Bekal Positif Kiromal Katibin dan Desak Made di Piala Dunia Panjat Tebing

Kiromal Katibin dan Desak Made Rita melaju ke putaran final Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Wujiang, China. Veddriq Leonardo terhenti karena selisih 0,003 detik.

25 Apr 2025 21:19 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

WUJIANG, JUMAT — Dari enam pemanjat tebing disiplin speed Indonesia yang berlaga di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Wujiang, China, hanya Kiromal Katibin dan Desak Made Rita Kusuma Dewi yang lolos ke putaran final. Penampilan impresif keduanya tak hanya menjadi bekal positif untuk turnamen tersebut, tetapi juga modal untuk mewujudkan ambisi mereka tahun ini.

Desak Made Rita dan Kiromal Katibin menjadi dua wakil Indonesia pada putaran final setelah menembus peringkat 16 besar babak kualifikasi, Jumat (25/4/2025). Pada perlombaan di Fenhu Culture and Sports Center, Wujiang, itu, Desak menempati peringkat kedua kategori putri dengan catatan waktu terbaik 6,37 detik, sedangkan Kiromal di posisi ketiga dengan 4,964 detik.

Seri Piala Dunia 2025 di Wujiang melombakan dua disiplin, yakni lead dan speed atau kecepatan. Untuk disiplin speed kategori putri, Indonesia mengirim Desak, Puja Lestari, dan Susan Hidayah. Adapun speed putra, wakil Indonesia adalah Kiromal, Veddriq Leonardo, dan  Alfian Muhammad Fajri.

Desak memulai penampilan gemilangnya dengan menyelesaikan pemanjatan pertama dalam waktu 6,55 detik. Pemanjat asal Bali ini langsung melesat penuh tenaga selepas lampu aba-aba start menyala. Dia kemudian lebih eksplosif pada pemanjatan kedua.

Peraih medali emas di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2023 di Bern ini nyaris menyamai catatan waktu terbaiknya, yakni 6,36 yang ditorehkan di Asian Games Hangzhou 2022. Namun, dia tidak menunjukkan ekspresi bahagia setelah torehan tersebut.

Wajar. Sebab, Desak sebenarnya bahkan ingin melampaui catatan waktu terbaiknya. Sebelum berangkat ke Wujiang, Desak sempat mengutarakan impiannya untuk menajamkan catatan waktunya.

Atlet panjat tebing disiplin "speed" Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, tampil pada babak kualifikasi seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025, Wujiang, China, Jumat (25/4/2025).

Pemecahan rekor akan membantu Desak membangun ulang kepercayaan dirinya. Hal itu juga akan menjadi langkah baginya untuk bangkit lebih kuat setelah kekalahan dramatis di perempat final Olimpiade Paris 2025.

”Untuk Wujiang yang jadi turnamen awal, saya inginnya rekor saat latihan, 6,28 detik, bisa tembus di sana. Apalagi, biasanya aura saat kompetisi berbeda, semoga bisa mendorong itu atau bahkan lebih kecil lagi waktunya,” kata Desak.

Seperti Desak, Kiromal juga tidak menunjukkan ekspresi bahagia selepas menyelesaikan pemanjatan keduanya. Malah, Kiromal terlihat tidak terlalu puas setelah melihat catatan waktunya.

Ekspresi Kiromal dapat dimengerti, terutama ketika mengetahui bahwa targetnya lebih dari itu. Saat ditanya keinginan besarnya pada 2025, Kiromal menyampaikan target catatan waktu secara spesifik, yaitu finis dalam waktu 4,6 detik. Apabila itu tercapai, Kiromal akan kembali menjadi pencetak rekor dunia.

Saat ini, pemegang rekor dunia kategori putra adalah Samuel Watson, atlet panjat tebing Amerika Serikat. Watson memecahkan rekor dunia 4,74 detik di Olimpiade Paris 2024.

Terlepas dari itu, jalan Desak dan Kiromal masih panjang, baik di Wujiang maupun di turnamen-turnamen lainnya tahun ini. Dengan lolos ke putaran final melalui penampilan impresif, Desak dan Kiromal memiliki bekal positif untuk menunjukkan aksi lebih baik pada babak selanjutnya.

Penampilan impresif ini juga akan menjadi modal yang bagus untuk mewujudkan ambisi mereka tahun ini. Asalkan Desak dan Kiromal tampil konsisten sepanjang turnamen dan sepanjang tahun.

Veddriq terhenti

Sementara itu, langkah Veddriq Leonardo terhenti menempati peringkat ke-17 dengan catatan waktu terbaik 5,165. Dia hanya terpaut 0,003 detik dari penghuni batas terakhir lolos putaran final, yakni Shi Zechuan (China) di peringkat ke-16 dengan waktu terbaik 5,162 detik.

Atlet panjat tebing disiplin "speed" Indonesia, Veddriq Leonardo, tampil pada babak kualifikasi seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025, Wujiang, China, Jumat (25/4/2025).

Veddriq sendiri sebenarnya tidak tampil dalam kondisi terbaiknya. Dua pekan sebelum berangkat ke Wujiang, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 ini terpaksa tidak latihan di dinding panjat speed karena masih pemulihan cedera jari tangan kiri. Dia bahkan sempat menunjukkan jari tangannya yang bengkak.

Pekan lalu, Veddriq sudah mulai berlatih ringan di dinding panjat speed meski belum pulih sepenuhnya. Dia pun belum mencapai performa terbaiknya. ”Memang kalau cedera di jari cukup vital, karena jari, kan, salah satu alat tempur di panjat tebing,” ucap Veddriq.

Selain Veddriq, langkah Alfian Muhammad Fajri juga terhenti setelah menempati peringkat ke-20 dengan catatan waktu terbaik 5,26 detik. Sementara pada kategori putri, Susan Nurhidayah berada di posisi ke-24 (7,57 detik) dan Puja Lestari menghuni peringkat ke-27 (7,71 detik).

Putaran final panjat tebing digelar pada Sabtu (25/4/2025). Kiromal dan Desak bakal berlomba mulai pukul 18.30 WIB.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari