Barcelona mempertegas dominasinya atas Real Madrid musim ini dengan kemenangan keempat di ”el clasico”. Barca kini berjarak satu kemenangan dari trofi Liga Spanyol.
12 Mei 2025 01:10 WIB · Olahraga
BARCELONA, MINGGU — Barcelona tidak perlu waktu lama untuk bangkit seusai tersingkir dari Liga Champions Eropa. Saat pintu menuju trofi Liga Champions tertutup, pintu menjuarai Liga Spanyol terbuka kian lebar.
Kepastian itu diperoleh berkat kemenangan 4-3 atas Real Madrid di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Barcelona, Minggu (11/5/2025) malam WIB. Jalan juara ”Blaugrana” terasa semakin lapang lantaran hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengamankan trofi.
Kemenangan ini membuat Barca memperlebar keunggulan menjadi tujuh poin atas Real di peringkat kedua klasemen. Dengan Liga Spanyol yang masih menyisakan tiga laga, Barca sudah bisa dipastikan akan menjadi juara bila kembali mampu memetik kemenangan dalam Derbi Catalan kontra Espanyol pekan depan.
”Kami tahu betul bahwa harus menang pada Kamis nanti (melawan Espanyol),” ujar penyerang sayap kanan Barca, Lamine Yamal, seusai pertandingan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/11/ddc7014e038905c788a82dbfe50edecc-000_46A29DM.jpg)
Barca telah memenangi dua trofi musim ini di bawah arahan Pelatih Hansi Flick. Piala Super Spanyol jadi trofi pertama Flick. Kemudian, Barca memenangi Piala Raja Spanyol beberapa pekan lalu seusai menundukkan Real di final.
Berkat cara yang sama, mengalahkan Real, Barca kini tinggal selangkah lagi meraih trofi ketiga di bawah Flick.
Real mencoba merusak jalan Barca menuju trofi dengan memenangi el clasico keempat musim ini. Ambisi itu terasa nyata saat penyerang Kylian Mbappe membawa Real unggul dua gol hanya dalam waktu 15 menit. Eksekusi penalti Mbappe di awal laga, ditambah keberhasilannya lolos dari perangkap offside untuk menjebol gawang Barca, sempat membuat seisi stadion tertegun.
Setelah dipecundangi tiga kali beruntun di el clasico, Real terkesan sudah tahu cara meredam Barca lewat Mbappe. Gol-gol Mbappe itu tidak bisa dilepaskan dari kepiawaian melepaskan diri dari perangkap offside yang beberapa hari belakangan terus-menerus dilatih dalam sesi latihan Real.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/11/0aa794d019920bfad216afe706412a30-000_46A73ZB.jpg)
Mbappe berusaha memosisikan badan di belakang dua bek tengah Barca, lalu berlari sekencang-kencangnya saat mendapat umpan direct dari lini tengah. Cara itu ternyata efektif mengelabui garis pertahanan tinggi Barca.
Pada el clasico sebelumnya, Mbappe bisa terperangkap offside hingga delapan kali. Sekarang, Mbappe tercatat hanya dua kali termakan jebakan offside Barca.
Ancelotti menginstruksikan Mbappe serta Vinicius untuk bersiap menerima umpan-umpan vertikal memanfaatkan kecepatan dua pemain itu. Aliran bola Real pun menjadi lebih direct, tidak setahap demi setahap membangun serangan dari belakang.
Akan tetapi, momentum unggul dua gol dirusak oleh Erick Garcia yang mempertipis ketertinggalan Barca lewat gol sundulannya.
Gol Erick menuntun Barca menuju kebangkitan sebelum turun minum. Setelah momentum gol Erick, Barca tampil menggila dengan mencetak tiga gol tambahan melalui aksi Yamal dan Raphinha (dua gol). Kombinasi dua pemain sayap itu berperan besar dalam dominasi Barca atas Real musim ini. Dari 16 gol yang dicetak Barca pada empat edisi el clasico, 11 gol disumbangkan Raphinha dan Yamal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/11/ca51e80b89cf8c3b415874cf2a844399-000_46A36DR.jpg)
Tiga gol tambahan Barca yang dilesakkan Raphinha dan Yamal berawal dari begitu longgarnya pertahanan Real. Para pemain belakang Real yang dikomandoi Lucas Vazquez sangat mudah kehilangan bola dan tidak resisten saat ditekan.
”Kami membuat banyak kesalahan yang berujung pada kekalahan,” ucap Pelatih Real Carlo Ancelotti.
Kami membuat banyak kesalahan yang berujung pada kekalahan.
Asa Real mengatasi defisit gol sempat membuncah saat Mbappe mencetak hattrick pada menit ke-70. Akan tetapi, upaya itu sudah terlalu terlambat bagi Real.
”Kami memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4 sebanyak dua kali. Pertandingan berlangsung ketat hingga menit terakhir,” kata Ancelotti.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/11/9525d7a97169bbb379fce4a0afd61f82-000_46A29FM.jpg)
Dengan hasil ini, lengkap sudah penderitaan Ancelotti. Tiada satu pun trofi yang mampu ia persembahkan. Rekornya setiap kali bertemu Flick musim ini pun amat buruk, tanpa kemenangan dalam empat pertemuan.
Ancelotti pun semakin dekat dengan pintu keluar dari Real. Pelatih asal Italia itu kencang diisukan bakal digantikan oleh Xabi Alonso.
Sementara itu, Flick mengaku amat bangga dengan kerja keras para pemainnya pada laga ini. Menurut Flick, timnya punya semacam kekuatan untuk bangkit seusai tertinggal.
Kecenderungan itu juga Barca tunjukkan saat menghadapi Inter Milan pada semifinal Liga Champions. Barca hampir melaju ke final berkat kemampuan untuk bangkit seusai tertinggal lebih dulu, tetapi pada akhirnya kalah akibat gol Davide Frattesi di babak tambahan.
”Kami memiliki tim yang hebat di sekitar kami. Jika Anda ingin memainkan gaya Barcelona, Anda harus membuat keputusan yang baik. Para pemain pengganti yang masuk memberikan penampilan yang sangat positif,” kata Flick. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .