Laga Bayern versus Boca akan berlangsung di stadion netral. Namun, Boca akan memberikan pengalaman bermain seperti di tandang untuk tim raksasa Jerman tersebut.
20 Jun 2025 13:31 WIB · Olahraga
MIAMI, KAMIS — Bayern Muenchen, setelah mencatatkan rekor kemenangan terbesar di Piala Dunia Antarklub, dinanti ujian sesungguhnya dalam laga kedua babak Grup C. Lawan Bayern kali ini bukanlah tim amatir lagi, melainkan Boca Juniors yang datang dengan misi pembuktian dan dukungan besar penonton.
Bayern tampak begitu perkasa saat melumat Auckland City, 10-0. Namun, hasil itu tidak cukup menjadi tolok ukur. Lawan mereka adalah tim asal Selandia Baru yang diisi para pemain paruh waktu. Pelatih Kepala Vincent Kompany berkata, kompetisi baru akan dimulai. ”Para penantang akan lebih baik dan semakin sulit,” ujarnya.
Bayern dinanti Boca di Stadion Hard Rock, Miami, pada Sabtu (21/6/2025) pukul 08.00 WIB. Thomas Mueller dan rekan-rekan membutuhkan tiga poin untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar. Sementara itu, Boca perlu hasil positif setelah melewatkan kemenangan di depan mata ketika melawan Benfica.
Dari kualitas skuad, Bayern jelas jauh lebih unggul. Salah satunya tecermin dari nilai pasar mereka yang sekitar sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan Boca, mencapai 903,5 juta euro (Rp 15 triliun). Nilai pasar penyerang sayap Bayern, Michael Olise (100 juta euro), bahkan sudah melampaui keseluruhan skuad Boca (86,5 juta euro).
Meskipun begitu, ketimpangan dari atas kertas tersebut mungkin tidak akan terlalu terasa di lapangan. Boca sudah menunjukkan ancaman besar saat bermain imbang dengan Benfica 2-2. Tim asuhan Pelatih Miguel Russo itu tampil agresif dan unggul dua gol lebih dulu. Mereka gagal menang hanya karena masalah di skema bola mati.
Faktor pendorong terbesar klub asal Argentina tersebut adalah dukungan penonton. Lebih dari 55.000 penonton datang ke Stadion Hard Rock dalam laga Boca versus Benfica. Mayoritas dari penonton itu merupakan pendukung setia Boca. Para pendukung seolah memindahkan kota Buenos Aires ke Miami.
Banyak penggemar sepak bola atau penduduk Argentina yang bekerja di Amerika Serikat. Mereka tetap mengikuti tim kesukaan walaupun dari jauh. Ketika tim seperti Boca ikut serta dalam turnamen di Miami, itu terasa seperti pesta reuni bagi mereka. Momen besar dan langka itu tidak akan mereka lewatkan begitu saja.
Keuntungan itu pula yang diantisipasi Manuel Neuer, kiper veteran Bayern. Menurut dia, tiga kartu merah di laga Boca versus Benfica tidak lepas dari atmosfer kompetitif yang diciptakan penonton. ”Kami sudah menanti atmosfer seperti itu lagi. Tentu kami harus tetap bisa fokus dan konsentrasi dengan kemampuan diri sendiri,” kata Neuer.
Boca yang diperkuat mantan bek tim nasional Argentina, Marcos Rojo, juga datang dengan motivasi lebih. Mereka membawa misi pembuktian tim-tim Amerika Selatan yang dinilai tidak setara dengan Benua Eropa. Russo, sang pelatih, sudah memainkan perang psikologis dalam konferensi pers seusai ditahan Benfica.
Russo merendah menjelang pertemuan versus Bayern. Baginya, timnas Argentina sebagai juara dunia tidak menggambarkan realitas seutuhnya. Jarak kualitas tim-tim Argentina masih terlalu jauh dengan tim-tim Eropa. Namun, jarak itu bisa diperkecil jika dalam laga 90 menit. ”Laga nanti adalah tentang pertarungan fisik,” ujarnya.
Kebangkitan tim-tim Amerika Selatan ditandai oleh Botafogo, pada Jumat pagi WIB. Tim asal Brasil itu berhasil menumbangan Paris Saint-Germain, 1-0, yang berstatus sebagai ”Raja Eropa” atau pemenang Liga Champions. Padahal, pada laga pertama, PSG sukses menaklukkan sesama tim Eropa, Atletico Madrid, 4-0.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/20/633589b9f51d05e7c4fdfff204d73983-CWC_Bayern_Munich_Auckland_City_Soccer.jpg)
Pelatih Kepala PSG Luis Enrique salah besar telah meremehkan tim lawan. Dia mencadangkan beberapa pemain inti sekaligus pada laga tersebut, antara lain Nuno Mendes dan Joao Neves. PSG mampu unggul mutlak penguasaan dan jumlah tembakan, tetapi kemenangan ditentukan hanya dari jumlah gol.
Menariknya, tim-tim Amerika Latin belum terkalahkan setelah Piala Dunia Antarklub berlangsung selama lima hari terakhir. Mereka mencatatkan rekor lima kali menang dan tiga kali imbang dari delapan pertandingan. ”Tentu saja tim-tim dari Eropa paling sering juara, tetapi tim-tim dari Amerika Selatan juga tidak boleh diremehkan,” kata Neuer.
Di sisi lain, Boca harus menyiasati keterbatasan skuad pada laga selanjutnya. Dua pemain utama, gelandang Ander Herrera dan bek Nicolas Figal, tidak bisa diturunkan karena kartu merah versus Benfica. Russo pun perlu memutar otak agar tidak menjadi korban Bayern selanjutnya.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nur Adji