Pimpinan ormas mengajak masyarakat tetap tenang. Semua pihak diharapkan memanfaatkan demokrasi dengan tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
30 Agt 2025 22:11 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Di tengah unjuk rasa yang berkepanjangan, Presiden Prabowo Subianto membatalkan lawatannya ke China. Kepala Negara yang sedianya bertolak ke China pada Sabtu (30/8/2025) ini pun memutuskan mengundang pimpinan 16 organisasi kemasyarakatan Islam. Pertemuan itu digelar untuk mendiskusikan upaya mengatasi persoalan yang muncul belakangan serta mengajak masyarakat agar lebih tenang.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan pimpinan 16 ormas Islam ini berlangsung mulai pukul 15.00 hingga menjelang pukul 18.00 WIB. Selepas menunaikan ibadah shalat Maghrib, para pimpinan ormas pun meninggalkan kediaman pribadi Prabowo di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Hadir antara lain Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) Jeje Zaenudin, dan Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Embay Mulya Syarief. Terlihat pula Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Nasrullah Larada.
Selain itu, hadir pula Ketua MPR Ahmad Muzani yang juga Sekretaris Dewan Pembina dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra serta Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga Sekretaris Jenderal Partai Gerindra. Terlihat pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala BIN Muhammad Herindra.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/30/fa5d9ac8-2a6b-4b6c-b323-5b332b17cad0_jpg.jpg)
Dalam pantauan Kompas, pada Sabtu sore sejumlah kendaraan terlihat keluar masuk gerbang Padepokan Garudayaksa. Petugas perjaga memastikan tamu-tamu yang hadir di tepi depan gerbang bernaung tenda.
Dalam pertemuan, Presiden menjelaskan mengenai kondisi unjuk rasa yang meluas saat ini. Kendati mulanya unjuk rasa ditujukan kepada DPR, pemerintah menduga saat ini sudah ada pihak-pihak yang sengaja menunggangi.
Melalui keterangan tertulis seusai pertemuan, Nasrullah Larada mengungkapkan, Presiden Prabowo mengajak seluruh komponen ormas Islam untuk bersama-sama dengan pemerintah menjaga situasi keamanan kembali kondusif. Memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarelemen bangsa penting di tengah suasana memanas seperti yang terjadi sekarang ini.
Yahya Cholil Staquf menambahkan, Prabowo dan seluruh pimpinan ormas Islam yang hadir sepakat untuk bersama-sama mengajak masyarakat agar lebih tenang. ”Kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu untuk mengatasi keadaan, mengajak masyarakat supaya lebih tenang. Dan insy Allah, bersama Presiden Prabowo Subianto, di bawah pemerintahan beliau dan juga dukungan dari para pemimpin umat, bisa mengatasi tantangan apa pun yang kita hadapi,” tuturnya dalam video rekaman yang diunggah di akun resmi Sekretariat Presiden di kanal Youtube.
Haedar Nashir mengungkapkan, Presiden dan pimpinan ormas Islam berpandangan sama terkait sejarah panjang dalam kemerdekaan dan pascakemerdekaan. Semua memahami bahwa persatuan, keutuhan, dan masa depan bangsa perlu dijaga bersama.
Kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu untuk mengatasi keadaan, mengajak masyarakat supaya lebih tenang.
Karena itu, seluruh masyarakat hendaknya dapat memanfaatkan demokrasi dengan penuh tanggung jawab. ”Kami memahami demokrasi dan aspirasi. Tapi hendaknya, dan kami yakin seluruh rakyat Indonesia, dapat memanfaatkan demokrasi dengan pertanggungjawaban. Dengan keadaban, dan mewaspadai (supaya) tidak terkontaminasi pada hal-hal yang membawa kekerasan dan perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia,” tutur Haedar dalam video rekaman yang sama.
Silaturahmi antara Presiden dan para pimpinan ormas Islam pada Sabtu ini adalah pertemuan pertama. Menurut rencana, Presiden dan para pemuka ormas Islam akan menggelar pertemuan kedua di Istana Negara, Jakarta. Namun, Yahya tidak menyebutkan kapan rencana pertemuan lanjutan ini akan dilakukan.
Nasrullah mengatakan, pendekatan dialogis dan musyawarah yang diambil Presiden Prabowo merupakan langkah yang positif sehingga harus didukung oleh semua pihak.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/30/fce9ba75-be35-4774-8a9f-6eaeba38f6b3_jpg.jpg)
”Pertemuan ini adalah sinyal yang sangat positif dan tepat bagi bangsa kita. KB PII percaya bahwa jalan dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan setiap permasalahan bangsa, bukan dengan aksi anarkistis dan vandalisme yang justru merugikan kita semua dan menodai nilai-nilai keadilan yang kita perjuangkan,” ujarnya.
Agenda lawatan Presiden Prabowo ke China dibatalkan. Sedianya, Presiden akan bertolak dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu malam.
Selama di China, Presiden semula akan menghadiri KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) 2025 di Tianjin dan beberapa agenda lain. KTT Shanghai Cooperation Organization 2025 ini dilangsungkan 31 Agustus-1 September.
SCO didirikan oleh China, Rusia, Kazakhstan, Kyrgystan, Tajikistan, dan Uzbekistan pada 15 Juni 2001. India dan Pakistan bergabung tahun 2017, sedangkan Iran pada 2023 dan Belarus pada 2024. Kini, SCO beranggotakan 10 negara dan dua negara pengamat, yakni Afghanistan dan Mongolia.
Selain itu, masih ada 14 mitra dialog SCO. Antara lain Azerbaijan, Armenia, Kamboja, Nepal, Turki, Sri Lanka, Saudi Arabia, Mesir, Qatar, Bahrain, Maladewa, Myanmar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Agenda lain yang juga sedianya akan dihadiri Presiden Prabowo adalah peringatan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Dunia Anti-fasis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/28/6d015684-29f5-494f-9e18-3e752c4d9652_jpg.jpg)
Asisten Menteri Luar Negeri China Hong Lei dalam konferensi pers Kamis (28/8/2025) menyebut Presiden Prabowo sebagai salah satu pemimpin negara yang akan hadir dalam parade militer pada 3 September 2025 itu. Selain itu, masih ada Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif yang juga disebut akan datang.
Para pemimpin dari Myanmar, Iran, Belarus, Uzbekistan, Serbia, Nepal, Armenia, Tajikistan, Kongo, Malaysia, Maladewa, dan Mongolia juga turut hadir. Tidak ada pemimpin negara Barat yang disebut akan hadir.
Undangan parade militer juga disampaikan kepada pihak-pihak yang membantu China selama berperang melawan Jepang pada 1931-1945. Ada 50 sahabat dan perwakilan keluarga dari 14 negara yang akan hadir, seperti Amerika Serikat, Kanada, Rusia, Inggris, dan Perancis.
Parade militer besar 3 September 2025 akan dilangsungkan di Lapangan Tiananmen. Acara ini disebut-sebut parade militer terbesar yang pernah digelar sejak Republik Rakyat China berdiri pada 1949.
Parade militer merupakan salah satu rangkaian acara peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. China juga menandai berakhirnya perang melawan Jepang yang terjadi selama 14 tahun. Menurut catatan China, perang menewaskan 35 juta anggota militer dan warga sipil. Kerugian langsung dan tak langsung karena perang ditaksir lebih dari 600 miliar dollar AS.
China berharap sejarah kelam tidak terulang kembali. Beijing pun menegaskan sikap untuk menjaga perdamaian dunia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/28/ec929c8c-bd34-4dd3-8201-c7c064affc43_jpg.jpg)
”Di tengah situasi global yang kompleks dan defisit perdamaian yang meningkat, menjaga perdamaian dunia adalah tugas menantang. Tema acara peringatan ini adalah ’Mengingat Sejarah, Mengenang Para Pahlawan, Menghargai Perdamaian, dan Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik’,” kata Hong (Kompas.id 29 Agustus 2025).
Menurut Wakil Direktur Jenderal Biro Operasional Departemen Staf Gabungan Komisi Militer China Mayor Jenderal Wu Zeke, parade ini untuk menunjukkan kemajuan China dalam modernisasi militer. Ada berbagai macam senjata dan peralatan militer yang akan ditampilkan selama parade. Sebagian di antaranya baru akan ditampilkan ke publik untuk pertama kali.
Senjata dan peralatan militer ini dibuat di dalam negeri dan saat ini aktif. Pameran mencakup, antara lain, peralatan nirawak dan antinirawak, serta sistem presisi hipersonik.
Ada lebih dari 10.000 personel yang terlibat dalam parade, 100 pesawat, serta ratusan kendaraan darat. Selain itu, ada lebih dari 100 jenis peralatan yang akan dipamerkan (Kompas.id, 22/8/2025).
Tim aju yang mempersiapkan lawatan Presiden sesungguhnya sudah berada di Tianjin dan Beijing. Namun, kepastian pembatalan keberangkatan Presiden Prabowo baru muncul Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 15.00.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra