KEJUARAAN BULU TANGKIS ASIA BEREGU

Banyak Kelemahan dalam Tim Bulu Tangkis Indonesia

Tim bulu tangkis putra dan putri Indonesia akan tampil dalam perempat final Kejuaraan Asia Beregu. Namun, banyak atlet tak tampil baik di penyisihan grup.

05 Feb 2026 21:46 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

QINGDAO, KAMIS — Meskipun lolos ke perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia, tim putra dan putri Indonesia memiliki banyak kelemahan yang harus diperbaiki untuk fase sistem gugur. Kelemahan di sektor tunggal putri terkuak ketika melawan Jepang, sedangkan kombinasi pemain senior dan yunior di tim putra tak tampil meyakinkan ketika berhadapan dengan Malaysia.

Pertandingan di Qingdao Conson Gymnasium, Qingdao, China, Kamis (5/2/2026), itu merupakan pertandingan terakhir Indonesia di grup masing-masing. Setelah mengalahkan Hong Kong 4-1, Rabu, tim putri kalah dari Jepang 2-3 pada persaingan Grup X. Siti Fadia Silva Ramadhanti dan kawan-kawan pun lolos ke perempat final sebagai peringkat kedua grup di bawah Jepang.

Di putra, dalam persaingan Grup D, kemenangan Indonesia ditentukan melalui partai terakhir saat Anthony Sinisuka Ginting berhadapan dengan atlet peringkat ke-343 dunia, Kong Wei Xiang. Kemenangan Anthony dengan skor 21-17, 13-21, 21-16 menjadi kemenangan atlet-atlet putra Indonesia dalam tiga partai beruntun setelah kehilangann dua partai awal. Indonesia menjadi juara grup setelah menang atas Myanmar 5-0, Selasa.

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari tampil sebagai ganda pertama saat Indonesia melawan Jepang pada penyisihan grup Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia. Pada pertandingan di Qingdao, China, Indonesia kalah 2-3.

Pada perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (6/2/2026), tim putri dan putra Indonesia akan berhadapan dengan Thailand. Hasil perempat final akan menentukan tim yang lolos  ke kejuaraan beregu putra dan putri Piala Thomas dan Uber di Horsens, 24 April-3 Mei. Maka, kejuaraan di Qingdao yang berlangsung 3-8 Februari ini menggunakan format pertandingan yang sama dengan Piala Thomas dan Uber, yaitu setiap pertandingan terdiri atas tiga partai tunggal dan dua ganda.

Kejuaraan Beregu Asia menjadi salah satu kejuaraan kontinental yang menjadi babak kualifikasi Piala Thomas dan Uber. Pada pekan berikutnya, kejuaraan sejenis berlangsung untuk wilayah Afrika, Eropa, Pan-Amerika, dan Oseania.

Dari tahap kualifikasi tersebut akan ada empat tim terbaik, masing-masing, dari Asia dan Eropa yang berhak tampil di Piala Thomas dan Uber. Kejuaraan di Afrika, Pan-Amerika, dan Oseania akan mewakilkan satu tim terbaik. Ditambah dengan tiga tim dengan posisi tertinggi berdasarkan ranking beregu dunia, juara bertahan dan/atau tuan rumah, akan ada 16 tim putra dan 16 tim putri yang bersaing dalam Piala Thomas dan Uber.

Indonesia berpeluang bermain di Horsens berdasarkan posisi dalam ranking dunia beregu seandainya tak lolos sebagai empat tim terbaik Asia. Namun, skuad ”Merah Putih” tak bisa mengandalkan ini. Setiap pertandingan akan menjadi bekal bagi setiap atlet seandainya dipilih menjadi anggota tim Piala Thomas dan Uber.

Thalita Ramadhani Wiryawan tampil pada partai pertama Indonesia melawan Jepang pada penyisihan grup Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia di Qingdao, China, Kamis (5/2/2026). Tim putri Indonesia kalah 2-3 dari Jepang.

Pekerjaan rumah terbesar dimiliki sektor tunggal putri yang kehilangan dua dari tiga pertandingan saat melawan Jepang. Mutiara Ayu Puspitasari, bahkan, kalah telak dari Hina Akechi 2-21, 9-21 hanya dalam waktu 24 menit. Pada gim pertama, Mutiara baru mendapat poin pertama saat Akechi sudah memiliki 18 poin.

”Permainan saya jauh dari harapan dan yang saya bayangkan. Sebenarnya persiapan cukup baik, sudah memperhatikan lawan dan pernah bertemu juga. Tidak bisa berkomentar banyak, saya meminta maaf dengan rendah hati ke seluruh pendukung dan tim,” kata Mutiara.

Thalita Ramadhani Wiryawan juga kalah pada partai pertama saat melawan Riko Gunji 14-21, 16-21. Satu-satunya pemain tunggal yang bisa menyumbangkan kemenangan adalah Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi yang mengalahkan Yuzuno Watanabe 21-6, 22-20 pada partai kelima.

Thalita, Dhinda, dan Mutiara adalah tiga tunggal putri pelatnas di bawah Putri Kusuma Wardani dan Gregoria Mariska Tunjung yang tidak bermain di Qingdao. Namun, rentang kemampuan dan pengalaman ketiganya jauh dari Putri dan Gregoria.

Posisi dalam ranking dunia dan level turnamen yang diikuti menjadi indikator. Putri (ranking keenam) dan Gregoria (33) bisa mengikuti semua turnamen BWF level Super 500 ke atas. Namun, Thalita (67), Mutiara (73), dan Dhinda (77) masih lebih banyak mengikuti turnamen Super 100.

Rachel Alessya Rose (kanan)/Febi Setianingrum bereaksi dalam pertandingan Indonesia melawan Jepang. Pertemuan kedua tim di Qingdao, China, Kamis (5/2/2026), berakhir dengan kekalahan Indonesia, 2-3.

Ganda putri diperkuat pasangan yang performanya naik, yaitu Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum dan Fadia/Amalia Cahaya Pratiwi yang menjuarai Thailand Masters Super 300, pekan lalu.

Rachel/Febi memperlihatkan ketangguhan mereka saat mengalahkan Arisha Igarashi/Chiharu Shida 21-12, 18-21, 23-21 dalam pertandingan selama satu jam 17 menit. Namun, pada partai keempat, Fadia/Amalia kalah 20-22, 16-21 dari Kie Nakanishi/Miyu Takahashi. Bagi Fadia/Amalia, Kejuaraan Asia Beregu menjadi kejuaraan ketiga sebagai pasangan setelah menjalani debut di Indonesia Masters lalu tampil di Thailand Masters.

Di perempat final, kemampuan tim putri Indonesia, yang sebagian besar merupakan pemain muda, akan diuji Thailand. Kedua tim bertemu pada semifinal kejuaraan yang sama di Malaysia, dua tahun lalu, dan Indonesia kalah 1-3.

Leo/Bagas kalah

Tim putra memiliki kelemahan yang bisa menjadi celah bagi lawan pada perempat final. Dalam perebutan status juara grup melawan Malaysia, sorotan penggemar bulu tangkis Indonesia melalui media sosial terarah pada ganda putra senior, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Mereka kalah dari ganda putra nomor empat Malaysia, Junaidi Arif/Roy King Yap, 13-21, 21-12, 13-21.

Leo Rolly Carnando mengembalikan pukulan lawan pada partai kedua Indonesia melawan Malaysia pada penyisihan grup beregu putra Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia di Qingdao, China, Kamis (5/2/2026). Leo/Bagas Maulana kalah, tetapi Indonesia menang 3-2.

Kekalahan tersebut menjadi sorotan karena Leo/Bagas datang ke Qingdao setelah menjuarai Thailand Masters. Itu menjadi gelar pertama mereka setelah menjuarai Korea Terbuka 2024 pada masa awal berpasangan. Setelah itu, sepanjang 2025, mereka tersingkir pada dua babak awal sebanyak 11 kali dari 16 kejuaraan.

”Kami bermain tidak cukup normal pada gim pertama. Setelah membaik pada gim kedua, kami kemabli tidak bisa mengeluarkan yang terbaik di gim ketiga. Mungkin emosi dan nafsu kami masih terbawa dengan juara Thailand Masters kemarin, masih terlalu menggebu-gebu tetapi akhirnya kurang terkontrol,” tutur Leo.

Mohammad Zaki Ubaidillah melancarkan smes pada partai pertama Indonesia melawan Malaysia dalam penyisihan grup beregu putra Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu di Qingdao, China, Kamis (5/2/2026). Zaki gagal menyumbangkan kemenangan.

Pada nomor tunggal, tanpa kehadiran Jonatan Christie dan Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah diandalkan sebagai tunggal pertama. Zaki, yang juga menjadi juara Thailand Masters, tak dapat menjalankan peran tersebut dengan baik saat melawan Justin Hoh hingga kalah 16-21, 19-21. Padahal, Zaki menang dalam dua pertemuan sebelumnya pada 2025, salah satunya saat final beregu putra SEA Games Thailand.

”Ini pertama kali saya jadi tunggal pertama di level senior. Pasti ada beban yang saya rasakan tapi saya banyak belajar dari pertandingan hari ini. Kalau diturunkan lagi, saya harus bisa memikul tanggung jawab tersendiri, harus bisa membuka jalan untuk tim,” kata atlet berusia 18 tahun tersebut.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan