LIMASSOL, SELASA — Kapal pengangkut 1.200 bantuan kemanusiaan meninggalkan Siprus menuju Gaza. Bantuan itu merupakan sumbangan dari lembaga amal Katolik, Kristen, dan Islam.
Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos mengumumkan, pengiriman itu dikoordinasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). ”Situasi di sana (Gaza) lebih dari mengenaskan,” ujarnya, Selasa (19/8/2025), di Nikosia, Siprus.
Kapal MV Henke Panama yang mengangkut bantuan itu dijadwalkan tiba di Pelabuhan Ashod, Israel, pada Selasa malam waktu setempat. Distribusi ke Gaza akan diurus bersama PBB dan World Central Kitchen. Pada Juli 2024, setelah sejumlah sukarelawannya dibunuh Israel, World Central Kitchen terpaksa berhenti beroperasi di Israel.
Muatan MV Henke termasuk beras, pasta, dan makanan bayi. Aparat Israel memeriksa muatan MV Henke sebelum meninggalkan Pelabuhan Limassol, Siprus, pada Senin.
Muatan kapal tersebut merupakan hasil sumbangan dari berbagai pihak. Hingga 700 ton bantuan dibeli dari Yayasan Amalthea. Lembaga itu berasal dari Uni Emirat Arab. Selain itu, Asosiasi Al-Salam dari Kuwait ikut menyumbang bantuan. Kelompok Katolik di Malta dan Italia juga mengirimkan bantuan lewat MV Henke.
Yayasan Amalthea dibentuk pada 2024 untuk mengumpulkan sumbangan bantuan ke Gaza. Bersama sejumlah pihak lain, Siprus lebih memilih pengiriman bantuan dengan kapal. Sebab, bisa mengangkut paket lebih banyak.
Keberangkatan MV Henke diungkap sehari selepas Hamas dikabarkan menyetujui usulan gencatan senjata. Menurut Qatar, usulan yang disetujui Hamas identik dengan usulan dari Amerika Serikat. Bersama Mesir, AS-Qatar jadi penengah perundingan Israel dengan Hamas dan kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina di Gaza.
Sejauh ini belum ada kabar Israel menyetujui usulan gencatan senjata. Israel hanya menyatakan sedang mempelajari persetujuan Hamas.
Pada saat bersamaan, Israel malah sedang menyiapkan serangan besar-besaran ke Gaza. Para pejabat Israel juga menyangkal ada kelaparan di Gaza. Padahal, pejabat AS dan berbagai negara menyatakan ada kelaparan di Gaza.
Hari kemanusiaan
Misi MV Henke diungkap bertepatan dengan peringatan Hari Kemanusiaan Internasional pada 19 Agustus 2025. Sejarahnya, pada 19 Agustus 2003, Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Irak, Sergio Vieira de Mello, tewas dibom di Hotel Canal di Baghdad, Irak.
Gedung hotel itu dipakai sebagai markas PBB di Irak. Selain De Mello, sebanyak 21 petugas PBB yang mayoritas bergerak di bidang kemanusiaan tewas.
Tema Hari Kemanusiaan Sedunia 2025, #ActForHumanity atau #BeraksiUntukKemanusiaan, menekankan pentingnya penegakan hukum humaniter internasional. Tema itu juga menekankan pentingnya melindungi mereka yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyalurkan bantuan.
”Pekerja kemanusiaan adalah garis hidup terakhir bagi lebih dari 300 juta orang yang terjebak dalam konflik atau bencana. Namun, pendanaan untuk garis hidup ini kian menipis,” kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
”Hukum internasional sangat jelas: pekerja kemanusiaan harus dihormati dan dilindungi. Mereka tidak boleh dijadikan target serangan,” lanjut Guterres.
Pada 2023, komunitas kemanusiaan global menghadapi tahun paling mematikan dalam catatan sejarah, dengan 420 pekerja kemanusiaan terbunuh akibat kekerasan. Angka ini meningkat drastis sebesar 169 persen dibandingkan pada tahun 2022, ketika ada 248 pekerja kemanusiaan yang kehilangan nyawa.
Tren ini berlanjut hingga 2025. Sejak tahun lalu hingga 17 Agustus 2025, sebanyak 844 pekerja kemanusiaan terbunuh. Angka itu semakin menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi mereka yang berada di garis depan krisis.
”Normalisasi kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan tidak dapat diterima dan mengancam fondasi dari kerja kemanusiaan itu sendiri, yang bertujuan menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” ujar Thandie Mwape, Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Indonesia.
”Di Hari Kemanusiaan Sedunia ini, kami mengenang mereka yang telah membayar harga tertinggi demi kemanusiaan. Kami juga mengapresiasi Indonesia sebagai tempat yang aman serta atas perannya dalam membela hak asasi manusia di tingkat global,” lanjutnya.
Konflik yang masih berlangsung di Gaza telah menjadi lokasi paling mematikan bagi pekerja kemanusiaan, dengan lebih dari 250 orang terbunuh sejak Oktober 2023. Kekerasan ekstrem di Sudan dan Sudan Selatan juga terus menambah angka korban, baik sepanjang tahun 2023 maupun hingga 2024.
Di Jakarta, PBB bersama organisasi-organisasi kemanusiaan akan menyelenggarakan ”Humanitarian Night” di Pos Bloc, Jakarta Pusat, 22 Agustus. Acara ini akan menampilkan pertunjukan budaya, talk show kemanusiaan, musik, serta pameran yang menampilkan karya berbagai organisasi kemanusiaan.
”Di dunia di mana prinsip-prinsip kemanusiaan semakin terancam, semangat gotong royong Indonesia memberi harapan. Kemitraan antara pemerintah dan masyarakat sipil adalah jawaban lokal kita terhadap seruan global untuk #ActForHumanity. Kami berkomitmen terhadap model ini, dengan memastikan perempuan dan anak perempuan ada di pusat dari upaya membangun Indonesia yang tangguh,” kata Hassan Mohtashami, perwakilan UNFPA di Indonesia.
Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia tahun ini menjadi pengingat akan pentingnya membela nilai kemanusiaan, memperjuangkan keadilan, serta menegakkan prinsip-prinsip utama yang memandu upaya kemanusiaan di seluruh dunia. (AP/AFP)
LIMASSOL, SELASA — Kapal pengangkut 1.200 bantuan kemanusiaan meninggalkan Siprus menuju Gaza. Bantuan itu merupakan sumbangan dari lembaga amal Katolik, Kristen, dan Islam.
Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos mengumumkan, pengiriman itu dikoordinasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). ”Situasi di sana (Gaza) lebih dari mengenaskan,” ujarnya, Selasa (19/8/2025), di Nikosia, Siprus.
Kapal MV Henke Panama yang mengangkut bantuan itu dijadwalkan tiba di Pelabuhan Ashod, Israel, pada Selasa malam waktu setempat. Distribusi ke Gaza akan diurus bersama PBB dan World Central Kitchen. Pada Juli 2024, setelah sejumlah sukarelawannya dibunuh Israel, World Central Kitchen terpaksa berhenti beroperasi di Israel.
Serial Artikel
Bantuan dari Indonesia Kembali Capai Gaza
Beberapa bulan lalu, Indonesia juga mengirim paket bantuan ke Gaza. Dulu bantuan dikirimkan lewat Mesir. Sekarang lewat Jordania.
Muatan MV Henke termasuk beras, pasta, dan makanan bayi. Aparat Israel memeriksa muatan MV Henke sebelum meninggalkan Pelabuhan Limassol, Siprus, pada Senin.
Muatan kapal tersebut merupakan hasil sumbangan dari berbagai pihak. Hingga 700 ton bantuan dibeli dari Yayasan Amalthea. Lembaga itu berasal dari Uni Emirat Arab. Selain itu, Asosiasi Al-Salam dari Kuwait ikut menyumbang bantuan. Kelompok Katolik di Malta dan Italia juga mengirimkan bantuan lewat MV Henke.
Yayasan Amalthea dibentuk pada 2024 untuk mengumpulkan sumbangan bantuan ke Gaza. Bersama sejumlah pihak lain, Siprus lebih memilih pengiriman bantuan dengan kapal. Sebab, bisa mengangkut paket lebih banyak.
Keberangkatan MV Henke diungkap sehari selepas Hamas dikabarkan menyetujui usulan gencatan senjata. Menurut Qatar, usulan yang disetujui Hamas identik dengan usulan dari Amerika Serikat. Bersama Mesir, AS-Qatar jadi penengah perundingan Israel dengan Hamas dan kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina di Gaza.
Sejauh ini belum ada kabar Israel menyetujui usulan gencatan senjata. Israel hanya menyatakan sedang mempelajari persetujuan Hamas.
Pada saat bersamaan, Israel malah sedang menyiapkan serangan besar-besaran ke Gaza. Para pejabat Israel juga menyangkal ada kelaparan di Gaza. Padahal, pejabat AS dan berbagai negara menyatakan ada kelaparan di Gaza.
Serial Artikel
Bantuan Indonesia untuk Warga Gaza Tiba di Mesir
Bantuan dari Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza, telah tiba di Pangkalan Udara El Arish, Mesir, Senin (6/11/2023). Bantuan tersebut diangkut menggunakan dua pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara.
Misi MV Henke diungkap bertepatan dengan peringatan Hari Kemanusiaan Internasional pada 19 Agustus 2025. Sejarahnya, pada 19 Agustus 2003, Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Irak, Sergio Vieira de Mello, tewas dibom di Hotel Canal di Baghdad, Irak.
Gedung hotel itu dipakai sebagai markas PBB di Irak. Selain De Mello, sebanyak 21 petugas PBB yang mayoritas bergerak di bidang kemanusiaan tewas.
Tema Hari Kemanusiaan Sedunia 2025, #ActForHumanity atau #BeraksiUntukKemanusiaan, menekankan pentingnya penegakan hukum humaniter internasional. Tema itu juga menekankan pentingnya melindungi mereka yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyalurkan bantuan.
”Pekerja kemanusiaan adalah garis hidup terakhir bagi lebih dari 300 juta orang yang terjebak dalam konflik atau bencana. Namun, pendanaan untuk garis hidup ini kian menipis,” kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
”Hukum internasional sangat jelas: pekerja kemanusiaan harus dihormati dan dilindungi. Mereka tidak boleh dijadikan target serangan,” lanjut Guterres.
Pada 2023, komunitas kemanusiaan global menghadapi tahun paling mematikan dalam catatan sejarah, dengan 420 pekerja kemanusiaan terbunuh akibat kekerasan. Angka ini meningkat drastis sebesar 169 persen dibandingkan pada tahun 2022, ketika ada 248 pekerja kemanusiaan yang kehilangan nyawa.
Tren ini berlanjut hingga 2025. Sejak tahun lalu hingga 17 Agustus 2025, sebanyak 844 pekerja kemanusiaan terbunuh. Angka itu semakin menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi mereka yang berada di garis depan krisis.
”Normalisasi kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan tidak dapat diterima dan mengancam fondasi dari kerja kemanusiaan itu sendiri, yang bertujuan menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” ujar Thandie Mwape, Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Indonesia.
”Di Hari Kemanusiaan Sedunia ini, kami mengenang mereka yang telah membayar harga tertinggi demi kemanusiaan. Kami juga mengapresiasi Indonesia sebagai tempat yang aman serta atas perannya dalam membela hak asasi manusia di tingkat global,” lanjutnya.
Konflik yang masih berlangsung di Gaza telah menjadi lokasi paling mematikan bagi pekerja kemanusiaan, dengan lebih dari 250 orang terbunuh sejak Oktober 2023. Kekerasan ekstrem di Sudan dan Sudan Selatan juga terus menambah angka korban, baik sepanjang tahun 2023 maupun hingga 2024.
Serial Artikel
Sekutu Israel Minta Pertanggungjawaban Kematian Sukarelawan World Central Kitchen
Sebagian sukarelawan World Central Kitchen yang tewas berasal dari negara pemasok senjata untuk Israel
Di Jakarta, PBB bersama organisasi-organisasi kemanusiaan akan menyelenggarakan ”Humanitarian Night” di Pos Bloc, Jakarta Pusat, 22 Agustus. Acara ini akan menampilkan pertunjukan budaya, talk show kemanusiaan, musik, serta pameran yang menampilkan karya berbagai organisasi kemanusiaan.
”Di dunia di mana prinsip-prinsip kemanusiaan semakin terancam, semangat gotong royong Indonesia memberi harapan. Kemitraan antara pemerintah dan masyarakat sipil adalah jawaban lokal kita terhadap seruan global untuk #ActForHumanity. Kami berkomitmen terhadap model ini, dengan memastikan perempuan dan anak perempuan ada di pusat dari upaya membangun Indonesia yang tangguh,” kata Hassan Mohtashami, perwakilan UNFPA di Indonesia.
Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia tahun ini menjadi pengingat akan pentingnya membela nilai kemanusiaan, memperjuangkan keadilan, serta menegakkan prinsip-prinsip utama yang memandu upaya kemanusiaan di seluruh dunia. (AP/AFP)