Banjir tak kunjung surut membuat sebagian warga terdampak mengungsi di sejumlah tempat. Bendung Katulampa berstatus Siaga 3 atau Waspada.
29 Jan 2025 12:32 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (28/1/2025) hingga Rabu (29/1/2025) pagi mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pantauan Kompas, hingga pukul 11.00, genangan air belum surut, seperti terlihat di Jalan Latumeten, Jelambar, Jakarta Barat. Genangan air di ujung jembatan layang yang berada tidak jauh dari RS Soeharto Heerdjan masih cukup tinggi sehingga membuat kendaraan roda empat melaju di sisi tepi.
Genangan juga terjadi di halaman rumah sakit dan permukiman warga. Di Jalan Latumeten 1 yang berada di sisi Stasiun Grogol, kondisi air juga masih setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya, kendaraan tidak bisa melintas dan portal mesti ditutup.
”Sejak habis maghrib (19.00) sudah hujan langsung deras. Sekitar pukul 20.00 mulai tergenang banjir. Sekitar pukul 03.30 hujan mulai reda, tetapi deras lagi sampai pukul 06.30,” ujar Zanofan (28), salah satu warga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/29/f6ba4c16c80942599fc910d3fa76083f-20250129_104625.jpg)
Menurut Zanofan, air masuk ke rumah dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter. Akibatnya, sejumlah perabotan terendam. Begitu pula barang dagangan yang hendak dijajakan di Pasar Glodok, ikut basah. Beruntung listrik tidak turut dipadamkan.
Zanofan mengatakan, daerah tersebut memang sering banjir. Setiap hujan dengan durasi di atas 4-5 jam dipastikan banjir. Tahun lalu ada juga seperti ini, khususnya rumah-rumah yang ada di daerah rendah. Zanofan dan keluarga sendiri berusaha menguras genangan dengan pompa air.
Hal senada dikatakan Ogi Gunawan (31), penghuni indekos di daerah Jelambar.
Menurut dia, pompa yang ada di kawasan jembatan layang sempat mati sehingga timbul genangan. Kamar indekos Ogi aman, tetapi dia tidak bisa memarkir mobil masuk ke dalam gang.
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta Muhammad Yohan mengatakan, hujan deras kategori sedang-lebat pada Selasa (28/1/2025) menyebabkan kenaikan status Pos Pesanggrahan pada Selasa pukul 13.00 WIB menjadi Siaga 3 (Waspada).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/29/69078d9263655a18eb39ccf4ead41171-20250129_105826.jpg)
Selain itu, Bendung Katulampa pukul 15.00 WIB menjadi Siaga 3 (Waspada), Pos Sunter Hulu pukul 17:00 WIB menjadi Siaga 3 (Waspada), Pos Pantau Depok pukul 19.00 WIB menjadi Siaga 3 (Waspada), dan Pintu Air Manggarai pukul 21.00 WIB menjadi Siaga 3 (Waspada).
Pintu Air Karet pukul 22.00 WIB juga menjadi Siaga 3 (Waspada), Pos Pantau Angke Hulu pukul 23.00 WIB menjadi Siaga 3 (Waspada), Pintu Air Pasar Ikan pukul 23.00 WIB menjadi Siaga 3 (Waspada), Pulo Gadung pukul 21.00 WIB menjadi Siaga 3 (Waspada), Waduk Pluit pukul 00:00 WIB menjadi Siaga 3 (Waspada), serta menyebabkan genangan di wilayah DKI Jakarta.
Hingga pukul 10.00, BPBD Jakarta mencatat genangan terjadi di 33 RT dan 20 ruas jalan. Adapun data wilayah terdampak sebagai berikut: Jakarta Barat terdapat 32 RT yang terdiri, antara lain, Kelurahan Cengkareng Barat 2 RT, Duri Kosambi 4 RT, Kedaung Kali Angke 11 RT, Rawa Buaya 4 RT, dan Jelambar Baru 2 RT.
Jakarta Utara terdapat 1 RT, yakni di Kelurahan Rorotan dan 20 ruas jalan tergenang, antara lain Jalan Pluit Dalam di Penjaringan dengan ketinggian 25 sentimeter; Jalan Keramat Raya, Kelurahan Tugu Utara, dengan ketinggian 15 cm; Jalan Boulevard Utara, Kelapa Gading Timur, dengan ketinggian 10 cm; serta Jalan Pegangsaan Dua (Green Hill), Kelurahan Pegangsaan Dua, setinggi 20 cm.
Adapun genangan yang sudah surut, menurut Yohan, antara lain di Kelurahan Tanjung Duren Utara, 1 RT; Kembangan Utara, 1 RT; Joglo, 1 RT; Pejaten Timur, 4 RT; Kebon Kosong, 1 RT; Cililitan, 1 RT; Cawang, 14 RT; Bidara Cina, 3 RT; dan Rawa Terate:m, 2 RT; serta Kali Deres 2 RT.
Menurut Yohan, 12 ruas jalan juga sudah surut, seperti Tanjung Duren Raya, RT 012 RW 002, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan; Jalan KomplekbJoglo Baru RT 007 RW 006 Joglo, Kembangan; dan Jalan Srengseng, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/29/bb8cf215d4ec1575e4cbdfbbdbff25f1-20250129_104729.jpg)
Adapun pengungsi berada di Kelurahan Duri Kosambi RT 001, 004, 005, 006 RW 005. ”Lokasi pengungsian ada di Mushala Darussalam RT 006 RW 05. Jumlah warga yang mengungsi 50 Keluarg, 200 Jiwa,” ucapnya.
Di Mushala Isroruddin RT 001 RW 005 ada 38 keluarga 150 jiwa. Di Kelurahan Kedaung, Kali Angke, RT 001, 002, 003, 008 RW 008 terdapat 13 keluarga 37 jiwa yang mengungsi di masjid setempat.
Di Kelurahan Tegal Alur ada ratusan keluarga yang mengungsi di rusun setempat, musala, dan masjid setempat. Di Kelurahan Cakung Timur, RW 002 (RT 010 , RT 004 , dan RT 005) juga ada pengungsi di gereja setempat, sedangkan di Semper Barat, 135 orang mengungsi di rusunawa setempat.
Menurut Yohan, BPBD Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur dinas SDA, dinas bina marga, dan dinas gulkarmat, bersama dengan para lurah dan camat setempat, untuk menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat.
BPBD mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Neli TrianaPenyelaras Bahasa:
Nur Adji