CUACA EKSTREM

Banjir Warnai Minggu Pagi Warga Jakarta

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (17/1/2026) malam hingga Minggu pagi membuat sejumlah lokasi kembali terendam banjir.

18 Jan 2026 13:44 WIB · Metropolitan

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Fakhri Fadlurrohman

Sebagian warga Jakarta terpaksa mengubah rencana Minggu (18/1/2026) pagi mereka akibat banjir. Hujan deras yang terjadi sejak Sabtu (17/1/2026) malam membuat sejumlah ruas jalan dan permukiman warga terendam. Ini merupakan banjir kedua di Jakarta pada Januari 2026.

Salah satu warga Pademangan Barat, Jakarta Utara, Deri, hanya terdiam melihat banjir yang menggenangi jalan di depan rumahnya. Walaupun air tidak masuk ke tempat tinggalnya, ia tetap waswas jika hujan kembali turun dan membuat genangan banjir lebih tinggi.

Seorang warga menggunakan jasa becak untuk melintasi banjir di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara, Minggu (18/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat per pukul 11.00 WIB, 28 ruas jalan di Jakarta tergenang. Sementara itu, sebanyak 39 RT di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, tergenang air setinggi 30 sampai 110 sentimeter.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
18-01-2026

”Waktu banjir Senin kemarin tidak setinggi ini. Sekarang banjirnya agak lebih tinggi,” ujarnya.

Deri masih beruntung karena tempat tinggalnya lebih tinggi dari jalan sehingga membuat air tidak masuk ke rumahnya. Sementara sebagian warga Pademangan Barat yang lain mesti berjibaku dengan banjir yang memasuki tempat tinggal mereka. Drainase yang buruk membuat banjir surut lebih lama.

Anak-anak bermain di genangan banjir di Jalan Gunung Sahari, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Warga melintasi genangan banjir di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Genangan banjir merendam sebagian Jalan Gunung Sahari, Jakarta.
Asyik bermain di tengah banjir.
Aktivitas Minggu pagi warga Pademangan Barat.
Melintasi genangan banjir untuk bermain air.
Warga berebut uang saweran di tengah genangan banjir.
Seorang warga menaiki gerobak untuk menghindari genangan banjir di kawasan Pademangan Barat.
Banjir merendam kawasan permukiman warga di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Salah seorang warga menunggu air surut yang merendam tempat tinggalnya di Pandemangan Barat, Jakarta.
Warga makan di atas genangan air yang merendam salah satu warung makan.
Seorang warga menggendong anaknya saat banjir merendam kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara, Minggu (18/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat per pukul 11.00 WIB, 28 ruas jalan di Jakarta tergenang. Sementara itu, sebanyak 39 RT di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, tergenang air setinggi 30 sampai 110 sentimeter.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
18-01-2026

Di tengah banjir yang menghantui permukiman warga, genangan itu menjadi tempat ”wisata” dadakan. Bertepatan dengan hari libur, anak-anak menjadikan momen banjir ini jadi tempat bermain mereka. Jalan Gunung Sahari, Pademangan Barat, yang juga tergenang banjir menjadi tempat bermain mereka untuk menghabiskan waktu libur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat, hingga pukul 11.00 WIB, sebanyak 39 RT di Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara turut terendam banjir dengan ketinggian mulai dari 30 sentimeter hingga 110 sentimeter.

Selain tempat tinggal warga, jalan raya pun turut terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi. BPBD Jakarta mencatat, terdapat 28 ruas jalan yang tergenang banjir. Salah satunya terjadi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur. 

Genangan air di Jalan Jenderal Ahmad Yani merembet hingga pintu masuk Gerbang Tol Cempaka Putih. Pantauan Kompas, mobil yang hendak masuk tol harus berjalan perlahan dan menumpuk di salah satu gerbang tol meskipun genangan air tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, genangan yang mencapai 60 sentimeter di Jalan Jenderal Ahmad Yani menyebabkan pengendara sepeda motor tidak mampu melintas. Mereka memilih menunggu agar banjir sedikit surut. Walakin, ada beberapa pengendara sepeda motor yang memaksakan untuk melintasi banjir dengan risiko mogok.

Pengendara sepeda motor melintasi banjir di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Pengendara sepeda motor terjebak banjir.
Deretan pengendara sepeda motor menunggu genangan air surut.
Petugas penanganan prasarana dan sarana umum berjalan di genangan banjir.
Kendaraan tersendat genangan banjir di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta.
Mobil melintasi banjir saat akan masuk ke Gerbang Tol Cempaka Putih.
Pedagang melintasi banjir di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta.
Warga melintasi genangan banjir di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta.

Di tengah kebingungan pengemudi sepeda motor yang terjebak banjir, momen ini dimanfaatkan Sulis untuk melakukan siaran langsung di media sosial Tiktok. Sejak pagi, Sulis telah siaga dengan ponselnya yang telah dilengkapi tripod dan power bank. Tanpa alas kaki ia menerjang banjir untuk memperlihatkan keadaan sekitar kepada para penontonnya.

”Kalau ada banjir begini memang sering live, lumayan Om, he-he,” katanya.

Seroang warga, Sulis, melakukan siaran langsung di platform TikTok saat banjir di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta, Minggu (18/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat per pukul 11.00 WIB, 28 ruas jalan di Jakarta tergenang. Sementara itu, sebanyak 39 RT di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, tergenang air setinggi 30 sampai 110 sentimeter.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
18-01-2026

Transjakarta mengumumkan rute-rutenya yang terdampak akibat cuaca ekstrem dan banjir pada Minggu pagi. Sejumlah rute, seperti Koridor 2 Pulogadung-Monas, Koridor 2A Pulogadung-Rawa Buaya, Koridor 7F Kampung Rambutan-Juanda via Cempaka Putih, Koridor 12 Pluit-Tanjung Priok, dan Koridor 14 JIS-Senen, berhenti beroperasi per pukul 07.00 WIB.

Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengimbau pelanggan agar menyesuaikan kembali jadwal dan rute perjalanan, serta memantau kondisi layanan terkini melalui aplikasi TJ: Transjakarta atau akun media sosial resmi Transjakarta.

Kemacetan terjadi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta, saat terjadi banjir, Minggu (18/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat per pukul 11.00 WIB, 28 ruas jalan di Jakarta tergenang. Sementara itu, sebanyak 39 RT di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara, tergenang air setinggi 30 sampai 110 sentimeter.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
18-01-2026

Peristiwa ini menjadi tantangan kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta Pramono Anung-Rano Karno untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi akibat hujan deras. Pemerintah Jakarta sebetulnya telah melakukan pencegahan dengan menggalakkan pengerukan kali hingga modifikasi cuaca. Namun, hal itu masih belum dapat menghentikan banjir merendam sebagian Jakarta.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fakhri Fadlurrohman
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul