Dengan dukungan armada helikopter serbu, militer Israel menyerang Kota Jenin, Tepi Barat. Lembaga CAIR menyebut Israel menjadikan Jenin sebagai "Gaza berikutnya".
22 Jan 2025 19:44 WIB · Internasional
RAMALLAH, RABU — Selang sehari setelah Presiden AS Donald Trump mencabut sanksi terhadap pemukim Yahudi yang menyerang desa-desa warga Palestina, militer Israel dengan dukungan armada helikopter serbu menyerang Kota Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat, Selasa (22/1/2025). Serbuan brutal ini mengakibatkan sembilan orang tewas dan puluhan warga Palestina terluka.
Tak hanya itu, seperti dikutip Al Jazeera, Direktur Badan PBB untuk Pekerjaan dan Pemulihan Pengungsi Palestina di Timur Jauh (UNRWA) Tepi Barat Roland Friedrich mengungkapkan, kamp pengungsi Jenin yang menjadi tempat tinggal sekitar 2.000 keluarga kini ”hampir tak layak huni”. Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) menyebut serangan militer Israel ke Tepi Barat merupakan ”upaya menjadikan Jenin sebagai Gaza berikutnya”.
Serangan ke Jenin, Tepi Barat, dilancarkan militer Israel hanya berselang dua hari setelah kesepakatan gencatan senjata tahap pertama di Gaza resmi berlaku hingga enam pekan ke depan. PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, operasi tersebut digelar dalam skala besar dan penting.
”Kami menyerang poros Iran yang memasok senjata di Gaza, Lebanon, Suriah, Yaman, dan Yudea serta Samaria,” kata Netanyahu.
Istilah ”Yudea” dan ”Samaria” kerap digunakan pejabat Israel dalam menyebut wilayah pendudukan Tepi Barat. Serbuan ke Kota Jenin dilakukan berulang kali dalam beberapa tahun terakhir oleh militer Israel.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/22/fc06a4bcf1bcd97490f11952c8a3be63-Israel_Palestinians_126945831.jpg)
Serangan dilancarkan militer Israel sesaat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan mencabut sanksi terhadap pemukim Yahudi ilegal di Tepi Barat yang melanggar hukum internasional. Serbuan itu melanjutkan rangkaian serangan para pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang berlangsung serempak sejak kemarin.
Dalam serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat, para pemukim Yahudi selalu dikawal segerombol serdadu Israel.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, pada Selasa (21/1/2025) petang para pemukim Yahudi membakar sejumlah kendaraan dan mobil di Tepi Barat. Serangan berlangsung sejak pagi hingga menjelang malam hari.
Kepala Dewan Desa Jinsafut, Jalal Bashir, mengatakan kepada kantor berita Palestina, WAFA, bahwa pemukim Yahudi menyerang warga asli Palestina di Desa Jinsafut dan Funduq di Qalqiya timur. Dia menerangkan, belasan pemukim Yahudi menyerang Jinsafut, membakar tiga rumah, sebuah kebun pembibitan, dan bengkel. Pendatang Yahudi juga membakar beberapa mobil warga Palestina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/22/5a4c2c1a3f34a869ef7422a4a7a4decc-ADDITION_Israel_Palestinians_126921668.jpg)
Seorang warga Palestina menderita luka di kepala saat berusaha mempertahankan rumahnya. Sedangkan warga Palestina lainnya dirawat karena terpapar gas air mata yang ditembakkan tentara Israel.
Organisasi Bulan Sabit Palestina mengatakan, pihaknya telah merawat korban serangan pemukim Yahudi di Jinsafut dan Fanduq.
Di Tepi Barat selatan, pemukim Yahudi juga menyerbu warga Palestina di Masafer Yatta. Sementara di selatan Kota Hebron, para pemukim Yahudi menyerang mobil-mobil warga Palestina.
Adapun lembaga pemantau HAM dari Israel, Yesh Din, melaporkan dua rumah warga asli dan empat kendaraan dibakar di Desa Sinjil di Ramallah. Di Desa Ein Siniy, pemukim juga menyerang dan membakar rumah warga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/22/c8c3ec1973380aa9bcc4ed675f29f9b0-PALESTINIAN_ISRAEL_CONFLICT_126925701.jpg)
Kekejaman serupa juga dilakukan terhadap rumah warga Palestina di Turmus Aya, di dekat Ramallah. Insiden lain berupa serangan pelemparan batu terhadap kendaraan warga di Rute 60, dekat Luban Asharqiya, di selatan Kota Nablus.
Serangan pemukim Yahudi terjadi nyaris serempak di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel sesaat setelah Presiden AS Donald Trump mencabut sanksi terhadap pemukim liar Yahudi di Tepi Barat. Pemerintahan Joe Biden sebelumnya menegaskan keberadaan pemukim Yahudi sebagai gerakan pemukim ekstremis.
Kantor Komisi Tinggi PBB untuk HAM di Palestina (UNHCR) menyatakan kekhawatiran atas gelombang kekerasan yang dilakukan pemukim Yahudi dan militer Israel di Tepi Barat.
Hamas, meski kekuatan terbesarnya di Jalur Gaza, dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan jaringan di Tepi Barat.
Militer Israel mengatakan bahwa militer, polisi dan intelijen melancarkan serangan anti-teror di Jenin. Serbuan ini, menurut Israel, menindaklanjuti operasi keamanan Otoritas Palestina yang berusaha memulihkan keamanan di sejumlah kamp pengungsi yang dituding menjadi pusat kelompok-kelompok perjuangan Palestina, termasuk Hamas dan Jihad Islam.
Hamas, meski kekuatan terbesarnya berada di Jalur Gaza, dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan jaringan di Tepi Barat. Wilayah ini dikuasai Otoritas Palestina yang didominasi Faksi Fatah, seteru Hamas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/22/77bd3f4dcf98ca936b76ee4dd420d14d-PALESTINIAN_ISRAEL_CONFLICT_126943899.jpg)
Pada Selasa (21/1/2025), Hamas menyerukan agar warga Palestina di daerah pendudukan Israel di Tepi Barat untuk bangkit berjuang melawan Israel.
Ketika militer Israel menyerbu kamp-kamp pengungsi, aparat Otoritas Palestina mundur dari sana. Terdengar tembakan senjata berat dalam rekaman video dari telepon seluler yang beredar di sosial media.
Serbuan Israel ke kamp pengungsi dekat Jenin mengakibatkan tiga orang Palestina tewas dan banyak orang terluka.
Sejak 7 Oktober 2023, awal perang Hamas-Israel, ratusan warga Palestina dan belasan pemukim Yahudi tewas di Tepi Barat. Selain itu, ribuan orang Palestina di Tepi Barat ditahan tentara Israel.
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, yang berasal dari ekstrem kanan menyebut operasi militer Israel sebagai langkah melawan kelompok militan demi melindungi pemukim Yahudi. Ia memuji langkah Trump mencabut sanksi terhadap pemukim ilegal Yahudi yang melakukan kekerasan terhadap warga Palestina.
Smotrich dengan gembira menyatakan siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memperluas pemukiman Yahudi di tanah pendudukan Tepi Barat.
”Ada bengkel perabot rumah dihancurkan, tempat saya bekerja delapan tahun terakhir. Mereka membakar bangunan dan mobil-mobil warga,” kata Abdulmalek Farajallah. Menurut dia, 200-an pemukim Yahudi ikut dalam penyerangan.
Ada 700.000 Pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur diantara 2,7 juta warga Palestina yang diduduki Israel sejak Perang tahun 1967.
Militer Israel mengaku sedang menyelidiki serbuan pemukim Yahudi tersebut. Sebagian pelaku menggunakan masker untuk menutup wajah.
Otoritas Palestina mengecam serangan oleh pemukim Yahudi di Al Funduq yang terjadi bersamaan dengan munculnya pos-pos pengawasan di jalan raya. Pos-pos pengawasan ini dibuat oleh militer Israel. Menurut Otoritas Palestina, tindakan itu adalah upaya memecah wilayah Tepi Barat.
”Kami mendesak pemerintahan baru Amerika Serikat untuk turun tangan menghentikan kejahatan ini, dan tindakan Israel yang tidak akan membawa perdamaian di kawasan,” kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/22/de5446ab6247be7cb8bd193e5e0bb1e6-PALESTINIAN_ISRAEL_CONFLICT_RED_CROSS_126779970.jpg)
Ada 700.000 pemukim Yahudi tinggal di Tepi Barat dan Jerusalem Timur di antara 2,7 juta warga Palestina. Tepi Barat dan Jerusalem Timur diduduki Israel sejak perang Arab-Israel tahun 1967.
Sementara itu, dari Markas Besar Militer Israel dilaporkan, Panglima Angkatan Bersenjata Israel (IDF) Letnan Jenderal Herzi Halevi menyatakan mundur dari jabatannya dan berlaku efektif tanggal 6 Maret 2025. Ia menyatakan mundur karena gagal mengantisipasi serangan Hamas tanggal 7 Oktober 2023.
Serangan Hamas tersebut mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas—sebagian karena salah sasaran militer Israel—dan sekitar 250 orang disandera di Gaza. Militer Israel membalas dengan menggempur Gaza hingga menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina.
Halevi adalah pejabat militer paling senior Israel yang mundur. Sebelumnya, Mayor Jenderal Yaron Finkelman, Komandan Komando Selatan Israel yang mengawasi Jalur Gaza, juga mengundurkan diri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/22/2b35c4db69e454157c09604effb16ee4-ISRAEL_SYRIA_CONFLICT_GOLAN_NETANYAHU_126235794.jpg)
Halevi juga berseteru dengan Menteri Pertahanan Israel Katz yang ngotot ingin menghabisi seluruh anggota Hamas. Hal itu ditentang oleh Halevi karena berdampak pada keselamatan warga sipil Palestina.
Tak hanya mengakibatkan lebih dari 47.000 korban tewas, yang didominasi perempuan dan anak- anak, serangan Israel di Gaza diadukan ke pengadilan internasional masuk dalam kategori genosida atau pemusnahan etnis dan termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan. (Reuters/AP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase