Arus kendaraan dari Langsa dan Medan kini sudah bisa melintasi perbatasan Aceh-Sumut di Desa Bukit Tiga, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Aceh, Selasa pagi.
02 Des 2025 18:35 WIB · Ekonomi & Bisnis
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
ACEH TAMIANG, KOMPAS – Banjir yang mulai surut di Desa Kebun Tiga, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025), membuat arus lalu lintas Jalan Nasional Medan-Banda Aceh mulai pulih. Mobil pribadi mulai melintasi jalan tersebut sejak Selasa pagi secara bergantian diatur warga setempat agar tidak memicu kemacetan.
Antrean kendaraan dari arah Medan sepanjang sekitar 7 kilometer yang tertahan banjir sejak Rabu (26/11/2025) pagi mulai terurai. Kini, tinggal satu titik lagi lokasi banjir di kawasan Alur Selawi, Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, dengan ketinggian air sekitar 70 sentimeter, dari sebelumnya tiga titik banjir dan dua titik longsor.
Kawasan ini termasuk titik banjir terparah setelah banjir bandang akibat badai Senyar menerjang permukiman penduduk pada Rabu dini hari. Arus listrik padam dan jaringan komunikasi lumpuh turut memperparah kondisi warga terdampak bencana alam.
Tumiran (40), warga Desa Karangjadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Selasa, mengatakan, arus lalu lintas mulai terurai sejak pukul 08.00. Warga mengatur bergantian untuk menjaga pengguna jalan dari kedua arah dapat berlalu dengan lancar.
Sebagian besar sopir truk sudah tertahan di lokasi ini sekitar delapan hari. Ada sejumlah pengendara yang memarkirkan mobilnya di tepi jalan ketika ketinggian banjir tidak mungkin dilalui.
Mereka melanjutkan perjalanan menggunakan sampan mengarungi banjir atau menyewa ojek dan berjalan kaki melintasi kawasan perkebunan kelapa sawit menuju Kuala Simpang dan Langsa.
Syaiful Amri (32), sopir truk pengangkut material bangunan tujuan Idi Rayeuk, Aceh Timur, mengungkapkan, dirinya sudah tertahan di lokasi banjir selama delapan hari akibat banjir. Selama tertahan, dia harus mengeluarkan biaya ekstra untuk makan dan minum karena harga sebungkus nasi dengan telur dadar atau sepotong kecil ikan mencapai Rp 20.000.
”Daripada kelaparan, ya, terpaksa dibeli. Alhamdulillah, hari ini air sudah surut dan truk bisa melintas,” ujarnya.
Dua titik longsor di Bukit Seumadam dan Bukit Alur Gantung, yang berdekatan dengan kantor Komando Distrik Militer (Kodim) Aceh Tamiang, juga sudah bisa dilalui sejak Senin lalu. Prajurit TNI bersama masyarakat membersihkannya menggunakan alat berat Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Komandan Resor Militer 011/Lilawangsa Kolonel (Inf) Ali Imran, yang dihubungi di Lhokseumawe menggunakan telepon seluler dari Seumadam, Aceh Tamiang, mengatakan, tiga titik banjir di perbatasan Aceh Tamiang-Langkat sudah bisa dilalui. Pada titik pertama air di Desa Kebun Tiga, ketinggian banjir sekitar 30 sentimeter dan titik kedua di Desa Karangjadi banjir setinggi 70 sentimeter.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/02/a1d910c924959203dba3c8182641c390-20251202TOK2.jpg)
Adapun titik ketiga berada di Dusun Alur Selawi, Desa Sungai Liput, setinggi 90 sentimeter, dan titik keempat di Desa Kebun Tengah, Kecamatan Bukit Rata, setinggi 90 sentimeter. Banjir juga terjadi menjelang memasuki pusat ekonomi Aceh Tamiang, yakni Kecamatan Kuala Simpang di Desa Pam Minuran, Kecamatan Bukit Rata, setinggi 90 sentimeter.
Prajurit TNI dan Polri dibantu masyarakat mengatur antrean kendaraan yang akan melintasi banjir dengan sistem buka-tutup. Setiap lima mobil yang melintas dari arah Banda Aceh telah melalui banjir, baru kemudian lima mobil dari arah Medan diizinkan melaju.
”Kami juga sedang berkoordinasi dengan Danrem 022/Pantai Timur untuk perbantuan suplai Pertalite ke Aceh karena di Kabupaten Langkat juga sangat langka. Kami akan mendorong bantuan kebutuhan pokok dari mitra Kodim Langkat ke Aceh Timur,” ujar Ali.
Terkait penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Banda Aceh, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh Irwansyah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Dia menyatakan, stok BBM masih sangat banyak dan bisa memenuhi kebutuhan hingga lima hari ke depan.
Irwansyah juga meminta warga yang masih memiliki stok BBM di tangki kendaraannya untuk tidak ikut mengantre saat ini. Tujuannya, supaya antrean kendaraan di SPBU tidak terlalu panjang.
”Saya menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri di Terminal BBM Pertamina Krueng Raya, Aceh Besar. Jutaan liter stok tersedia. Kami sudah minta stasiun pengisian bahan bakar umum di Banda Aceh beroperasi 24 jam mulai Selasa ini untuk mengurai antrean panjang,” tuturnya.
Penulis:
Hamzirwan .Editor:
Aris PrasetyoPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul