Banjir di Bandar Lampung Renggut Korban Jiwa

Satu warga ditemukan tewas terseret arus sungai dan satu warga lainnya tewas tersengat listrik saat banjir terjadi.

18 Jan 2025 15:39 WIB · Nusantara

Oleh Vina Oktavia

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Banjir yang melanda Kota Bandar Lampung, Lampung, pada Jumat (17/1/2025) sore merenggut dua korban jiwa. Seorang warga ditemukan tewas terseret arus sungai dan satu warga lainnya tewas tersengat listrik saat banjir terjadi.

Korban meninggal adalah Bakhtiar (60), warga yang terseret arus di Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung. Sebelum terseret banjir, korban diketahui sedang memperbaiki genteng rumah yang bocor saat hujan deras. Namun, korban tidak sengaja tergelincir dan jatuh ke aliran sungai yang tepat berada di samping rumahnya dan terbawa arus.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas Basarnas Lampung, petugas BPBD dan Damkar Kota Bandar Lampung, polisi/TNI, serta Forum Rescue Relawan Lampung pun menyisir area aliran sungai ke arah hilir menggunakan perahu karet sejak Jumat malam. Tim SAR gabungan akhirnya dapat menemukan korban dalam kondisi meninggal pada Sabtu (18/1/2025) pukul 07.25 WIB.

”Jasad korban ditemukan pada jarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian,” ujar Komandan Tim Rescue Mohammad Qodri di Bandar Lampung.

Selain korban tewas akibat terseret banjir, Suhendi (30), warga Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, juga dilaporkan tewas akibat tersengat aliran listrik. Saat banjir terjadi, korban tidak sengaja memegang tiang listrik bertegangan tinggi hingga tewas.

banjir bandar lampung

Mulai surut 

Berdasarkan pantauan Kompas, pada Sabtu, banjir di sejumlah titik di Bandar Lampung sudah surut. Banjir bandang menyisakan lumpur tebal yang masih menggenang di gang-gang kecil di permukiman padat penduduk.

Ratusan warga yang terdampak banjir di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, misalnya, masih sibuk membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir. Warga tampak mengeluarkan perabotan rumah tangga dan peralatan elektronik yang terendam banjir pada Jumat sore. Sejumlah warga mengaku masih mengandalkan bantuan makanan yang diberikan swadaya oleh masyarakat.

Nahya (50), salah satu korban banjir, menuturkan, awalnya, hujan deras melanda kawasan itu pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar dua jam kemudian, air bah tiba-tiba datang dengan begitu deras.

Quote

Barang-barang dagangan di warung, seperti beras dan rokok, banyak yang hanyut, tak sempat diselamatkan.

Nahya pun langsung menyelamatkan diri bersama anggota keluarganya ke rumah tetangga. Ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan sembako itu mengaku tak sempat menyelamatkan barang dagangan di warungnya.

”Kami buru-buru naik ke lantai dua rumah tetangga karena air langsung naik setinggi dada. Barang-barang dagangan di warung, seperti beras dan rokok, banyak yang hanyut, tak sempat diselamatkan,” keluhnya.

Sisa lumpur banjir terlihat di permukiman padat penduduk di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, pada Sabtu (18/1/2024).
Sisa lumpur di salah satu rumah warga di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung pada Sabtu (18/1/2025).  Sehari sebelumnya, kawasan itu diterjang banjir.
Sisa sampah menumpuk di pinggir Jalan RE Martanidata, setelah banjir menerjang Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (17/1/2025).
Warga yang terdampak banjir di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung mengambil bantuan makanan yang diberikan secara swadaya oleh masyarakat setempat, Sabtu (18/1/2025). Sejumlah warga menyebut, belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Banjir di kawasan itu terjadi akibat meluapnya Sungai Belau pada Jumat sore. Saat banjir bandang menerjang, ratusan rumah yang berada di bantaran sungai di Kecamatan Teluk Betung Selatan itu terendam air hingga setinggi 2 meter. Arus air yang deras membuat sejumlah perabotan warga hanyut terbawa aliran sungai yang mengarah ke laut melewati Teluk Betung.

Menurut sejumlah warga, banjir ini merupakan yang terparah selama kurun waktu satu dekade terakhir. Selama ini, Kelurahan Pesawahan yang berada di dekat bantaran sungai kerap dilanda banjir saat musim hujan. Namun, banjir biasanya hanya merendam rumah dengan ketinggian 0,5-1 meter.

Sebelumnya, banjir bandang juga pernah melanda kawasan tersebut pada 2016. Setelah itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung membangun beronjong sungai di sisi kiri dan kanan untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda daerah itu. Namun, kali ini, Sungai Way Belau meluap tak terbendung karena intensitas hujan yang cukup deras.

Belasan titik

Wahyu Hidayat dari Humas Badan Penganggulangan Bencana Daerah Lampung mengatakan, berdasarkan data, ada 19 titik di Bandar Lampung yang terdampak banjir pada Jumat. Hingga kini, pihaknya masih terus mendata jumlah rumah dan korban yang terdampak bencana tersebut. Pihaknya juga masih mengkaji penyebab banjir parah yang terjadi di Bandar Lampung tahun ini.

Dari belasan titik tersebut, lokasi banjir terparah terjadi di Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang dan Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan. Di Kecamatan Panjang, sejumlah mobil juga dilaporkan hanyut terseret banjir hingga masuk ke aliran sungai. Sementara di Kecamatan Teluk Betung Selatan, sejumlah kapal nelayan juga dilaporkan hanyut terseret arus air yang deras.

Selain di Bandar Lampung, banjir juga dilaporkan terjadi di lima kabupaten lain, yakni Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Pesisir Barat. BPBD Lampung meminta warga untuk mengatisipasi terjadinya banjir susulan karena hujan deras diprediksi masih akan mengguyur wilayah Lampung selama beberapa pekan ke depan.

 

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan