Setelah permasalahan ekonomi dan sikap pemerintah yang kurang empatik, rakyat kini menyaksikan gesekan korupsi yang diduga melibatkan sejumlah lembaga negara.
11 Jul 2026 06:50 WIB · Politik & Hukum
Kompas/Rony Ariyanto Nugroho
Beberapa hari terakhir, perhatian publik tersita oleh berita peristiwa penggeledahan yang dilakukan polisi. Penggeledahan ini merupakan rangkaian penyelidikan terkait adanya kasus dugaan korupsi, gratifikasi, dan pencucian uang.
Dugaan kejahatan rasuah yang diselidiki polisi ini mencakup tiga kasus. Ketiga kasus tersebut adalah dugaan korupsi pengadaan batubara PT PLN (Persero), perkara yang berkaitan dengan PT Asabri (Persero) dan PT Jiwasraya, serta dugaan korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT Krakatau Steel.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/1cfc2ac5dfc8b568118d3aa63c896166-157228.jpg)
Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bergerak bersama menyelidiki kasus ini dan melakukan penggeledahan di beberapa tempat. Tempat-tempat tersebut, antara lain, kafe de’Clan Signature di kawasan Cipete Raya, usaha penukaran mata uang asing di Cipete, rumah di kawasan Sentul Bogor, dan sebuah gudang di Jakarta Selatan. Kegiatan itu dilakukan pada Rabu (8/7/2026) dan Kamis (9/7/2026) di 13 lokasi penggeledahan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/08/ab54b67e966314fa2d081f066182d1c1-154915.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/08/0cf46d07526979d90af1115108f1bbf5-154878.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/08/f948777619a546b3590496ead38c3596-154880.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/10/c5d35eec3e689b0e07c82054f11415e2-157082.jpg)
Pada Jumat (10/7/2026), polisi melakukan ekspose benda-benda yang mereka sita dan dijadikan barang bukti untuk penyelidikan kepada jurnalis. Ekspose ini digelar di Gedung Promoter, Polda Metro Jaya, Jakarta. Pelaksanaan ekspose yang dijadwalkan pada sekitar pukul 16.00 itu tertunda hampir 6 jam. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto yang memimpin konferensi pers ekspose ini mengatakan bahwa tertundanya pelaksanaan ekspose dengan alasan proses teknis penyelidikan tim kepolisian masih berlangsung.
Sejumlah barang bukti sitaan dalam penggeledahan dan diduga terkait dengan kasus yang tengah mereka tangani ini memiliki nilai yang cukup besar. Barang tersebut berupa uang rupiah, valuta asing dalam berbagai mata uang, 74 kilogram emas batangan, dan beberapa barang lainnya, termasuk sebuah foto keluarga untuk dijadikan sebagai bahan penyelidikan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/259db21753efd74cdef45fa3266a25e5-157204.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/57dd60fefd6150faa830fae7bf19f96c-156985.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/cda024b573f8b37e62b59ba6d04fead9-157221.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/70d602f1cca2aee332cc34fab14a713f-157216.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/07b4467ae0082b575466eeb857e02482-157215.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/3ab978a18196561c248fd1a931ff775f-157224.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/22091e96e588d18587c202121e5be279-157223.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/637f3661459b70d9fad2dc885d7e895e-157208.jpg)
Meski demikian, polisi tidak menunjukkan foto tersebut dalam kesempatan ekspose ini dengan alasan unsur privasi beberapa orang dalam foto tersebut. Selain itu, polisi juga belum mengumumkan tersangka dalam kasus yang mereka tangani disertai penyitaan barang bukti yang bernilai fantastis ini.
Kasus yang ramai disoroti ini diduga menyeret keterkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026) pagi, Febrie Adriansyah mengakui bahwa rumah di kawasan Sentul Bogor yang digeledah polisi ini adalah miliknya sejak lama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/10/17329380c6ec13756504092721a4b5f2-20260710RZF06.JPG)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/d454f4a490796320425b60539fadf1f0-157220.jpg)
Sorotan publik terkait kasus ini kian tinggi karena adanya tensi antarlembaga penegak hukum dan aparat keamanan yang terlibat. Penjagaan ketat unsur TNI di rumah Jampidsus di kawasan Radio Dalam Jakarta Selatan dan juga peningkatan keamanan di lingkungan Polda Metro Jaya cukup mencolok sehingga menyita perhatian publik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/7ffafe9e7375239159a231569686550c-157200.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/6f4a455429c2679eb522dfd679533cf6-157207.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/b41222d89b94137221ccc8e4f3b2a188-157209.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/c67a1a1d2e12ec90c0ed6b034a43e280-157202.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/07/09/2f31e726-07a4-454b-89b2-9a886db38a3d.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/08/caed6c51c1a4be29fa035c3e83a65b72-154893.jpg)
Situasi ini seolah menjadi babak lanjutan keprihatinan yang harus dirasakan rakyat Indonesia atas kondisi negaranya. Setelah ”terpukul” situasi kemerosotan ekonomi, permasalahan ini juga membuktikan betapa kronisnya permasalahan kejahatan korupsi di Indonesia. Perilaku korup yang menyeret petinggi dan aparat pemerintah, yang seharusnya berkomitmen berantas korupsi, justru tak kunjung henti melukai hati rakyat di negeri ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/b17049de0cbf357aac1a81a852be6460-157226.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/11/8f4c11fcf3fd270b12751886014839dd-157227.jpg)
Penulis:
Rony Ariyanto NugrohoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul