BI Bantah Jual Emas 11 Ton, Klaim Cadangan Devisa Tetap Stabil

Bank Indonesia mengklaim tidak menjual cadangan emasnya sebagaimana dilaporkan oleh World Gold Council.

07 Okt 2025 11:49 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Agustinus Yoga Primantoro

JAKARTA, KOMPAS — Bank Indonesia membantah telah menjual cadangan emas sebanyak 11 ton. Sebaliknya, cadangan devisa Indonesia dinilai tetap kuat dalam mendukung ketahanan eksternal dan ke depan diperkirakan tetap kuat.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, saat dikonfirmasi pada Selasa (7/10/2025), menyampaikan, BI tidak melakukan penjualan emas sebanyak 11 ton sebagaimana informasi yang beredar.

”Dapat kami sampaikan bahwa Bank Indonesia tidak melakukan penjualan emas sebagaimana disebutkan,” katanya ketika dihubungi dari Jakarta.

Oleh sebab itu, Denny meminta, seluruh informasi resmi mengenai perkembangan cadangan devisa dapat diakses melalui laman resmi BI. Berdasarkan data terbaru, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2025 tercatat sebesar 148,7 miliar dollar AS.

Ruang penyimpanan replika emas moneter yang dipajang dalam Museum Bank Indonesia, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Angka tersebut turun 2 miliar dollar AS dibandingkan dengan akhir Agustus 2025 yang tercatat sebesar 150,7 miliar dollar AS. Perkembangan ini antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI.

Meski demikian, posisi cadangan devisa akhir September 2025 tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Dengan demikian, posisi cadangan devisa masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

”Bank Indonesia menilai cadangan devisa ini tetap kuat mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Denny dalam keterangan resmi.

Quote

Kami merevisi turun perkiraan awal Juli sebesar +10 ton setelah Bank Indonesia melaporkan penjualan sebanyak 11 ton.

Ke depan, Denny menambahkan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap kuat sejalan dengan terjaganya prospek ekspor serta perkiraan surplus neraca transaksi modal dan finansial. Ini sejalan dengan persepsi positif investor atas prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

Cadangan emas

Sebelumnya, kabar terkait penjualan cadangan emas oleh BI tersebut mencuat dalam laporan dari World Gold Council terkait statistik cadangan emas bank sentral. Adapun laporan tersebut dibuat oleh Senior Analis EMEA Krishan Gopaul.

Ia melaporkan, bank-bank sentral telah menambah cadangan emas global sebanyak 15 ton secara neto pada Agustus 2025. Informasi ini merujuk ada data yang disampaikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) serta data setiap bank sentral.

Grafik menunjukkan pembelian dan penjualan cadangan emas bank-bank sentral di dunia hingga 31 Agustus 2025. Sumber: IMF, Bank Sentral, dan World Gold Council

Gopaul menjelaskan, kondisi itu sejalan dengan pembelian emas secara neto bulanan Maret-Juni 2025, sekaligus menandai kembalinya aktivitas pembelian, setelah tidak ada perubahan cadangan emas global pada Juli 2025. Namun, terdapat revisi setelah adanya laporan terkait penjualan emas oleh BI.

”Kami merevisi turun perkiraan awal Juli sebesar +10 ton setelah Bank Indonesia melaporkan penjualan sebanyak 11 ton,” tulisnya dalam laporan bertajuk ”Central Bank Gold Buying Rebounds in August” pada Jumat (3/10/2025).

Masih merujuk laporan yang sama, terdapat tujuh bank sentral yang melaporkan peningkatan cadangan emas mereka rata-rata sebanyak 1 ton atau lebih selama Agustus 2025. Namun, ada dua bank sentral yang melaporkan penurunan cadangan emas mereka pada Agustus 2025.

Berdasarkan data yang tersedia pada saat laporan ditulis, bank sentral Rusia dan BI tercatat menjual emasnya masing-masing sebanyak 3 ton dan 2 ton. Adapun penurunan cadangan emas Rusia kemungkinan terkait dengan program pencetakan koin mereka.

Sementara itu, data IMF menunjukkan, cadangan emas BI mengalami penurunan pada periode Juni 2025-Agustus 2025 sebesar 13,13 ton. Jika diuangkan nilainya sekitar total: Rp 22,82 triliun.

Rinciannya, pada Juli 2025, cadangan emas BI turun 11,25 ton menjadi 67,81 ton (2,17 juta fine troy ounce) dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 79,06 ton (2,53 juta fine troy ounce). Nilainya sekitar 1,18 miliar dollar AS atau Rp 19,4 triliun (kurs Rp 16.459 per dollar AS).

Pada Agustus 2025, cadangan emas BI kembali turun 1,88 ton menjadi 65,93 ton (2,11 juta fine troy ounce) dibandingkan Juli 2025. Nilainya sekitar 208 juta dollar AS: Rp 3,42 triliun.

Catatan: artikel ini telah diperbaharui dengan data terbaru.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agustinus Yoga Primantoro
 | 

Editor:

Budi Suwarna
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan