Tim voli pantai putra Indonesia menjadi juara dan tim putri ”runner-up” Sanvinest Khanh Hoa Cup 2025. Capaian ini jadi modal berharga untuk SEA Games Thailand 2025.
13 Jun 2025 13:08 WIB · Olahraga
Timnas bola voli pantai Indonesia meraih gelar juara dan runner-up dari turnamen pemanasan jelang SEA Games Thailand 2025, Sanvinest Khanh Hoa Cup 2025, di Vietnam, 5-9 Juni. Prestasi ini menjadi bekal untuk mempertahankan atau melampaui torehan di SEA Games sebelumnya.
Gelar juara dipersembahkan pasangan timnas bola voli pantai putra, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi, yang mengalahkan wakil Thailand, Kaewsai Dunwinit/Nakprakhong Banlue, pada laga final. Bermain di Khanh Hoa, Vietnam, Senin (9/6/2025), Bintang/Sofyan menang 2-0 (21-11, 21, 18).
Adapun runner-up diraih oleh pasangan putri Indonesia, Desi Ratnasari/Nur Atika Sari, setelah kalah dari wakil tuan rumah, Nguyen Le Thi Tuong Vy/Nguyen Thi Thanh Tram. Desi/Atika takluk 1-2 (21-17, 11-21, 12-15).
”Hasil ini memang sesuai target kami, yaitu juara. Tim-tim yang bertanding di sini adalah yang juga akan tampil di SEA Games 2025,” ujar Kepala Seksi Voli Pantai PP PBVSI Slamet Mulyanto.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/13/c9cb1efa8d0ab8e9f44c2f79d1075d01-SnapInsta.to_504512866_17896063278232407_116149482344611238_n.jpg)
Prestasi di Sanvinest Khanh Hoa Cup 2025 menjadi bekal penting timnas bola voli pantai Indonesia menatap ajang-ajang lain tahun ini, termasuk tur turnamen dunia dan SEA Games Thailand 2025. Sanvinest Khanh Hoa Cup 2025 mempertemukan 32 tim putra dan putri dari 6 negara dan teritori, termasuk Vietnam, China, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Singapura.
Semua atlet yang berpartisipasi dalam turnamen yang digelar di Provinsi Khanh Hao ini merupakan pemain nasional atau telah berpartisipasi dalam turnamen internasional bergengsi.
Indonesia mengirim masing-masing dua tim putra dan putri. Dari sektor putra, Indonesia juga diwakili oleh Danangsyah Y Pribadi/Yosi Ariel Firnanda. Dari sektor putri, Indonesia juga mengirimkan B Shella Herdanti/Josephine Seivina.
Sementara Bintang/Sofyan melaju hingga final dan meraih gelar juara, langkah Danangsyah/Yosi terhenti pada perempat final. Mereka kalah dari wakil Thailand, Kaewsai Dunwinit/Nakprakhong Banlue, dengan skor 1-2 (18-21, 21-18, 12-15).
B Shella Herdanti/Josephine Seivina juga terhenti di perempat final setelah berhadapan dengan rekan sesama timnas Indonesia, Desi/Atika. Shella/Josephine kalah 0-2 (13-21, 18-21).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/13/2b3dcd2cf3730e0d492cdbe662930119-SnapInsta.to_504479989_17896063269232407_7599004546492330220_n.jpg)
Keberhasilan Bintang/Sofyan mengukuhkan dominasi tim voli pantai putra Indonesia di ajang tahunan yang diikuti negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur. Di SEA Games Kamboja 2023, misalnya, tim putra sukses keluar sebagai juara setelah menaklukkan Thailand di final. Hasil itu membuat Indonesia meraih gelar juara tiga kali beruntun (hattrick) sejak SEA Games.
Pada sektor putra, Indonesia memang dominan di SEA Games dengan menyapu bersih semua gelar juara dari tujuh penyelenggaraan sejak dipertandingkan di SEA Games 2003 di Vietnam. Bola voli pantai tidak dipertandingkan pada SEA Games Myanmar 2013, SEA Games Singapura 2015, dan SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia, 2017.
Sementara tim putri Indonesia masih tertahan pada posisi runner-up seperti pada tiga edisi SEA Games terakhir. Di SEA Games Kamboja 2023, tim putri kalah dari Thailand pada laga final.
Di Sanvinest Khanh Hoa Cup 2025, Shella/Josephine sebenarnya berpeluang membawa pulang medali juga. Namun, mereka ditundukkan pasangan Thailand, Udomchavee Tanarattha/Numwong Rumpaipruet (Thailand 1), dua set langsung dengan skor 19-21, 17-21 dalam perebutan posisi ketiga.
”Di final, sebenarnya para pemain hanya melakukan sedikit kesalahan yang tidak perlu. Mereka sudah bermain cukup agresif, tetapi sempat lengah saat menyerang bola spike,” ujar Fauzi Setiawan, pelatih tim nasional voli pantai putri Indonesia, soal laga final yang dilakoni Desi/Atika.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/08/21/fa6b46cb-dbe5-4c84-aa3b-25d46364caff.jpg)
Menurut Fauzi, spike yang dilakukan para pemain belum cukup tajam. Akhirnya, banyak pukulan yang mengarah ke area pertahanan lawan. ”Seharusnya mereka bermain lebih bertenaga dan memukul ke arah kiri atau kanan tubuh lawan,” ucap Fauzi mengevaluasi.
Setelah Sanvinest Khanh Hoa Cup 2025, timnas putra Indonesia melanjutkan perjalanan dalam dua edisi tur turnamen dunia, Volleyball World Beach Pro Tour 2025, level Futures. Mereka akan mengikuti dua edisi yang diselenggarakan di China, tepatnya di Qingdao dan Qidong.
Volleyball World Beach Pro Tour 2025 merupakan edisi keempat dari sirkuit voli pantai profesional elite global yang diselenggarakan oleh Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) untuk musim voli pantai 2025. Sejak Maret 2022, tur ini terdiri dari tiga tingkatan: Future, Challenge, dan Elite 16. Musim ini diakhiri dengan The Finals yang menampilkan 10 tim terbaik di dunia.
PBT Futures merupakan tingkatan pemula dalam kompetisi Volleyball World yang dirancang untuk memupuk bakat-bakat baru dan membantu kota-kota mengembangkan olahraga ini. Level ini merupakan batu loncatan bagi pemain yang ingin maju ke tingkat yang lebih tinggi, seperti Challenge dan Elite 16.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul