Setidaknya 13 orang tewas dan 23 orang lainnya masih hilang saat banjir di Texas, Amerika Serikat, menyapu lokasi perkemahan.
05 Jul 2025 13:13 WIB · Internasional
Hujan dengan internsitas tinggi yang melanda kawasan Texas, Amerika Serikat, Jumat (4/7/2025), dalam hitungan jam menjadi banjir besar yang menyapu sebagian kawasan itu. Sungai Guadalupe yang tak mampu menampung curahan air hujan menjadi banjir bandang yang kawasan wisata alam di Kerr County.
Sebanyak 13 anak ditemukan tewas dan 23 anak lainnya dilaporkan hilang saat menghadiri perkemahan musim panas. Pemerintah setempat segera mengerahkan ratusan penolong dengan dukungan 14 helikopter, 12 pesawat tanpa awak, serta puluhan perahu cepat dalam penanganan musibah ini.
Di halaman Facebook kantor sheriff Kerr County, orang-orang memohon bantuan untuk menemukan orang-orang terkasih dan mengunggah foto-foto mereka. Laman media sosial di Texas juga dipenuhi foto bocah perempuan yang diunggah orangtua, kerabat, dan teman-teman seusianya. Ratusan anak-anak yang selamat dari musibah ini segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/05/ed9e49c0-822d-4483-a467-5093c689ef24_jpg.jpg)
Suara helikopter bersahutan dengan suara mesin perahu cepat yang mencoba melawan arus, mencari korban yang masih hilang. Ratusan anggota tim pencari yang lain menyusuri pinggiran sungai dengan berjalan kaki. Puluhan pohon tumbang dan terbawa arus membuat pencarian makin sulit.
Kawasan perkemahan pinggir sungai di Hill County merupakan bagian penting dalam perekonomian Texas. Area ini menjadi favorit anak-anak dari penjuru neluruh negeri untuk berkemah.
Sungai dengan aliran yang bersih serta hamparan rumput di tepi sungai dan pepohonan yang rindang menjadi daya tarik ribuan warga Texas dan kota-kota lain selama musim panas. Namun, hujan disertai banjir bandang yang melanda kawasan perkemahan mengakhiri kegembiraan anak-anak hari itu.
Wakil Gubernur Texas Dan Patrick dalam sebuah konferensi pers mengatakan, 23 anak-anak dan remaja putri yang menghadiri Camp Mystic, sebuah acara perkemahan khusus anak-anak dan remaja putri masih belum berhasil ditemukan. Hari itu, 750 peserta perkemahan diperkirakan berada di lokasi yang tersapu banjir.
Para orangtua di Texas dengan panik mengunggah foto-foto putri kecil mereka di media sosial dengan permohonan informasi karena putrinya belum memberi kabar sejak terdengar adanya banjir yang melanda kawasan tempat mereka menghabiskan liburan musim panas di Hill County.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/05/bfb6b274-a2b8-48a0-a94f-27a4853fd4af_jpg.jpg)
Kamp tempat kolasi perkemahan terletak di jalur yang dikenal sebagai ”Lorong banjir bandang,” kata Austin Dickson, CEO Community Foundation of the Texas Hill Country, sebuah lembaga amal yang mengumpulkan sumbangan untuk membantu organisasi nirlaba saat dimintai pendapat tentang bencana ini. ”Saat hujan, air tidak meresap ke dalam tanah,” kata Dickson. ”Air mengalir deras menuruni bukit.”
Di Ingram, Erin Burgess terbangun karena suara guntur dan hujan pada pukul 03.30. Hanya 20 menit kemudian, air mengalir deras ke rumahnya yang terletak tepat di seberang sungai.
Dia menggambarkan satu jam yang menyiksa saat berpegangan pada pohon dan menunggu air surut cukup sehingga mereka bisa berjalan ke atas bukit menuju rumah tetangga. ”Anak laki-laki saya hanyut, tetapi akhirnya berhasil ditemukan berpada di pohon yang menjadi tempat berpegangan saat banjir datang,” katanya.
Matthew Stone (44) dari Kerrville mengatakan, polisi datang mengetuk pintu pada pukul 05.30, tetapi dia tidak menerima peringatan apa pun di teleponnya. ”Kami tidak mendapat peringatan darurat. Tidak ada apa-apa,” kata Stone.
Stone akhirnya diselamatkan polisi dengan perahu dayung dan mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan tetangga yang lain. Stone mengatakan, dia dan para penyelamat mendengar seseorang berteriak ”tolong!” dari air tetapi tidak dapat melihat siapa pun karena gelap.
Di posko bantuan yang didirikan di Ingram, keluarga menangis dan bersorak saat melihat orang-orang turun dari kendaraan yang penuh dengan warga yang berhasil diselamatkan. Dua tentara menggendong seorang wanita tua yang tidak bisa turun dari tangga. Di belakangnya, seorang wanita dengan kaus oblong dan celana pendek yang kotor memegang seekor anjing putih kecil.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/05/b55f52c3-83ac-4395-9a5d-f2e487954173_jpg.jpg)
Tak lama kemudian, seorang gadis dengan kaus oblong ”Camp Mystic” putih tiba. Ia berdiri dengan kaus kaki putih di genangan air dan mulai menangis tersedu-sedu di pelukan ibunya. Banjir hari itu mengakhiri musim keceriaan mereka.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan