curah hujan tinggi dan banjir.
23 Mar 2026 20:00 WIB · Internasional
AP / SAN FRANSISCO CHRONICLE / STEPHEN L
HONOLULU, SENIN — Hawaii diterjang banjir bandang terburuk dalam 20 tahun. Arus air yang deras akibat hujan lebat menyeret rumah-rumah, mobil, serta membuat ribuan orang masih dalam kegelapan.
Kantor berita Associated Press, Senin (23/3/2026), memberitakan, sebelum banjir bandang terjadi pada Jumat, Hawaii diterjang badai musim dingin yang dikenal sebagai Kona Low selama dua pekan. Badai ini ditandai dengan bertiupnya angin selatan atau angin barat daya yang membawa banyak uap air.
Menurut para ahli, intensitas dan frekuensi hujan lebat di Hawaii meningkat di tengah pemanasan global yang disebabkan oleh manusia. Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir bandang.
Banjir menerjang setelah sebagian wilayah Oahu menerima curah hujan 200-300 milimeter. Curah hujan di Kaala, puncak tertinggi di pulau itu, bahkan sampai 400 milimeter dalam sehari.
Gubernur Hawaii Josh Green dalam konferensi pers menyebut banjir tersebut merupakan yang terburuk dalam 20 tahun. Green mengatakan, itu banjir paling serius di Hawaii sejak banjir tahun 2004 di Manoa. Pada 2004, banjir bandang menenggelamkan rumah-rumah dan perpustakaan Universitas Hawaii.
Kali ini, arus air yang deras sampai mengangkat rumah dan mobil. Air banjir berlumpur menutupi sebagian besar wilayah North Shore Oahu, komunitas yang terkenal di dunia karena selancar ombak besar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/b3a48b42-f702-4c51-8940-9faf6c3051a5.jpg)
Garda Nasional dan Departemen Pemadam Kebakaran Honolulu mengevakuasi 72 anak-anak dan orang dewasa yang sedang mengikuti perkemahan musim semi di Our Lady of Kea’au, resor di pantai barat Oahu. Perkemahan tersebut berada di dataran tinggi, tetapi pihak berwenang tidak ingin meninggalkan mereka di sana.
Badan Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) memperingatkan, sebagian besar wilayah Hawaii mendapat peringatan banjir. Wilayah Haleiwa dan Waialua di Oahu utara malah mendapat peringatan banjir bandang.
Pemerintah Negara Bagian Hawaii sempat mengeluarkan perintah evakuasi bagi 5.500 orang di wilayah utara Honolulu. Namun, perintah itu lalu dicabut.
Sementara petugas penanggulangan darurat menyelamatkan 200 orang dari banjir bandang. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan tidak ada yang hilang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/ea424fc0-df5e-4f40-8dbc-f06457d201e5.jpg)
Gubernur Green dalam konferensi pers mengatakan, kerusakan akibat badai diperkirakan lebih dari 1 miliar dolar AS. Kerusakan di antaranya terjadi di bandara, sekolah, jalan, rumah warga, dan rumah sakit. ”Tidak diragukan lagi kerusakan sejauh ini sangat dahsyat,” katanya.
Ia menambahkan, kepala stafnya telah berbicara dengan Gedung Putih. Hawaii menerima jaminan bahwa pulau-pulau tersebut akan mendapat dukungan federal. ”(Banjir bandang) Ini akan memiliki konsekuensi yang sangat serius bagi kita sebagai sebuah negara bagian,” ujar Green.
NWS Hawaii menyebutkan, badai sebetulnya sudah berakhir. Namun, hujan deras masih turun dan merata di wilayah Kepulauan Hawaii pada akhir pekan lalu.
Matthew Foster, ahli meteorologi Hawaii, menjelaskan, hujan deras mengguyur kepulauan Hawaii, mulai dari Oahu, Maui County, hingga Pulau Hawaii. Hujan di Pulau Hawaii turun dengan intensitas 130 milimeter. Di pulau lain, hujan turun dengan intensitas 30-50 milimeter.
Tanah yang sudah jenuh akibat guyuran hujan deras saat badai musim dingin kembali diguyur hujan deras pada Minggu sore. ”Belum ada laporan kematian hingga saat ini,” kata Molly Pierce, juru bicara Departemen Manajemen Darurat Oahu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/aff1750b-aa6a-4f86-96a9-53eae9bf6997.jpg)
Banjir bandang pada Minggu juga membuat pemadaman listrik sejak Jumat (20/3/2026) belum pulih sepenuhnya. Pada Minggu, Hawaiian Electric mulai memulihkan listrik untuk sekitar 1.200 orang di Waialua, pantai utara Oahu. Sementara 2.000 orang masih tinggal dalam kegelapan, 100 orang di antaranya berada di Maui County.
Pemerintah Hawaii juga khawatir Bendungan Wahiawa yang berusia 120 tahun bisa saja jebol akibat hujan deras. ”Namun, kekhawatiran itu hilang karena permukaan air turun. Bendungan itu terus dipantau,” ucap Pierce.
Foster menambahkan, banjir susulan masih mungkin terjadi. Namun, banjir diperkirakan terjadi dalam skala lebih kecil. Warga diimbau untuk melaporkan kerusakan kepada pemerintah kota.
NWS menyatakan, dibutuhkan beberapa hari agar kelembaban melewati pulau-pulau tersebut. Sementara cuaca yang lebih kering dan lebih khas pada Maret diharapkan dapat terjadi pada Rabu mendatang. (AP)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul