Beberapa bulan lalu, Indonesia juga mengirim paket bantuan ke Gaza. Dulu bantuan dikirimkan lewat Mesir. Sekarang lewat Jordania.
18 Agt 2025 20:11 WIB · Internasional
JAKARTA, KOMPAS-Paket bantuan kemanusiaan dari Indonesia kembali mencapai Gaza. Pengiriman dikoordinasikan bersama negara Asia dan Eropa.
Times of Israel dalam laporan pada Senin (18/8/2025) secara khusus menyoroti pengiriman bantuan oleh RI. Militer Israel, Tzahal, menyebut untuk pertama kalinya RI mengirimkan bantuan ke Gaza lewat udara.
Merujuk keterangan Kementerian Pertahanan RI dan TNI, Indonesia mengirimkan total 800 ton paket bantuan ke Gaza. TNI mengirimkan dua pesawat Hercules C130-J untuk mengangkut bantuan ke Jordania. Dari Jordania, paket bantuan dikirimkan lewat udara.
Pada 17 Agustus 2025, diterjunkan 17,8 ton bantuan dari Indonesia ke Gaza. Paket bantuan selebihnya akan dikirimkan beberapa hari lagi.
Selain Indonesia, pada Minggu, pengiriman bantuan juga dilakukan oleh Jordania, Uni Emirat Arab, Jerman, Belgia, Perancis, Italia, Belanda, Singapura. Total 180 ton bantuan dikirimkan ke Gaza dalam operasi gabungan itu.
Pada November 2023, Indonesia juga mengirim paket bantuan ke Gaza. Dari Indonesia, bantuan diterbangkan ke Mesir. Selanjutnya, bantuan dikirim lewat darat ke Gaza.
Lalu, pada Agustus 2025, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto melepaskan Satuan Tugas Merah Putih II untuk mengantar bantuan ke Gaza. Dalam upacara di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Rabu (13/8/2025), Agus melepas 66 personel gabungan yang mengantar bantuan ke Gaza.
”Misi ini merupakan perintah langsung dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Indonesia berperan aktif mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan melalui operasi air drop,” kata Agus.
Sebanyak 800 ton bantuan diangkut dua pesawat Hercules C130-J dari Skadron udara 31 TNI AU. Selain makanan, ada obat, hingga selimut yang dikirimkan. ”Didistribusikan total 800 ton bantuan kemanusiaan dari Baznas dan dukungan bahan makanan dari Kemenhan,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/13/b7acb641db41584a3d9f23f016b58103-FAK_6348.jpg)
Kemenhan RI menyebut, pengiriman bantuan ke Gaza menjadi catatan bersejarah. Pengiriman itu sekaligus hadiah istimewa bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Bantuan itu merupakan kerja sama Kemenhan, Kementerian Luar Negeri, TNI, dan Badan Amil Zakat Nasonal. Dua pesawat C-130J Super Hercules milik TNI Angkatan Udara diberangkatkan dari King Abdullah II Air Base, Amman, Jordania, pada pukul 10.37 waktu setempat atau 14.37 WIB. Pesawat terbang selama hampir dua jam untuk misi tersebut.
Komandan Satgas Garuda Merah Putih II Kolonel Penerbang Puguh Yulianto menyampaikan, misi berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Bantuan yang didistribusikan mencakup berbagai kebutuhan dasar bagi masyarakat Gaza.
Indonesia mengirimkan bahan makanan pokok, makanan siap saji, perlengkapan kesehatan, selimut, hingga kebutuhan anak-anak. Misi ini menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjunjung tinggi solidaritas kemanusiaan internasional.
”Keberhasilan misi kemanusiaan pada momen kemerdekaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga bukti nyata kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia,” demikian pernyataan Kemenhan RI.
Penulis:
Kris Mada, Iwan SantosaEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase